Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dugaan Penganiayaan Santri, Anak Pimpinan Ponpes Sekaligus Pengajar Dilaporkan ke Polisi

Dugaan Penganiayaan Santri, Anak Pimpinan Ponpes Sekaligus Pengajar Dilaporkan ke Polisi

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK – Dugaan kasus penganiayaan terhadap seorang santri di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kini bergulir ke ranah hukum. Seorang pengajar yang juga disebut merupakan anak pimpinan pondok pesantren bersama seorang pengajar lainnya dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan melakukan penganiayaan terhadap seorang santri berusia 16 tahun.

Dua terlapor berinisial AD (21) dan AR, yang merupakan pengajar di Pondok Pesantren MAIS Enrekang, dilaporkan ke Polsek Panca Rijang atas dugaan penganiayaan terhadap AJ (16), santri Pondok Pesantren Imam Syafi’i Sidrap.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/45/2026/SPKT/SSL/POLRES SIDRAP/SEK.PR. Berdasarkan laporan, korban diduga dipanggil keluar dari asrama bersama saudaranya menuju teras sebelum mengalami dugaan penganiayaan.

Dalam laporan itu disebutkan, AD diduga mematikan lampu terlebih dahulu sebelum memukul korban pada bagian wajah dan kepala menggunakan tangan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar pada bagian mata dan pipi kanan.

Ibu korban mengaku baru mengetahui kejadian yang menimpa anaknya sekitar tiga hari setelah peristiwa berlangsung. Ia mengaku kecewa karena tidak menerima pemberitahuan dari pihak pondok pesantren.

“Saya sangat sesalkan tidak ada pemberitahuan dari pihak pondok kalau anak saya mengalami kejadian seperti ini. Saya baru tahu tiga hari setelah kejadian,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, dugaan penganiayaan terjadi sekitar pukul 00.00 Wita di sebuah rumah kosong dengan kondisi lampu dimatikan.

Ia juga menilai perkara tersebut sempat terkesan ditutup-tutupi karena para terlapor disebut merupakan anak pimpinan pondok pesantren sekaligus pengajar. Atas dasar itu, pihak keluarga memilih menempuh jalur hukum agar kasus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Orang tua korban mengatakan dirinya, korban, dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik. Polisi juga disebut telah mengantongi hasil visum serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, dan menuntaskannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kapolsek Panca Rijang, AKP Abustam, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan penanganan perkara telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sidrap karena korban masih berstatus anak di bawah umur.

“Kasusnya sudah kami limpahkan ke Unit PPA Polres Sidrap untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar AKP Abustam.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun pengelola Pondok Pesantren MAIS Enrekang terkait dugaan penganiayaan tersebut. Berita ini akan diperbarui apabila telah diperoleh tanggapan dari pihak-pihak yang bersangkutan. (GnD)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PESANTREN MBS ENREKANG RAIH MEDALI EMAS DALAM KEJUARAAN TURNAMEN TAPAK SUCI CUP I BUNTU BATU SE KAB ENREKANG

    PESANTREN MBS ENREKANG RAIH MEDALI EMAS DALAM KEJUARAAN TURNAMEN TAPAK SUCI CUP I BUNTU BATU SE KAB ENREKANG

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 313
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID–Rezky Aditya salah satu santri berasal dari Tungka merupakan santri Mts Pesantren MBS Enrekang Kelas IX berhasil mengharumkan nama Pesantren dengan meraih juara I Dilaga pertamanya dalam berkompetisi. Turnamen tapak suci Se Kab Enrekang ini diselenggarakan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Kecamatan Buntu Batu pada hari/tanggal : Sabtu-Ahad, 30-31 Agustus 2025. Ust Annajmu Syuarai Salman […]

  • Dari Kantor Bupati, Wabup Sidrap Ikut Rakor Tindak Lanjut Arahan Presiden

    Dari Kantor Bupati, Wabup Sidrap Ikut Rakor Tindak Lanjut Arahan Presiden

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 91
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur Sulawesi Selatan terkait tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia secara daring, Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti Wabup dari ruang kerjanya di lantai II Kantor Bupati Sidrap. Dalam rakor tersebut, Nurkanaah didampingi Asisten II Patahangi, Kepala Dinas Bina Cipta Karya dan Tata […]

  • BAZNAS Enrekang Hadiri Peluncuran Tiga Balai Ternak Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Barru.

    BAZNAS Enrekang Hadiri Peluncuran Tiga Balai Ternak Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Barru.

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 200
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID — Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Enrekang menghadiri peluncuran tiga Balai ternak di Provinsi Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Peluncuran tiga Balai Ternak di Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Selayar, Barru, dan Enrekang, dengan total bantuan mencapai Rp2.113.245.130 berlangsung di Kantor Bupati Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, […]

  • Polemik Napi Bebas Pakai Gawai di Dalam Tahanan, Aktivis Surati Ditjenpas dan Ombudsman, Minta Kalapas Parepare “Dicopot”

    Polemik Napi Bebas Pakai Gawai di Dalam Tahanan, Aktivis Surati Ditjenpas dan Ombudsman, Minta Kalapas Parepare “Dicopot”

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Arya Maulana
    • visibility 889
    • 0Komentar

    PAREPARE, kabarkita.co.id — Terkait adanya narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang melakukan penipuan online menipu warga dari dalam Lapas, sejumlah aktivis menyurati Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan Ombudsman RI, mereka minta agar Kalapas Parepare, Marten, dicopot. Salah satu aktivis yang menyurati Ditjenpas dan Ombudsman, adalah Ketua DPC LSM […]

  • PENANDATANGANAN DEKLARASI PESANTREN RAMAH ANAK, LANGKAH NYATA ENREKANG MENUJU KABUPATEN LAYAK ANAK

    PENANDATANGANAN DEKLARASI PESANTREN RAMAH ANAK, LANGKAH NYATA ENREKANG MENUJU KABUPATEN LAYAK ANAK

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 42
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID–, Bertempat di Aula Kantor Kementrian Agama Kabupaten Enrekang, dilakukan penandatanganan Deklarasi Pesantren Ramah anak (Senin, 20 Juli 2026). Adapun hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kemenag Kab. Enrekang, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kab. Enrekang, Ketua MUI Kab. Enrekang, Kepala KUA Se Kabupaten Enrekang, Kepala […]

  • Haslindah Syaharuddin Ikuti Rakornas Posyandu, Tegaskan Komitmen Dukung Indonesia Emas 2045

    Haslindah Syaharuddin Ikuti Rakornas Posyandu, Tegaskan Komitmen Dukung Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 229
    • 0Komentar

    JAKARTA, KBK — Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Ny. Haslindah Syaharuddin, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Posyandu 2025 di Jakarta, Senin (22/9/2025). Kegiatan yang digelar Kementerian Dalam Negeri bersama Tim Pembina Posyandu Pusat ini diikuti seluruh ketua TP Posyandu provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Rakornas mengusung tema “Penguatan Peran Posyandu dalam Mendukung Indonesia […]

expand_less