Syaqira Terbang Tinggi ke 7 Besar DA7, Dukungan Sidrap Menggema di Jakarta Dari Sorak Penonton hingga Gift “The Bos Sultan”, Semangat Bugis–Makassar Menyala di Studio Indosiar
- account_circle Iful -
- calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
- visibility 73
- comment 0 komentar

JAKARTA, KBK — Langkah kontestan asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Syaqira, kembali menorehkan sejarah di panggung Dangdut Academy (DA) 7 Indosiar. Dalam malam result show, Rabu (13/11/2025), Syaqira sukses mengamankan posisi 7 besar, menegaskan eksistensinya sebagai salah satu talenta muda dangdut paling bersinar saat ini.
Suasana studio Indosiar malam itu pecah oleh sorak-sorai dan air mata haru. Para pendukung Syaqira yang datang dari berbagai daerah—termasuk rombongan besar dari Kabupaten Wajo yang dipimpin H. Ibnu Hajar, anggota DPRD Fraksi Gerindra—tampak memenuhi area penonton dengan semangat luar biasa.
Bahkan sejumlah pengusaha tambang nikel asal Sulawesi yang dikenal loyal terhadap dunia seni dan sosial ikut hadir memberikan dukungan moral dan finansial. Mereka sempat melakukan aksi “DBOS for Syaqira” (Donasi Bersama Orang Sulsel), yaitu gerakan solidaritas berbagi rezeki melalui gift virtual demi memperkuat perolehan suara sang idola.
Dukungan Total dari Bupati Sidrap
Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif, S.I.P., M.M., mengungkapkan rasa bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Syaqira bukan hanya buah kerja keras pribadi, tetapi juga simbol kekompakan dan solidaritas masyarakat Bugis–Makassar.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah mendoakan, mendukung, bahkan berbagi rezeki untuk Syaqira. Ini bukti bahwa solidaritas kita, terutama warga Sidrap dan Sulsel, tetap hidup dan nyata,” ujar Bupati Syaharuddin Alrif dalam keterangannya.
Di Balik Layar: Peran Kaka IJ dan Komunitas Syaqira Lovers
Kesuksesan ini juga tak lepas dari tangan dingin H. Ilham Junaedy atau Kaka IJ, sosok energik yang menjadi motor penggerak Syaqira Lovers—komunitas pendukung yang tersebar di berbagai kota besar Indonesia.
“Ini bukan sekadar dukungan untuk satu individu, tapi tentang semangat daerah dan kebersamaan. Kami ingin menunjukkan bahwa Bugis–Makassar bisa bersinar di panggung nasional dengan cara elegan dan penuh rasa hormat,” tutur Kaka IJ.
Kolaborasi dan Semangat Lokal
Dalam momentum tersebut, hadir pula Kastani Arsyad, SE., MM. dan Saleh, SE., pemilik PT AA Community, perusahaan pertambangan nikel dan tenaga kerja asing. Mereka menjadi representasi wirausaha muda Sulsel yang peduli terhadap pengembangan bakat daerah.
“Dunia industri dan seni tidak harus berjalan sendiri. Kami ingin berkontribusi mengangkat nama Sidrap dan Sulawesi Selatan lewat dukungan moral dan sosial,” ujar Kastani.
Harapan dari Studio ke Nusantara
Dengan raihan gift tertinggi pada malam result, Andi Syaqira membuktikan bahwa ketulusan dan kerja keras mampu menembus sekat popularitas. Ia kini menjadi simbol generasi muda Bugis yang membawa pesan toleransi, kesopanan, dan daya juang tinggi ke level nasional.
Malam itu, Jakarta seolah berubah menjadi Sidrap kedua. Dari sorak “Syaqira Ewako, Syaqira Alakooo…” hingga tarian khas Bugis yang mengiringi momen pengumuman, semuanya menjadi catatan emosional tentang bagaimana seni bisa menyatukan lintas profesi, daerah, dan lapisan sosial.
Penutup
Dengan langkah mantap menuju babak 7 besar, Syaqira bukan hanya mengharumkan nama Sidrap, tetapi juga menyalakan kembali api kebersamaan warga Sulawesi Selatan di panggung nasional.
Sebuah pembuktian bahwa ketulusan, dukungan, dan budaya Bugis–Makassar dapat bersinar seterang bintang Indosiar. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar