H. Purmadi Muin: Kami Ingin SMSI Jadi Rumah Besar Pers di Sidrap
- account_circle Iful -
- calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
- visibility 213
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) resmi melebarkan sayapnya di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Kehadiran organisasi ini menandai babak baru bagi media siber di Bumi Nene Mallomo yang kini memiliki wadah resmi untuk tumbuh, berkolaborasi, dan memperjuangkan independensi pers di era digital.
Ketua SMSI Sidrap, H. Purmadi Muin, S.H., menyebut kehadiran SMSI bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan momentum penting dalam membangun tradisi pers yang sehat, kredibel, dan profesional. “Kami ingin SMSI menjadi rumah besar bagi seluruh media siber di Sidrap. Bukan hanya tempat berkumpul, tapi juga ruang penguatan agar media mampu menjalankan peran sejatinya sebagai pilar demokrasi,” tegas Purmadi saat ditemui di Sidrap, Rabu (10/9/2025).

Tantangan Media Siber di Era Digital
Menurut Purmadi, tantangan media siber saat ini semakin kompleks. Jika dulu ukuran kejayaan media ditentukan oleh kecepatan menyajikan berita, kini masyarakat lebih menuntut kualitas, akurasi, dan integritas. “Kecepatan memang penting, tetapi tanpa kualitas, berita akan mudah ditinggalkan pembaca. Karena itu, SMSI hadir untuk mendorong media agar lebih profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.
SMSI Sidrap pun telah menyusun agenda strategis untuk jangka pendek maupun panjang. Di antaranya adalah pelatihan jurnalis siber, peningkatan kapasitas redaksi menghadapi disrupsi digital, serta penguatan jejaring media lokal dengan pemerintah dan swasta.
“Kami ingin media lokal tidak hanya menulis berita, tapi juga mampu menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Itulah sebabnya kami juga membuka ruang kolaborasi dengan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif berbasis digital,” tambahnya.
Advokasi, Literasi, dan Perlindungan Hukum
Lebih jauh, SMSI Sidrap juga memberi perhatian pada aspek perlindungan hukum serta advokasi bagi para anggotanya. Menurut Purmadi, organisasi pers tidak boleh hanya sibuk mengurus program, tetapi juga harus memastikan para anggotanya merasa aman dalam bekerja.
“Banyak media berjalan sendiri-sendiri tanpa dukungan organisasi. Dengan SMSI, kita ingin menghadirkan kekuatan kolektif agar media siber di Sidrap bisa bekerja dengan lebih independen dan berwibawa,” tegasnya.
Selain itu, SMSI Sidrap juga akan meluncurkan program literasi digital bagi masyarakat. Tujuannya adalah membangun kesadaran publik agar lebih cerdas dalam memilah informasi. “Di tengah banjir informasi dan hoaks, masyarakat harus kritis. Kalau publik bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak, maka media yang kredibel juga akan semakin dihargai,” jelas Purmadi.
Dari Sidrap untuk Indonesia
Optimisme itu jelas terpancar dari nada bicara Purmadi. Ia meyakini SMSI Sidrap bukan hanya hadir untuk mengurus kepentingan internal media, tetapi juga untuk ikut mewarnai pembangunan daerah. Menurutnya, pers yang sehat akan melahirkan komunikasi pembangunan yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
“Kami tidak ingin SMSI hanya sekadar papan nama. Kami ingin keberadaannya memberi manfaat nyata bagi Sidrap, baik untuk media, pemerintah, maupun masyarakat luas. Dari Sidrap, kita ingin menunjukkan bahwa media daerah bisa berkontribusi bagi Indonesia,” pungkasnya.
Sebagai informasi, SMSI merupakan organisasi perusahaan pers siber terbesar di Indonesia yang telah resmi menjadi konstituen Dewan Pers sejak 2020. Dengan kehadiran cabang di Sidrap, harapan pun menguat bahwa media siber di daerah bisa naik kelas, lebih bermartabat, dan menjadi bagian penting dari ekosistem demokrasi digital di Tanah Air. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar