Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lapangan Rusak, Josi Dorong Pemda Kembalikan Ruang Olahraga Pemuda Ledan

Lapangan Rusak, Josi Dorong Pemda Kembalikan Ruang Olahraga Pemuda Ledan

  • account_circle Basir
  • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ENREKANG,KABAR KITS.CO.ID— Lapangan sepak bola di Desa Ledan, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Lapangan yang menjadi salah satu ruang aktivitas olahraga bagi pemuda setempat itu mengalami kerusakan setelah terdampak bencana alam beberapa tahun lalu.

Dengan luas sekitar 40×70 meter, lapangan tersebut terbilang cukup luas dan selama ini menjadi tempat anak-anak dan pemuda Desa Ledan bermain sekaligus berlatih sepak bola.

Namun, kondisi lapangan yang rusak membuat aktivitas tersebut perlahan terhenti. Para pemuda kini tidak lagi memiliki fasilitas yang layak untuk melakukan latihan secara rutin.

Kondisi itu mendapat perhatian dari salah satu pemuda Desa Ledan, Josi. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Enrekang dapat melihat persoalan tersebut sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat yang perlu dicarikan jalan keluarnya. Rabu, (23/9/2026)

Menurut Josi, keberadaan lapangan tersebut memiliki nilai penting karena bukan hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga ruang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat.

Ia mencontohkan dua putra asli Desa Ledan yang sejak kecil berlatih di lapangan tersebut dan kini berhasil lolos seleksi GASMA.

“Kalau kita melihat dari potensi anak-anak muda di Desa Ledan, sebenarnya kita punya bibit. Dua putra asli Desa Ledan yang sejak kecil berlatih di lapangan ini sudah bisa lolos seleksi GASMA. Ini tentu menjadi hal yang patut kita syukuri sekaligus kita dorong bersama,” kata Josi.

Menurutnya, capaian tersebut seharusnya menjadi perhatian bersama agar pembinaan olahraga di tingkat desa tetap memiliki ruang untuk berkembang.

“Jangan sampai anak-anak kita punya semangat dan kemampuan, tetapi ruang untuk berlatih justru tidak tersedia. Saya kira ini bukan hanya menjadi kebutuhan pemuda, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam membangun generasi muda di desa,” ujarnya.

Josi memahami bahwa perbaikan fasilitas membutuhkan kebijakan dan penganggaran dari pemerintah. Terlebih, lapangan tersebut merupakan aset Pemerintah Daerah sehingga tidak dapat begitu saja diperbaiki menggunakan Dana Desa.

Karena itu, ia berharap Pemkab Enrekang dapat mengambil peran dalam mencarikan solusi terhadap kondisi lapangan tersebut.

“Kalau melihat statusnya sebagai aset Pemda, tentu kami memahami bahwa ada mekanisme yang harus ditempuh. Karena itu, kami berharap pemerintah daerah bisa melihat kondisi ini dan mencari ruang untuk melakukan perbaikan,” katanya.

Ia menilai, perbaikan lapangan tidak harus dilakukan melalui pembangunan besar atau menjadikannya lapangan berstandar profesional. Untuk tahap awal, penimbunan dan perataan pada bagian yang mengalami kerusakan dinilai sudah cukup untuk mengembalikan fungsi lapangan.

“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kalau untuk sementara lapangan ini bisa ditimbun dan diratakan sehingga kembali layak digunakan, tentu itu sudah sangat berarti bagi anak-anak muda di Desa Ledan,” tutur Josi.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut justru dapat menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan.

“Kami yakin pemerintah daerah punya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat sampai ke desa-desa. Karena itu, kami berharap persoalan lapangan ini bisa menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dan dicarikan solusi bersama,” katanya.

Josi juga berharap aset pemerintah yang berada di Desa Ledan tidak dibiarkan dalam kondisi rusak dan akhirnya kehilangan fungsi.

“Pada prinsipnya, kami hanya ingin aset yang sudah ada ini bisa kembali memberikan manfaat. Kalau lapangannya diperbaiki, manfaatnya bukan hanya untuk pemuda, tetapi juga untuk anak-anak dan masyarakat Desa Ledan secara umum,” ujarnya.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat terus dibangun sehingga persoalan tersebut dapat ditangani secara bertahap.

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa duduk bersama melihat persoalan ini. Kami siap mendukung dan berkomunikasi jika memang ada langkah yang bisa kita dorong bersama untuk mengembalikan fungsi lapangan ini,” pungkasnya.Lapangan Rusak, Josi Dorong Pemda Kembalikan Ruang Olahraga Pemuda Ledan

 

ENREKANG— Lapangan sepak bola di Desa Ledan, Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Lapangan yang menjadi salah satu ruang aktivitas olahraga bagi pemuda setempat itu mengalami kerusakan setelah terdampak bencana alam beberapa tahun lalu.

 

Dengan luas sekitar 40×70 meter, lapangan tersebut terbilang cukup luas dan selama ini menjadi tempat anak-anak dan pemuda Desa Ledan bermain sekaligus berlatih sepak bola.

 

Namun, kondisi lapangan yang rusak membuat aktivitas tersebut perlahan terhenti. Para pemuda kini tidak lagi memiliki fasilitas yang layak untuk melakukan latihan secara rutin.

 

Kondisi itu mendapat perhatian dari salah satu pemuda Desa Ledan, Josi. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Enrekang dapat melihat persoalan tersebut sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat yang perlu dicarikan jalan keluarnya. Rabu, (23/9/2026)

 

Menurut Josi, keberadaan lapangan tersebut memiliki nilai penting karena bukan hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga ruang bagi anak-anak muda untuk mengembangkan bakat.

 

Ia mencontohkan dua putra asli Desa Ledan yang sejak kecil berlatih di lapangan tersebut dan kini berhasil lolos seleksi GASMA.

 

“Kalau kita melihat dari potensi anak-anak muda di Desa Ledan, sebenarnya kita punya bibit. Dua putra asli Desa Ledan yang sejak kecil berlatih di lapangan ini sudah bisa lolos seleksi GASMA. Ini tentu menjadi hal yang patut kita syukuri sekaligus kita dorong bersama,” kata Josi.

 

Menurutnya, capaian tersebut seharusnya menjadi perhatian bersama agar pembinaan olahraga di tingkat desa tetap memiliki ruang untuk berkembang.

 

“Jangan sampai anak-anak kita punya semangat dan kemampuan, tetapi ruang untuk berlatih justru tidak tersedia. Saya kira ini bukan hanya menjadi kebutuhan pemuda, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam membangun generasi muda di desa,” ujarnya.

 

Josi memahami bahwa perbaikan fasilitas membutuhkan kebijakan dan penganggaran dari pemerintah. Terlebih, lapangan tersebut merupakan aset Pemerintah Daerah sehingga tidak dapat begitu saja diperbaiki menggunakan Dana Desa.

 

Karena itu, ia berharap Pemkab Enrekang dapat mengambil peran dalam mencarikan solusi terhadap kondisi lapangan tersebut.

 

“Kalau melihat statusnya sebagai aset Pemda, tentu kami memahami bahwa ada mekanisme yang harus ditempuh. Karena itu, kami berharap pemerintah daerah bisa melihat kondisi ini dan mencari ruang untuk melakukan perbaikan,” katanya.

 

Ia menilai, perbaikan lapangan tidak harus dilakukan melalui pembangunan besar atau menjadikannya lapangan berstandar profesional. Untuk tahap awal, penimbunan dan perataan pada bagian yang mengalami kerusakan dinilai sudah cukup untuk mengembalikan fungsi lapangan.

 

“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kalau untuk sementara lapangan ini bisa ditimbun dan diratakan sehingga kembali layak digunakan, tentu itu sudah sangat berarti bagi anak-anak muda di Desa Ledan,” tutur Josi.

 

Menurutnya, langkah sederhana tersebut justru dapat menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan.

 

“Kami yakin pemerintah daerah punya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat sampai ke desa-desa. Karena itu, kami berharap persoalan lapangan ini bisa menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dan dicarikan solusi bersama,” katanya.

 

Josi juga berharap aset pemerintah yang berada di Desa Ledan tidak dibiarkan dalam kondisi rusak dan akhirnya kehilangan fungsi.

 

“Pada prinsipnya, kami hanya ingin aset yang sudah ada ini bisa kembali memberikan manfaat. Kalau lapangannya diperbaiki, manfaatnya bukan hanya untuk pemuda, tetapi juga untuk anak-anak dan masyarakat Desa Ledan secara umum,” ujarnya.

 

Ia berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat terus dibangun sehingga persoalan tersebut dapat ditangani secara bertahap.

 

“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa duduk bersama melihat persoalan ini. Kami siap mendukung dan berkomunikasi jika memang ada langkah yang bisa kita dorong bersama untuk mengembalikan fungsi lapangan ini,” pungkasnya.(Ombass)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UNIMEN Terapkan UAS Berbasis Proyek, Mahasiswa Pascasarjana Bangun Produk dan Model Bisnis Pendidikan

    UNIMEN Terapkan UAS Berbasis Proyek, Mahasiswa Pascasarjana Bangun Produk dan Model Bisnis Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 81
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID– – Ujian Akhir Semester (UAS) di Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) berlangsung dengan cara yang tidak lazim. Alih-alih mengerjakan soal tertulis di ruang kelas, mahasiswa justru mempresentasikan berbagai gagasan bisnis dan inovasi pendidikan melalui Mini Exhibition Ide Kewirausahaan Pendidikan yang digelar di Aula Kampus I UNIMEN, Jumat (24/7/2026). Pameran […]

  • Renovasi Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Desa Pattondon Salu Capai 100 Persen

    Renovasi Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Desa Pattondon Salu Capai 100 Persen

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 55
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-– Renovasi Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang berada di Desa Pattondon Salu, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, kini telah mencapai progres 100 persen. Rampungnya renovasi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat yang selama ini mengandalkan jembatan sebagai akses penghubung dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Minggu 16/08/2026 Jembatan Perintis Garuda Merah Putih merupakan salah satu […]

  • Kejari Sidrap Dorong Pemerintahan Bersih Lewat Digitalisasi dan Edukasi Hukum

    Kejari Sidrap Dorong Pemerintahan Bersih Lewat Digitalisasi dan Edukasi Hukum

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 432
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidenreng Rappang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan di tingkat kelurahan. Melalui program “Jaksa Garda Desa/Kelurahan”, Kejari Sidrap menggelar penyuluhan hukum kepada seluruh camat dan lurah se-Kabupaten Sidrap, Rabu (16/7/2025), bertempat di Aula PLHUT Kantor Kementerian Agama Sidrap. Kegiatan ini merupakan implementasi Instruksi […]

  • Kemenag Sidrap Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

    Kemenag Sidrap Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 113
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Konsep Kurikulum Berbasis Cinta yang belakangan menjadi sorotan di dunia pendidikan disebut bukan hal baru bagi madrasah. Nilai-nilai yang diusung dalam kurikulum tersebut dinilai telah lama menjadi “DNA” dalam sistem pendidikan madrasah. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang, Fitriadi, saat membuka Workshop Kurikulum Berbasis Cinta yang digelar di […]

  • Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1404/Pinrang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Desa Tanratuo

    Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1404/Pinrang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga Desa Tanratuo

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 60
    • 0Komentar

    PINRANG,KABAR KITA.CO.ID–Tim Kesehatan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1404/Pinrang terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga di Desa Tanratuo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sabtu (25/07/2026). Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kondisi kesehatan umum, konsultasi medis, serta pemberian obat sesuai dengan keluhan warga. […]

  • Kasat Lantas Polres Enrekang Bersama Staf Sat Lantas  Melaksanakan Kegiatan Safari  Subuh  Di Mesjid Nurul Muttahid Bunu Anggeraja.

    Kasat Lantas Polres Enrekang Bersama Staf Sat Lantas  Melaksanakan Kegiatan Safari  Subuh  Di Mesjid Nurul Muttahid Bunu Anggeraja.

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Basir
    • visibility 15
    • 0Komentar

    ENREKANG – KABAR KITA.CO.ID- Kasat Lantas Polres Enrekang AKP MUH. ALI, S.Sos bersama Kanit Gakkum dan Staf Sat Lantas didampingi Bhabinkamtibmas Desa Bunu Ke.Anggeraja Kab.Enrekang melaksanakan kegiatan Safari Subuh  bersama masyarakat dan jemaah dimesjid Nurul Muttahid Bunu Kecamatan .Anggeraja Kabupaten .Enrekang. sabtu, ( 17/10/2026) subuh. Kegiatan ini dilaksanakan Sholat Subuh secara berjamaah selanjutnya kegiatan  dilanjutkan […]

expand_less