Senyap dan Presisi, BNNP Sulsel Ungkap 1 Kg Sabu di Sidrap: RD Ditangkap, Jaringan Diburu
- account_circle Iful -
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 156
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK — Upaya pemberantasan peredaran narkotika di Sulawesi Selatan kembali membuahkan hasil. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel mengungkap peredaran narkotika golongan I jenis sabu seberat 1 kilogram di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), melalui operasi senyap yang berlangsung pada awal Desember 2025.
Dalam rilis resmi, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel Kombes Pol Ardiansyah, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa petugas mengamankan seorang pria berinisial RD di wilayah Sidrap. Dari tangan tersangka, aparat menyita satu paket besar sabu dengan berat total 1 kilogram.
“Petugas kami telah mengamankan satu orang lelaki berinisial RD di wilayah Kabupaten Sidrap. Saat penangkapan, dari penguasaan tersangka disita satu paket diduga narkotika golongan I jenis sabu dengan berat total satu kilogram,” tegas Ardiansyah.
Terkait perbedaan tanggal penangkapan yang sempat beredar—antara 4 dan 5 Desember 2025—BNNP Sulsel menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi dan proses pengamanan hingga pendalaman awal oleh penyidik. Substansi perkara dipastikan tetap sama, yakni pengungkapan sabu seberat 1 kilogram dengan RD sebagai tersangka yang diamankan di lapangan.
Diduga Kurir, Bukan Pelaku Utama
Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan RD bukan pelaku utama, melainkan bagian dari mata rantai peredaran narkotika. Dugaan tersebut menguatkan indikasi adanya jaringan yang lebih besar dan terorganisir di balik pengiriman sabu tersebut.
“Saat ini kami fokus melakukan pendalaman terhadap jaringan peredaran narkotika ini, sehingga pelaku lain yang terlibat dapat kami ungkap dan tangkap,” lanjut Ardiansyah.
Pendalaman dilakukan dengan menelusuri alur distribusi, peran masing-masing pelaku, serta kemungkinan keterkaitan jaringan lintas daerah maupun lintas negara. Sidrap sendiri diduga kerap dimanfaatkan sebagai wilayah transit sebelum narkotika diedarkan ke daerah lain, termasuk kota-kota besar di Sulawesi Selatan.
Pendekatan Baru: Senyap dan Terukur
Pengungkapan ini sekaligus mencerminkan perubahan pendekatan penindakan BNNP Sulsel yang lebih hati-hati dan presisi. Operasi dilakukan tanpa letupan senjata, tanpa kejar-kejaran terbuka, serta tanpa menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Langkah tersebut dinilai sebagai evaluasi atas operasi sebelumnya yang sempat menuai sorotan publik. Kali ini, aparat bergerak berbasis intelijen matang dan memprioritaskan keselamatan warga sipil.
Ancaman Nyata bagi Generasi Muda
BNNP Sulsel menegaskan, keberhasilan menggagalkan peredaran sabu seberat 1 kilogram bukan sekadar angka statistik. Dengan jumlah tersebut, narkotika yang disita berpotensi merusak ribuan jiwa, khususnya generasi muda.
Pengungkapan ini menjadi peringatan bahwa ancaman narkotika masih nyata dan terus beradaptasi. Karena itu, selain penindakan hukum, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan melalui pemberian informasi serta penguatan ketahanan sosial terhadap bahaya narkoba.
BNNP Sulsel memastikan proses hukum terhadap RD terus berjalan, sembari memburu aktor-aktor lain yang terlibat dalam jaringan tersebut. Pengungkapan kasus ini diyakini belum berhenti pada satu tersangka. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar