Edy Basri Kembali Nahkodai IWO Sidrap 2025–2030: Musda Pertama Jadi Tonggak Regenerasi dan Strategi Baru Organisasi
- account_circle Iful -
- calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
- visibility 163
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK– Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatat sejarah baru dengan sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I Tahun 2025. Agenda akbar yang berlangsung di lantai 2 Hotel Grand Sidny Pangkajene, Rabu (24/9/2025) itu, bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan tonggak baru perjalanan organisasi pers di Bumi Nene Mallomo.
Melalui forum tertinggi organisasi tingkat daerah ini, Edy Basri kembali ditetapkan sebagai Ketua IWO Sidrap periode 2025–2030. Ia dipercaya melanjutkan kepemimpinan setelah sebelumnya memimpin selama 921 hari, sejak dilantik pada Maret 2023 oleh Ketua IWO Sulawesi Selatan, Zulkifli Tahir.
Pemilihan Penuh Kedewasaan, Berjalan Tanpa Ketegangan
Menariknya, proses pemilihan ketua berlangsung dalam suasana yang jauh dari ketegangan. Sejak awal, Edy Basri menekankan bahwa Musda ini bukan ajang perebutan kekuasaan, melainkan ruang demokrasi yang terbuka bagi semua anggota.
Ia bahkan meminta pimpinan sidang untuk membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anggota yang ingin maju sebagai calon ketua. Sikap itu membuat suasana forum cair dan dinamis. Tercatat tiga nama sempat muncul sebagai bakal calon ketua. Namun, melalui dinamika sidang yang penuh musyawarah, pilihan peserta kembali mengerucut pada Edy Basri. Akhirnya, keputusan aklamasi pun diambil secara bulat.
“Kalau ada yang maju selain saya, justru itu keberhasilan kita dalam membentuk regenerasi. Organisasi ini harus terbuka, inklusif, dan siap melahirkan pemimpin baru,” tegas Edy Basri usai ditetapkan kembali.
Rekam Jejak Kepemimpinan Edy Basri
Selama periode pertamanya, pria yang juga menjabat Pimpinan Redaksi Katasulsel.com ini dinilai berhasil membangun fondasi organisasi. IWO Sidrap yang sebelumnya masih mencari bentuk, kini sudah berkembang menjadi komunitas jurnalis online yang solid dengan keanggotaan mencapai 50 orang.
Berbagai kegiatan internal maupun eksternal dijalankan, mulai dari pelatihan jurnalistik, diskusi publik, hingga kerja sama strategis dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Hal inilah yang membuat eksistensi IWO Sidrap makin dikenal luas, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional.
Musda Pertama, Lahirkan Program Strategis 2025–2030
Tak hanya memilih ketua, Musda I juga menghasilkan rumusan program kerja strategis untuk lima tahun ke depan. Arah kebijakan organisasi ditekankan pada tiga hal utama:
- Peningkatan kapasitas wartawan online melalui pelatihan, workshop, dan pendidikan berkelanjutan.
- Penguatan profesionalisme jurnalis, agar produk jurnalistik yang dihasilkan sesuai kaidah pers yang independen dan berimbang.
- Membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat, sehingga peran pers tidak hanya sebatas kontrol sosial, tetapi juga mitra pembangunan.
Laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025, pembahasan tata tertib, hingga sidang pleno berjalan tertib dan sesuai mekanisme. Hal itu memperlihatkan kedewasaan IWO Sidrap dalam berdemokrasi dan bermusyawarah.
Penutupan Penuh Harapan
Rangkaian Musda ditutup dengan pengesahan hasil sidang pleno, penandatanganan berita acara, serta foto bersama seluruh peserta. Suasana kebersamaan semakin menegaskan bahwa IWO Sidrap kini memasuki babak baru dengan semangat kolektif.
Bagi para jurnalis di daerah ini, Musda I bukan sekadar forum formalitas, melainkan momentum sejarah. Dengan kembali terpilihnya Edy Basri, organisasi pers ini diharapkan mampu menjaga independensi, bersikap kritis, dan tetap konstruktif dalam setiap karya jurnalistiknya.
Musda I IWO Sidrap pun meninggalkan pesan penting: regenerasi adalah kunci, sinergi adalah jalan, dan profesionalisme adalah tujuan. Dari forum inilah, IWO Sidrap menatap masa depan dengan fondasi yang semakin kokoh. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar