27 Sertifikat Bermasalah di Botto, Warga Minta Kejelasan, BPN Sidrap: Sabar, Tunggu Kami Koordinasi Kembali
- account_circle Uterus
- calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
- visibility 622
- comment 0 komentar

Kasi Survei dan Pengukuran BPN Sidrap, Hady Arman
SIDRAP — Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dijalankan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sidrap awalnya membawa harapan besar bagi masyarakat Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase.
Antusiasme tinggi sempat mengiringi pelaksanaan program ini karena dinilai mampu membantu warga secara ekonomi dan memberikan kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah mereka.
Namun, seiring waktu, optimisme itu berubah menjadi kegelisahan. Sebanyak 27 sertifikat milik warga ditemukan mengalami berbagai masalah, mulai dari salah letak lokasi, ukuran, hingga kesalahan penulisan nama. Total luas tanah yang terdampak dari kekeliruan ini diperkirakan mencapai 50 hektare lebih.
Pengajuan perbaikan telah dilakukan secara resmi oleh pemerintah Desa Botto sejak 19 Mei 2025. Sertifikat-sertifikat bermasalah pun telah dikembalikan ke BPN Sidrap. Namun, hingga dua bulan berlalu, belum ada tindak lanjut nyata yang dirasakan masyarakat.
Salah seorang warga, Andi Sakti Suharto, mengaku kecewa berat atas lambannya proses perbaikan. Menurutnya, berbagai upaya komunikasi sudah dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
“Kami hanya dipingpong dari kantor desa ke BPN. Sudah capek. Bahkan nama saya tertulis di sertifikat orang lain. Ini bukan masalah sepele,” ungkapnya, Selasa (22/7/2025).
Andi juga mengungkap adanya dugaan intimidasi dari salah satu oknum BPN berinisial AR yang menangani kasus ini.
“Dia bilang, ‘Sudahmi saya kerja semua, pak,’ lalu menyinggung soal warga yang harus lewat jalannya. Kalimat itu kami anggap mengandung ancaman,” ( Nellemoga molai lalengge / Majai) tambahnya.
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar