Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Benteng Alla’ Bukan Sekadar Situs, Ada Ingatan dan Pengetahuan yang Harus Diselamatkan

Benteng Alla’ Bukan Sekadar Situs, Ada Ingatan dan Pengetahuan yang Harus Diselamatkan

  • account_circle Basir
  • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID–Sejarah Benteng Alla’ di Kabupaten Enrekang tidak hanya tersimpan pada gerbang dan benda-benda peninggalan masa lalu. Ada pengetahuan lokal, cerita masyarakat, dan ingatan kolektif yang perlu diselamatkan agar tidak terputus dari generasi berikutnya.

Upaya merawat warisan itu dilakukan melalui pameran dokumentasi budaya, pemutaran film dokumenter, dan diskusi budaya yang digelar di Villa Lasharan Garden, Kecamatan Alla’, Kabupaten Enrekang, Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, unsur legislatif, masyarakat adat, pemerintah desa, akademisi, pemerhati budaya, dan generasi muda.

Melalui tiga agenda itu, hasil dokumentasi Situs Sejarah Benteng Alla’ dibawa kembali kepada masyarakat. Tujuannya bukan sekadar memperlihatkan peninggalan sejarah, melainkan memperluas pemahaman publik tentang nilai budaya yang hidup di baliknya.

Dr. Asbar, Ketua Pelaksana Penerima Manfaat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Revitalisasi dan Pelestarian Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Rawan Punah melalui Dokumentasi Kreatif dan Diseminasi Karya di Situs Sejarah Benteng Alla’, Sulawesi Selatan.”

Program tersebut merupakan kolaborasi Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui Program Dana Indonesiana.

“Program ini berupaya memperkuat pelestarian warisan budaya melalui pendekatan dokumentasi kreatif yang tidak hanya merekam keberadaan situs dan objek budaya, tetapi juga menghimpun cerita, pengetahuan lokal, serta ingatan kolektif masyarakat yang melekat di dalamnya,” kata Asbar.

Salah satu bagian penting kegiatan itu adalah pameran dokumentasi yang menampilkan foto dan materi visual mengenai kekayaan sejarah Benteng Alla’. Pengunjung diajak melihat bahwa sebuah situs sejarah tidak cukup dipahami hanya dari keberadaan benda atau bangunannya. Konteks sejarah, nilai, dan cerita yang menyertainya juga menentukan bagaimana warisan tersebut dimaknai.

Pemutaran film dokumenter menjadi cara lain untuk menyampaikan hasil dokumentasi kepada publik. Melalui medium audiovisual, lanskap dan objek bersejarah dipertemukan dengan cerita serta perspektif budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Sejumlah objek yang menjadi perhatian dalam dokumentasi tersebut antara lain Gerbang Benteng Alla’, Issong atau lesung batu, Bubun Disuloi, dan Batu Sitodo’. Keberadaan objek-objek itu memperlihatkan pentingnya menghubungkan peninggalan fisik dengan pengetahuan lokal dan penuturan masyarakat agar pemahaman tentang sejarah Benteng Alla’ menjadi lebih utuh.

Namun, dokumentasi baru menjadi langkah awal. Hasilnya perlu terus dikaji, dipahami, dan dimanfaatkan agar tidak berhenti sebagai kumpulan foto atau film yang hanya ditonton sesaat.

Ketua PH Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Massenrempulu, Ali Syamsu, S.Pd., menilai kerja bersama lintas pihak penting untuk memastikan pelestarian budaya berlangsung secara berkelanjutan.

“Sangat penting untuk membangun sinergitas dan kerja bersama dengan semua pihak dalam menjaga warisan budaya. Melalui aktivitas dokumentasi situs budaya seperti Benteng Alla’ ini, kiranya dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kepedulian dan menumbuhkan komitmen untuk terus menjaga kelestarian warisan budaya,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Waliuddin Tandigau’ dari Pemerintah Desa Benteng Alla’ Utara. Menurut dia, dokumentasi tidak semestinya dibatasi pada rekaman peninggalan fisik, tetapi juga harus menjadi sarana mewariskan nilai dan tatanan peradaban yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

“Dokumentasi dalam perspektif ini bukan sekadar merekam peninggalan fisik, melainkan juga menjaga pengetahuan, nilai, dan ingatan yang membentuk kehidupan masyarakat,” katanya.

Kepala Desa Patongloan, Atto Sainal, yang turut hadir sebagai salah satu tokoh kunci dalam penelusuran sejarah Benteng Alla’, berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk merunut kembali jejak sejarah yang masih tersisa.

Ia mendorong dokumentasi dan penelitian lanjutan agar berbagai informasi yang tersebar di masyarakat dapat ditelusuri, dihubungkan, dan diuji sehingga menghasilkan gambaran sejarah Benteng Alla’ yang lebih utuh.

Dari dokumentasi menuju pendidikan budaya

Persoalan berikutnya adalah bagaimana hasil dokumentasi dapat digunakan setelah kegiatan berakhir. Film dan foto berpotensi menjadi sumber pembelajaran, bahan penelitian, media literasi budaya, serta sarana memperkenalkan sejarah lokal kepada generasi muda.

Aspek tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam diskusi budaya yang menghadirkan dua akademisi dan praktisi pendidikan, yakni Dr. Baharuddin dari Universitas Muhammadiyah Enrekang dan Dr. Fitriyanti Sulaiman.

Diskusi tersebut membahas pemaknaan warisan budaya, pemanfaatan dokumentasi sebagai sumber edukasi, serta peran masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan pelestarian Situs Sejarah Benteng Alla’.

Pengembangan dokumentasi menjadi bahan pendidikan penting agar sejarah lokal tidak hanya tersimpan dalam arsip, tetapi juga masuk ke ruang belajar dan percakapan generasi muda. Dengan cara itu, warisan budaya dapat dipahami sebagai sumber pengetahuan yang relevan bagi kehidupan masa kini.

Keberlanjutan upaya tersebut membutuhkan pembagian peran yang jelas. Pemerintah dan pemerintah desa dapat mendukung kebijakan serta pemanfaatan hasil dokumentasi. Masyarakat adat dan lembaga lokal berperan menjaga pengetahuan dan konteks budaya. Sementara itu, perguruan tinggi dapat memperkuat penelitian, pengarsipan, dan pengembangan materi pembelajaran.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Enrekang, Camat Baroko, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Enrekang, para kepala desa, unsur AMAN Kabupaten Enrekang, akademisi, serta pemerhati budaya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian situs sejarah tidak dapat dibebankan hanya kepada satu lembaga atau kelompok masyarakat. Kolaborasi diperlukan agar dokumentasi yang telah dihasilkan memiliki manfaat lebih luas dan dapat diakses oleh generasi berikutnya.

Bagi Benteng Alla’, tantangan pelestarian tidak berhenti pada upaya mempertahankan objek bersejarah. Pengetahuan yang menjelaskan makna objek tersebut juga perlu dirawat. Tanpa penuturan, penelitian, dan pewarisan yang berkelanjutan, peninggalan fisik berisiko kehilangan sebagian konteks yang membuatnya penting bagi masyarakat.

Diseminasi di Villa Lasharan Garden menjadi salah satu upaya menghubungkan kembali hasil dokumentasi dengan masyarakat pemilik warisan budaya tersebut. Pameran, film dokumenter, dan diskusi membuka ruang bagi publik untuk mengenali, mendiskusikan, serta memikirkan langkah selanjutnya dalam pelestarian.

Pada akhirnya, keberhasilan dokumentasi tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak foto yang tersimpan atau film yang diproduksi. Ukurannya juga terletak pada sejauh mana hasil tersebut memperkuat pengetahuan masyarakat, mendorong penelitian lanjutan, dan diteruskan kepada generasi muda.

Benteng Alla’ menyimpan lebih dari sekadar jejak masa lalu. Di dalamnya terdapat cerita dan identitas yang perlu terus ditafsirkan serta diwariskan. Dokumentasi dapat menjadi jembatan untuk menjaga warisan itu tetap hadir dalam ingatan, pengetahuan, dan kehidupan masyarakat Enrekang.(Ombass)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rutan Malino Lakukan Skrining Kesehatan WBP Baru, Seluruhnya Bebas Penyakit Menular

    Rutan Malino Lakukan Skrining Kesehatan WBP Baru, Seluruhnya Bebas Penyakit Menular

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 282
    • 0Komentar

    MALINO, KBK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Malino melaksanakan skrining kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) baru pada Selasa (29/7/2025). Pemeriksaan ini mencakup deteksi dini HIV, TBC, penyalahgunaan Napza, serta kondisi kesehatan jiwa. Dua tenaga kesehatan dari Rutan Malino memimpin pelaksanaan skrining sebagai langkah preventif untuk memastikan setiap WBP dalam keadaan sehat dan […]

  • Ketua PPDI Terpilih Ajak Sukseskan Posenijar PGRI Sulsel di Sidrap

    Ketua PPDI Terpilih Ajak Sukseskan Posenijar PGRI Sulsel di Sidrap

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Kabarkita.co.id.Sidrap.– Panitia Khusus (Pansus) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Sidenreng Rappang sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah Kabupaten (Musdakab) II PPDI yang berlangsung di Sekolah Inggris Kebun Porang, Desa Talumae. Kegiatan tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan. Musdakab II menghasilkan Muhammad Saharuddin, S.E. sebagai Ketua Formatur Terpilih PPDI Kabupaten Sidenreng Rappang Masa Bakti […]

  • Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto Lakukan Sidak ke Polsek Jajaran, Tegaskan Implementasi Commander Wish SETIA Presisi

    Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto Lakukan Sidak ke Polsek Jajaran, Tegaskan Implementasi Commander Wish SETIA Presisi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 414
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID – Kepala Kepolisian Resor Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H.,S.I.K.,M.H., meluncurkan program kerja unggulan yang tertuang dalam Commander Wish SETIA PRESISI. Program ini merupakan bentuk arahan strategis bagi Polres Enrekang dan seluruh Polsek jajaran guna meningkatkan profesionalisme, pelayanan publik, serta respons terhadap berbagai permasalahan di tengah masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, Kapolres […]

  • Kapolres Enrekang Perkuat Sinergitas dengan Kementerian Haji dan Umrah serta GP Ansor

    Kapolres Enrekang Perkuat Sinergitas dengan Kementerian Haji dan Umrah serta GP Ansor

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 69
    • 0Komentar

    ENREKANG KABAR KITA.CO.ID-— Kapolres Enrekang AKBP Ketut Yoga Saputra, S.I.K., menerima kunjungan dan silaturahmi Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Enrekang sekaligus Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Enrekang, Mukhlis, S.Ag., bertempat di Ruang Kerja Kapolres Enrekang, Mapolres Enrekang, Jumat (21/8/26). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi, membangun sinergitas, serta […]

  • Wabup Sidrap Lepas Karnaval HUT ke-80 RI di Kecamatan Kulo, Semangat dan Kreativitas Warga Tumpah Ruah

    Wabup Sidrap Lepas Karnaval HUT ke-80 RI di Kecamatan Kulo, Semangat dan Kreativitas Warga Tumpah Ruah

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 404
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, secara resmi melepas peserta karnaval dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Kulo, Selasa (12/8/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita itu diikuti pelajar dari berbagai jenjang, mulai TK, SD, MI, SMP, MTs, hingga masyarakat umum se-Kecamatan Kulo. Garis start berada di persimpangan Kaboe, […]

  • Hari Santri Nasional 2025, Sidrap Kirim Doa dan Harapan untuk Korban Pesantren Al Khoziny

    Hari Santri Nasional 2025, Sidrap Kirim Doa dan Harapan untuk Korban Pesantren Al Khoziny

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 204
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Suasana haru menyelimuti Lapangan Ahmad Yani, Kelurahan Lancirang, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (22/10/2025). Ratusan santri, guru, dan tokoh agama larut dalam khidmat saat mengikuti Apel Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sidrap, Hj. Nurkanaah. Momen peringatan yang biasanya diwarnai semangat dan gegap gempita itu […]

expand_less