BREAKING! Galian Kabel Telkom Tengah Malam “Hantam” Waktu Istirahat Warga Maros, Izin dan Keselamatan Dipertanyakan Suara Breaker dan Genset Menggema di Malam Hari, Warga Minta Aktivitas Galian Diperiksa
- account_circle Iful -
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAROS, KBK — Suara mesin breaker dan genset terdengar menggema di tengah malam di sekitar kawasan Simpang BRI, tepatnya di depan Alfamart–Indomaret, sebelum memasuki jalur dua arah dari arah Pangkep menuju Kota Makassar, Kabupaten Maros, Minggu malam (9/8/2026).
Aktivitas tersebut diketahui berasal dari pekerjaan galian kabel jaringan telekomunikasi Telkom yang berada tidak jauh dari kawasan Polres Maros.
Pembangunan maupun pengembangan jaringan telekomunikasi tentu merupakan bagian dari kebutuhan infrastruktur. Namun, aktivitas pekerjaan pada malam hari dengan penggunaan mesin yang menghasilkan suara cukup keras dikeluhkan sejumlah warga di sekitar lokasi.
Warga mengaku terganggu karena pekerjaan berlangsung pada waktu yang biasanya digunakan masyarakat untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.
“Siang kami beraktivitas, malam waktunya istirahat. Kalau malam justru mesin breaker dan genset yang bekerja, tentu sangat mengganggu,” keluh salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
KENAPA HARUS MALAM HARI?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu keresahan warga.
Mereka mempertanyakan alasan pekerjaan dilakukan pada malam hari. Apakah berkaitan dengan kondisi lalu lintas, target penyelesaian pekerjaan, teknis pelaksanaan, atau terdapat ketentuan tertentu yang memungkinkan pekerjaan dilakukan pada jam tersebut?
Warga berharap pihak pelaksana dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar masyarakat mengetahui alasan pekerjaan dilakukan pada malam hari.
Selain persoalan kebisingan, warga juga meminta instansi terkait memastikan aspek perizinan, jam operasional, metode pengerjaan hingga standar keselamatan selama pekerjaan berlangsung.
“Kalau memang semuanya sudah sesuai aturan, silakan dijelaskan. Masyarakat juga bisa memahami. Yang kami persoalkan adalah kenapa harus malam dan suara mesinnya sangat mengganggu,” ujar warga tersebut.
BUKAN HANYA BISING, BEKAS GALIAN JUGA DISOROT
Perhatian warga tidak hanya tertuju pada aktivitas pekerjaan malam hari.
Kondisi bekas galian setelah pekerjaan dilakukan juga menjadi sorotan. Warga mengaku khawatir apabila lubang galian yang cukup dalam hanya ditutup menggunakan material bekas galian tanpa proses pemadatan dan penanganan teknis yang memadai.
Kekhawatiran tersebut terutama muncul apabila galian berada di sekitar area yang berdekatan dengan badan jalan dan nantinya kembali dilalui kendaraan.
Warga mempertanyakan apakah proses penutupan dan pemadatan telah dilakukan sesuai standar teknis sehingga tidak menimbulkan risiko permukaan tanah turun, rusak, atau membahayakan pengguna jalan di kemudian hari.
Karena itu, warga berharap instansi terkait tidak hanya memastikan pekerjaan pemasangan jaringan berjalan, tetapi juga memperhatikan keselamatan masyarakat selama proses pengerjaan hingga kondisi lokasi benar-benar dikembalikan seperti semula.
POLRES MAROS DIMINTA PERHATIKAN KELUHAN WARGA
Lokasi pekerjaan yang berada tidak jauh dari kawasan Polres Maros turut membuat warga berharap keluhan tersebut mendapat perhatian.
Warga meminta Kapolres Maros bersama instansi terkait dapat menyikapi persoalan tersebut secara objektif apabila memang terdapat laporan masyarakat mengenai aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan.
Namun demikian, warga juga berharap pihak pelaksana diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi mengenai pekerjaan tersebut.
Sejumlah pertanyaan kini menunggu penjelasan dari pihak terkait.
Apakah pekerjaan galian pada malam hari tersebut telah mengantongi izin dan memenuhi ketentuan yang berlaku?
Apakah penggunaan breaker dan genset pada jam istirahat telah mempertimbangkan kondisi masyarakat di sekitar lokasi?
Dan apakah proses penutupan serta pemadatan bekas galian telah dilakukan sesuai standar teknis dan keselamatan?
Jawaban atas pertanyaan tersebut penting agar tidak muncul kesalahpahaman maupun spekulasi di tengah masyarakat.
Sebab, warga menegaskan bahwa mereka tidak sedang menolak pembangunan jaringan telekomunikasi.
Mereka hanya meminta agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan kenyamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat sekitar.
Kini publik menunggu klarifikasi pihak pelaksana dan langkah instansi terkait untuk memastikan aktivitas pekerjaan tersebut berjalan sesuai ketentuan.
Apakah keluhan warga akan segera ditindaklanjuti, atau suara breaker di tengah malam akan terus menjadi “alarm” yang membangunkan warga Maros?
- Penulis: Iful -


Saat ini belum ada komentar