Ritual Adat Tandai Dimulainya Pembangunan Jembatan Aramco Penghubung Desa Kaluppini dan Desa Tokkonan
- account_circle Basir
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID – Desa Kaluppini yang dikenal sebagai salah satu desa adat di Kabupaten Enrekang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur. Di tengah perkembangan zaman dan modernisasi, masyarakat adat Kaluppini tetap mempertahankan berbagai ritual adat sebagai bagian dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu bentuk pelestarian tradisi tersebut terlihat dalam pelaksanaan ritual adat yang digelar sebelum dimulainya pembangunan Jembatan Aramco yang akan menghubungkan Desa Kaluppini dengan Desa Tokkonan, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang.
Babinsa Koramil 1419-02/Enrekang, Sertu Salehuddin, yang turut melaksanakan pendampingan kegiatan tersebut menjelaskan bahwa ritual adat merupakan bagian penting yang harus dilaksanakan sebelum memulai suatu pembangunan di wilayah adat Kaluppini. Kegiatan tersebut dipimpin oleh salah satu pemangku adat Desa Kaluppini, Ambo Dewi, serta dihadiri tokoh adat dan masyarakat setempat.
Menurut Sertu Salehuddin, sebelumnya Komandan Kodim 1419/Enrekang, Letkol Inf Hendra Kusuma Wijaya, S.Sos., M.M., telah meninjau langsung lokasi yang akan menjadi titik pembangunan Jembatan Aramco. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus mendukung percepatan pembangunan sarana penghubung yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Hari ini dilaksanakan ritual adat sebagai tanda bahwa pembangunan Jembatan Aramco akan segera dimulai. Setelah pelaksanaan ritual, langkah awal yang akan dilakukan adalah mendrop atau mengirimkan berbagai kebutuhan material dan perlengkapan yang diperlukan untuk proses pembangunan,” ujar Sertu Salehuddin.
Pembangunan Jembatan Aramco ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi dan mobilitas masyarakat antara Desa Kaluppini dan Desa Tokkonan, sehingga mampu mendukung aktivitas perekonomian, pendidikan, serta pelayanan sosial masyarakat di kedua wilayah tersebut.
Melalui sinergi antara TNI, pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat, pembangunan yang dilaksanakan tetap menghormati nilai-nilai budaya serta tradisi lokal.(Ombass)
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar