B2SA Goes to School di SDN 1 Massepe, Ajak Siswa Hidup Sehat dengan Pola Makan Bergizi Seimbang
- account_circle Iful -
- calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
- visibility 129
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK – Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai halaman SDN 1 Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (10/9/2025). Ratusan siswa kompak menyuarakan yel-yel, “Makan enak, makan sehat, makan B2SA, habiskan!”, menandai dimulainya kegiatan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Goes to School.
Acara ini digagas Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Sidrap dengan dukungan penuh lintas sektor. Tujuannya, menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak tentang pentingnya pola makan sehat dan seimbang untuk mendukung tumbuh kembang serta daya tahan tubuh mereka.
Edukasi Gizi Sejak Usia Sekolah
Sejak pagi, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Mereka tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga aktif menjawab kuis interaktif seputar gizi dan pola makan sehat. Anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan pun mendapat hadiah menarik, menambah semarak suasana.
Kegiatan semakin bermakna dengan hadirnya dua dokter spesialis sebagai narasumber utama, yakni dr. Rusdiana, Sp.A., M.Kes. (spesialis anak) dan dr. Andi Azizah, Sp.GK., AIFO-K (spesialis gizi klinik). Keduanya memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya makanan bergizi seimbang, dampak kekurangan gizi terhadap tumbuh kembang anak, serta cara memilih bahan pangan lokal yang sehat.
Menurut dr. Rusdiana, membentuk kebiasaan makan sehat sebaiknya dimulai sejak usia sekolah dasar agar anak terbiasa memilih makanan yang tidak hanya enak, tetapi juga bergizi. Sementara itu, dr. Andi Azizah menekankan bahwa Sidrap memiliki potensi pangan lokal yang sangat melimpah untuk menunjang kebutuhan gizi anak, tinggal bagaimana masyarakat mengolah dan menyajikannya.
Apresiasi dan Dukungan Lintas Sektor
Acara B2SA Goes to School ini turut dihadiri berbagai tokoh dan pejabat daerah. Di antaranya Ketua DWP Sidrap Andi Rieskha Rahmat, Sekretaris TP PKK Hj. Saribulan Muchlis, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) H. Sirajuddin, Sekretaris Dinas Kesehatan Jufri Lande, serta Kabid Ketahanan Pangan DTPHPKP Nurmayani.
Hadir pula Sekcam Tellu Limpoe Muhammad Ridwan, Korwil Disdikbud H. Muhammad Amin, Pengawas Sekolah Bambang Kaston, Plt. Kepala Puskesmas Amparita Sri Rahayu, serta Kepala SDN 1 Massepe Hasnani bersama para guru. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam membangun generasi sehat Sidrap melalui pola makan bergizi.
Dalam sambutannya, Plt. Kadis Disdikbud Sidrap, H. Sirajuddin, yang membuka acara secara resmi, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai, program ini sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Kegiatan ini penting dilakukan di sekolah karena sekolah adalah tempat paling strategis untuk membentuk kebiasaan sehat sejak dini. Edukasi gizi seperti ini juga sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sekolah bukan hanya ruang belajar akademik, tetapi juga wahana pembentukan karakter, termasuk pembiasaan pola hidup sehat.
Dorongan Pemanfaatan Pangan Lokal
Sementara itu, Nurmayani yang mewakili Kepala DTPHPKP Sidrap, menekankan bahwa B2SA Goes to School merupakan salah satu strategi mencegah stunting, obesitas, maupun masalah gizi lainnya pada anak.
“Sidrap memiliki sumber pangan yang beragam mulai dari beras, jagung, telur, ikan, hingga berbagai sayur dan buah. Semua ini bisa memenuhi kebutuhan gizi harian jika dikonsumsi secara seimbang. Yang terpenting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengolah pangan lokal menjadi menu sehat dan menarik bagi anak,” jelasnya.
Menumbuhkan Generasi Sehat dan Cerdas
Dengan terlaksananya B2SA Goes to School di SDN 1 Massepe, diharapkan para siswa dapat menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pola makan sehat. Tidak hanya anak-anak, guru, orang tua, serta masyarakat sekitar juga diharapkan menjadi bagian dari gerakan konsumsi pangan bergizi seimbang.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa membangun generasi yang sehat dan cerdas memerlukan kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, hingga orang tua. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar