Bupati Sidrap Buka Pameran Pusaka dan Pagelaran Seni Budaya Season II, Angkat Kearifan Lokal sebagai Jati Diri Bangsa
- account_circle Iful -
- calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
- visibility 36
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, secara resmi membuka Pameran Pusaka dan Pagelaran Seni Budaya Season II yang berlangsung di Gedung Usman Isa Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Jumat (21/11/2025) malam. Acara berlangsung meriah dan penuh nuansa tradisi, dihadiri berbagai tokoh penting dan komunitas pencinta budaya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, unsur Forkopimda, para asisten dan staf ahli bupati, kepala OPD, komunitas dan pemerhati pusaka, hingga tokoh masyarakat dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan harta tak ternilai yang perlu dijaga keberlangsungannya.
“Olehnya itu, penting sekali kita lestarikan dan kita jaga sebagai warisan di masa yang akan datang,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pameran yang dinilai memberi ruang edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda.
“Terima kasih kepada panitia pelaksana dan pemerhati pusaka yang telah menginisiasi kegiatan ini. Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan,” tambahnya.
Bupati berharap agar pameran tersebut dapat menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Ia juga mendorong agar pada pelaksanaan berikutnya dapat ditambahkan lebih banyak unsur budaya lokal seperti lagu daerah, tarian tradisional, hingga pameran lontara aksara Bugis.
Ketua panitia pelaksana, Andi Muhammad Ilham, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November, dengan mengusung tema:
“Merevitalisasi Kearifan Lokal melalui Pameran Pusaka sebagai Jati Diri Bangsa.”
“Kegiatan berlangsung dua hari, 21–22 November, dan menampilkan sekitar 234 bilah pusaka dari berbagai daerah,” jelasnya. Ia berharap pameran ini bisa menjadi sarana memperkenalkan nilai budaya kepada masyarakat luas.
Sementara itu, perwakilan The Bugis Makassar Polobessi Club, Ahmad Ube, turut memberikan penjelasan mengenai filosofi keris. Ia menyebut keris sebagai simbol perpaduan energi fisik dan spiritual yang memancarkan kebijaksanaan, kehormatan, dan pengendalian diri.
“Keris bukan sekadar benda, melainkan identitas peradaban dan karakter manusia Bugis-Makassar,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya melestarikan pusaka sebagai warisan leluhur.
Acara pembukaan juga dirangkaikan dengan berbagai tarian tradisional yang memukau, seperti Sere Bissu, Tari Pa’jaga Sando Batu, serta penampilan seni lainnya. Setelah itu, Bupati bersama tamu undangan melakukan kunjungan langsung ke area pameran untuk melihat berbagai jenis pusaka yang dipamerkan.
Pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi budaya, tetapi juga menjadi momentum memperkuat jati diri dan karakter masyarakat Sidrap melalui pelestarian nilai-nilai lokal. Semangat untuk menjaga warisan leluhur terlihat jelas dari antusiasme para peserta maupun pengunjung yang hadir. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar