Kemenag Sidrap Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah
- account_circle Iful -
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- visibility 48
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK — Konsep Kurikulum Berbasis Cinta yang belakangan menjadi sorotan di dunia pendidikan disebut bukan hal baru bagi madrasah. Nilai-nilai yang diusung dalam kurikulum tersebut dinilai telah lama menjadi “DNA” dalam sistem pendidikan madrasah.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang, Fitriadi, saat membuka Workshop Kurikulum Berbasis Cinta yang digelar di Perguruan DDI Amparita, Selasa (3/3/2026).
Workshop tersebut diikuti tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari RA, MI, MTs hingga MA. Dalam sambutannya, Fitriadi menegaskan bahwa madrasah sejak awal berdiri telah mengedepankan nilai-nilai kasih sayang, keteladanan, hingga moderasi beragama dalam proses pendidikan.
“Madrasah sesungguhnya sudah lama menerapkan Kurikulum Cinta. Nilai akhlak, adab, toleransi, dan kasih sayang sudah menjadi bagian dari sistem pendidikan kita,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan workshop ini menjadi momentum penting untuk melakukan penyelarasan kembali terhadap praktik-praktik baik yang selama ini telah berjalan di madrasah.
Fitriadi menjelaskan, pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan peserta didik bukan sekadar objek pembelajaran, melainkan subjek yang dihargai martabatnya. Dalam konsep tersebut, guru didorong untuk membimbing siswa melalui keteladanan serta membangun lingkungan belajar yang lebih humanis.
Ia menilai pendekatan itu juga sejalan dengan arah transformasi pendidikan yang kini menitikberatkan pada pembentukan karakter, integritas, dan empati sosial.
“Peserta didik dibimbing untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat, berintegritas, sekaligus memiliki kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.
Workshop ini juga menjadi ruang diskusi bagi para guru untuk memperdalam implementasi kurikulum berbasis nilai kasih sayang, baik dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun dalam budaya madrasah sehari-hari.
Sejumlah materi yang dibahas dalam forum tersebut di antaranya strategi pembelajaran yang ramah siswa, penguatan budaya madrasah inklusif, hingga metode pendidikan karakter berbasis keteladanan.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Sidrap berharap madrasah semakin memperkuat perannya sebagai ruang pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan nilai-nilai kemanusiaan. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar