Mengambil Tindakan Cepat Sejumlah Ternak Kambing Mati Mendadak Kelompok Binaan Baznas Enrekang di Dua Lokasi,
- account_circle Basir
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar

ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID– Sejumlah ternak kambing binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang dilaporkan mati secara mendadak beberapa waktu di dua lokasi berbeda. Kejadian ini sontak menjadi perhatian serius pihak pengelola.
Kematian beberapa kambing tersebut terjadi di Balai Ternak Situru Buntu Pare, Desa Patongloan, dan Kelompok Balai Ternak Mammesa, Desa Benteng Alla, Kecamatan Baroko. Hingga kini, penyebab pastinya masih dalam proses pemeriksaan intensif oleh tim gabungan.
Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan BAZNAS Enrekang, Dirhamza, mengaku langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Enrekang untuk melakukan pemeriksaan lapangan.
Ada beberapa kambing binaan yang mati di daerah tersebut. Saya langsung meminta bantuan kepada Dinas Peternakan Enrekang untuk dilakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab kematian ternak,” ujar Dirhamza. Rabu (8/4/2026).
Dirhamza menegaskan, langkah ini penting untuk memastikan akar masalah sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di lokasi binaan lainnya.
Hasil pemeriksaan awal tim dokter hewan bersama BAZNAS menemukan 7 poin penting. Salah satunya adalah masalah sirkulasi udara di kandang yang buruk. Sebagai langkah cepat, kandang pun dipindahkan ke lokasi lain setelah ada warga yang bersedia meminjamkan lahannya.
Proses penanganan pun disebutnya tetap mengikuti mekanisme yang berlaku, termasuk dalam hal pemberian jasa kepada petugas pemeriksa.
Dalam penanganan kasus ini BAZNAS Enrekang tak bergerak sendiri.
Mereka telah menggandeng Kejaksaan Negeri Enrekang sebagai pendamping program. Kerja sama ini dilakukan agar seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan dan terbebas dari potensi pelanggaran.
Kerja sama ini sebagai bentuk pendampingan agar program berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Dirhamza.
Ia berharap proses penanganan kasus kematian ternak ini bisa rampung segera. Dengan begitu, program pembinaan ternak BAZNAS Enrekang bisa kembali berjalan normal dan manfaatnya kembali dirasakan masyarakat penerima.
Sementara itu, pendamping kelompok binaan, Sirajuddin, membenarkan adanya kematian mendadak tersebut. Pihaknya langsung melaporkan kondisi itu ke BAZNAS Kabupaten Enrekang untuk segera ditindaklanjuti.
Memang ada kambing yang mati, makanya kami langsung menghubungi BAZNAS kabupaten agar segera ditangani.
Kami juga berharap ada solusi cepat dari pihak terkait agar ternak yang tersisa bisa diselamatkan dan tetap berkembang,” singkatnya. (Ombass)
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar