Bupati Enrekang Lantik 5 Pimpinan Baznas Periode 2026-2031,
- account_circle Basir
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID–Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga melantik lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang untuk masa jabatan 2026-2031, Selasa (7/7/2026).
Pelantikan berlangsung di ruang Pola Kantor Bupati Enrekang.
Kelima pimpinan Baznas Enrekang yang dilantik ini ialah yakni Siswandi Mazmur sebagai Ketua, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan M. Yusrifai Yunus, kemudian Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Arsil Bagenda, selanjutnya Ahmad Yani Siri sebagai Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, dan Muhammad Samsani Hasbullah sebagai Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum.
Sambutan bupati enrekang Yusuf Ritangnga menegaskan bahwa jabatan pimpinan Baznas jabatan amanah dan <span;>ini adalah tugas mulia sekaligus tugas yang dipertanggungjawabkan kelak.
Yang pasti tugas ini sangat berat, bagaimana kita mengelola zakat, infak, dan sedekah, bagaimana kita mengelola amanah dari ribuan masyarakat Kabupaten Enrekang,” ujar Yusuf Ritangnga.
Ia menyebut potensi zakat di Enrekang sangat besar, berasal dari hasil pertanian, perkebunan, dan sektor lainnya. Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak ringan.
Harapan masyarakat yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah ke Baznas semoga disalurkan dengan baik sesuai ketentuan syariat. Tugas jajaran Baznas adalah bagaimana memberi pemahaman pentingnya membayar zakat,” tambahnya.
Yusuf Ritangnga juga mengungkapkan kondisi keuangan daerah yang sedang terbatas, sementara kebutuhan warga sangat tinggi.
Kondisi keuangan Kabupaten Enrekang sangat lemah. Kita punya kewajiban di masyarakat, banyak fakir miskin, banyak anak sekolah tidak mampu, dan stunting masih tinggi. Kemampuan APBD sangat minim. Semoga dengan hadirnya pimpinan Baznas baru, ini memberikan solusi dan manfaat nyata di masyarakat,” tuturnya.
Atas nama pemerintah daerah, Yusuf Ritangnga menyampaikan selamat kepada seluruh pimpinan Baznas yang baru dilantik dan berharap mereka dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu, Ketua Baznas Provinsi Sulawesi Selatan Muh. Khidri Alwi yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa amanah kepemimpinan Baznas bukan sekadar jabatan, melainkan pengabdian yang akan dipertanggungjawabkan secara lahir dan batin.
Ini amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, di hadapan manusia, dan di hadapan masyarakat Kabupaten Enrekang,” kata Khidri.
Ia menegaskan, keberhasilan Baznas sangat ditentukan oleh kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas kabupaten.
Keberhasilan Baznas bukan ditentukan hebatnya para pimpinan, tetapi sangat ditentukan oleh kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas kabupaten.
Ketika pemerintah dan Baznas berjalan seiring, kekuatan pembangunan sosial akan lebih besar,” ujarnya.
Khidri meminta pemerintah daerah agar terus memberikan dukungan penuh terhadap penguatan Baznas sebagai mitra strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Baznas harus menjadi mitra strategis, perpanjangan tangan pemerintah dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat miskin, pemberdayaan ekonomi, stunting, bantuan pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, hingga penguatan ekonomi produktif. Potensi zakat di kabupaten sangat besar, ini harus dikelola profesional,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada lima pimpinan Baznas yang baru agar menjaga integritas dan kepercayaan publik.
Bangunlah integritas. Amanah umat hanya akan tumbuh dari Baznas jika Baznas dipercaya. Kepercayaan adalah modal besar lembaga ini. Bekerjalah secara profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis data.
Setiap rupiah zakat harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan dampak nyata bagi para mustahik,” pesannya.
Khidri juga mendorong agar Baznas tidak sekadar menunggu masyarakat datang, melainkan aktif mendekati warga dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam berbagai program sosial.
Jangan menunggu masyarakat datang ke Baznas, Baznaslah yang harus hadir di tengah masyarakat.
Jadikan Baznas sebagai lembaga yang tepat, jangan hanya menyerukan zakat secara konsumtif, tetapi dorong zakat produktif yang mampu mengangkat mustahik menjadi muzakki,” ucapnya.
Ia menambahkan, Baznas Kabupaten Enrekang merupakan bagian dari sistem nasional yang harus selaras dengan kebijakan Baznas RI, Baznas Provinsi, dan pemerintah daerah.
Pelantikan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, pemerintah daerah, Kementerian Agama Enrekang, jajaran Baznas Enrekang, instansi vertikal, BUMD, BUMN, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(OMBASS)
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar