HARGA MATI! Ribuan Warga Sidrap Tumpah Ruah Sambut Kepulangan Syaqira
- account_circle Iful -
- calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
- visibility 56
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK — Kepulangan Syaqira, kontestan cilik Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar, menjadi bukti betapa kuatnya ikatan emosional masyarakat Sidrap terhadap sang idola. Meski langkahnya harus terhenti di babak Top 7, cinta dan kebanggaan warga tidak sedikit pun berkurang. Justru, kepulangannya berubah menjadi lautan dukungan yang menciptakan sejarah baru tentang totalitas masyarakat dalam menyambut putri daerahnya itu.
Totalitas Warga: Menunggu Sejak Pagi Hingga Malam
Sejak kabar kepulangan Syaqira tersebar, antusiasme masyarakat Sidrap meningkat tajam. Ribuan warga rela menunggu sejak pagi hingga malam hari di Rumah Jabatan Bupati Sidrap. Area luar dan dalam pekarangan rujab padat dipenuhi warga yang membawa poster, spanduk, hingga bunga sebagai ungkapan cinta kepada sang “Peri Kecil” yang telah mengharumkan nama daerah.
Padahal, waktu kedatangan Syaqira molor jauh dari perkiraan. Perjalanan Makassar–Sidrap yang biasanya hanya ditempuh 3 jam, membengkak menjadi lebih dari 12 jam akibat banyaknya masyarakat yang menunggu di sepanjang jalur yang dilalui rombongan.
Namun penantian panjang itu tidak menyurutkan semangat warga. Bagi mereka, kehadiran Syaqira bukan sekadar pulangnya seorang penyanyi, tetapi pulangnya simbol harapan dan inspirasi generasi muda Sidrap.
Arak-Arakan Cinta Sepanjang Perjalanan
Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sekitar pukul 09.00 Wita, Syaqira langsung disambut gelombang masyarakat yang menunggu di berbagai titik kabupaten/kota yang ia lewati. Dari Maros, Pangkep, Barru, Parepare, hingga memasuki Kabupaten Sidrap, warga berdiri di pinggir jalan menunggu kehadirannya. Ada yang berteduh di bawah terik matahari, ada pula yang tetap bertahan dalam hujan demi melihat sang idola melintas.
Rombongan meninggalkan bandara pukul 09.30 Wita. Tetapi perjalanan yang seharusnya hanya 3 jam berubah menjadi perjalanan 12 jam yang melelahkan, karena hampir setiap titik dipadati warga yang ingin menyapa.
“Syaqira… Syaqira… Peri Kecil!” teriakan itu menggema sepanjang jalan, menjadi energi tersendiri bagi sang idola.
Bupati Sidrap Turun Langsung Menjemput
Antusiasme warga semakin memuncak ketika mengetahui bahwa Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, turun langsung menjemput Syaqira. Bupati menunggu di perbatasan Parepare–Sidrap, tepatnya di Desa Mattiro Tasi, kemudian mengawal langsung perjalanan menuju Rujab Bupati.
Sepanjang perjalanan, Syaqira dan Bupati Syaharuddin beberapa kali turun dari kendaraan untuk menyapa, menyalami, dan melambaikan tangan kepada warga yang sudah menunggu berjam-jam di tepi jalan.
Kemacetan terjadi di sejumlah titik, terutama saat memasuki kawasan Kota Pangkajene. Namun, semua itu menjadi pemandangan indah tentang tumpah-ruahnya cinta masyarakat Sidrap kepada putri terbaiknya.
Penantian Berjam-Jam yang Dibalut Kebanggaan
Sebagian warga bahkan sudah menunggu di Rujab Bupati sejak pagi, sebelum rombongan berangkat dari Makassar. Mereka bertahan berjam-jam, mulai dari anak-anak hingga orang tua, hanya demi menyambut pulangnya gadis cilik berwajah manis yang kini menjadi ikon kebanggaan Sidrap.
Banyak warga mengaku rela meninggalkan aktivitas penting, mulai dari tidak berjualan hingga menunda pergi ke sawah atau menghadiri acara keluarga. Bagi mereka, Syaqira telah membawa nama Sidrap ke panggung nasional dan memperkenalkan daerahnya kepada jutaan penonton se-Indonesia.
Peri Kecil yang Memenangkan Hati Warga
Meski harus terhenti di panggung DA7, cinta masyarakat Sidrap kepada Syaqira justru makin besar. Mereka bangga, tersentuh, dan merasa bahwa perjuangan Syaqira adalah perjuangan mereka bersama.
Dukungan total ini bukan sekadar euforia sesaat, melainkan pesan kuat bahwa Sidrap akan selalu menjadi rumah hangat bagi putra-putri terbaiknya.
Peri Kecil itu memang tak lagi bersaing di panggung DA7, tetapi ia telah memenangkan panggung hati seluruh masyarakat Sidrap. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar