Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » MARKAS CABANG LASKAR MERAH PUTIH KABUPATEN PINRANG TIDAK DIUNDANG DALAM UPACARA HUT PROKLAMASI KE-81: INI ADALAH BENTUK AROGANSI DAN PELECEHAN ORMAS. Oleh: Rahim Akil

MARKAS CABANG LASKAR MERAH PUTIH KABUPATEN PINRANG TIDAK DIUNDANG DALAM UPACARA HUT PROKLAMASI KE-81: INI ADALAH BENTUK AROGANSI DAN PELECEHAN ORMAS. Oleh: Rahim Akil

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PINRANG, KBK — Kemerdekaan Republik Indonesia bukan milik pemerintah, bukan milik pejabat, bukan pula milik kelompok atau golongan tertentu. Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia.

Karena itu, ketika sebuah organisasi kemasyarakatan yang lahir dan bergerak atas nama kebangsaan, Pancasila, persatuan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dilibatkan dalam peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan, khususnya apabila organisasi tersebut memang menjadi bagian dari unsur masyarakat yang selama ini berpartisipasi dalam kegiatan kebangsaan, maka hal tersebut patut dipertanyakan secara serius.

Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Pinrang tidak diundang dalam upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Pertanyaannya sederhana: mengapa?

Apakah karena Laskar Merah Putih bukan bagian dari masyarakat Kabupaten Pinrang, atau karena Laskar Merah Putih bukan pendukung waktu Pilkada yang lalu?

Apakah karena pengabdian organisasi kemasyarakatan hanya dihargai ketika dibutuhkan?

Ataukah ada sikap diskriminatif terhadap organisasi tertentu?

Jika memang ada alasan administratif, teknis, atau keterbatasan kapasitas undangan, tentu hal tersebut dapat dijelaskan secara terbuka. Namun jika tidak ada penjelasan dan terjadi secara sengaja, maka persoalannya bukan lagi sekadar soal undangan.

Ini menyangkut penghormatan terhadap eksistensi organisasi kemasyarakatan dan prinsip kesetaraan dalam kehidupan berbangsa. Hal ini terjadi sudah dua kali, karena hal yang sama juga terjadi tahun lalu.

KEMERDEKAAN BUKAN MILIK SEGELINTIR ORANG

HUT Proklamasi adalah momentum sakral bangsa Indonesia. Ia bukan sekadar seremoni pengibaran bendera, pembacaan teks Proklamasi, dan penghormatan kepada Sang Merah Putih.

Di dalamnya terdapat penghormatan terhadap sejarah perjuangan seluruh anak bangsa.

Karena itu, semangat peringatan kemerdekaan seharusnya menyatukan, bukan memisahkan.

Tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” justru mengandung pesan penting tentang kedaulatan, keadilan dan kemakmuran.

Maka menjadi ironis apabila pada momentum yang membawa pesan keadilan tersebut justru muncul perlakuan yang dirasakan tidak adil oleh salah satu unsur masyarakat.

Jangan sampai kita berbicara tentang Indonesia yang berdaulat, tetapi masih membangun sekat-sekat sosial di antara sesama anak bangsa.

LMP BUKAN TAMU DI NEGERINYA SENDIRI

Laskar Merah Putih merupakan organisasi kemasyarakatan yang membawa identitas kebangsaan. Dalam profil organisasinya, LMP menempatkan nilai Pancasila, persatuan Indonesia, keadilan sosial dan pengabdian kepada bangsa sebagai bagian dari jati dirinya.

Karena itu, ketika Markas Cabang Laskar Merah Putih Kabupaten Pinrang tidak mendapatkan undangan dalam sebuah kegiatan kenegaraan atau daerah yang terbuka bagi unsur masyarakat, wajar apabila organisasi mempertanyakan posisi dan penghargaan terhadap keberadaannya.

LMP tidak meminta keistimewaan. LMP hanya meminta penghormatan dan perlakuan yang setara.

Sebab organisasi kemasyarakatan bukan ornamen yang hanya diperlukan ketika pemerintah membutuhkan massa, tenaga, dukungan atau legitimasi sosial.

Ormas adalah bagian dari kehidupan demokrasi dan masyarakat sipil.

JANGAN JADIKAN UPACARA KEMERDEKAAN SEBAGAI PANGGUNG EKSKLUSIVITAS

Upacara HUT Kemerdekaan seharusnya menjadi ruang persatuan.

Bukan panggung untuk menunjukkan siapa yang dekat dengan kekuasaan dan siapa yang tidak.

Bukan pula tempat untuk membedakan organisasi yang dianggap penting dengan organisasi yang dianggap tidak penting.

Jika benar terdapat pembatasan yang dilakukan secara sengaja terhadap LMP tanpa alasan objektif, maka sikap tersebut patut dikritisi secara terbuka.

Sebab penghormatan terhadap organisasi tidak boleh ditentukan berdasarkan kedekatan dengan penguasa.

Kita harus kembali kepada prinsip bahwa negara dan pemerintah hadir untuk seluruh masyarakat.

INI BUKAN SOAL SELEMBAR UNDANGAN

Persoalan ini jangan dipersempit menjadi persoalan selembar kertas undangan.

Yang dipersoalkan adalah martabat organisasi.

Ketika sebuah organisasi diabaikan dalam momentum yang sangat penting bagi bangsa, sementara organisasi atau kelompok lain diberikan ruang dan penghormatan, tentu akan muncul pertanyaan mengenai prinsip kesetaraan.

Apalagi apabila LMP selama ini ikut mengambil bagian dalam kehidupan sosial, kebangsaan dan kemasyarakatan di Kabupaten Pinrang.

Maka pemerintah atau pihak penyelenggara seharusnya mampu memberikan penjelasan secara terbuka.

Apakah LMP sengaja tidak diundang? Jika iya, apa alasannya?

Pertanyaan itu sederhana, tetapi jawabannya penting untuk menjaga kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat sipil.

KAMI TIDAK MEMINTA DIHORMATI KARENA NAMA

Laskar Merah Putih tidak seharusnya menuntut penghormatan hanya karena menggunakan nama besar organisasi.

Penghormatan harus lahir dari kontribusi, integritas dan pengabdian.

Namun sebaliknya, pemerintah juga tidak boleh mengabaikan organisasi masyarakat hanya karena organisasi tersebut tidak berada dalam lingkaran kekuasaan.

Demokrasi tidak boleh mengenal istilah “yang dekat mendapatkan tempat, yang kritis mendapatkan sekat.”

Jika itu terjadi, maka demokrasi hanya tinggal prosedur, sementara substansi keadilan telah kehilangan maknanya.

MERAH PUTIH ADALAH MILIK KITA SEMUA

Merah Putih bukan milik pemerintah.
Merah Putih bukan milik partai politik.
Merah Putih bukan milik pejabat.
Merah Putih adalah simbol persatuan seluruh rakyat Indonesia.

Karena itu, setiap organisasi masyarakat yang mengabdikan dirinya untuk kepentingan bangsa memiliki hak moral untuk berdiri bersama seluruh elemen bangsa dalam merayakan kemerdekaan.

LMP Kabupaten Pinrang tidak meminta karpet merah.
Tidak meminta perlakuan istimewa.
Tidak meminta posisi terdepan.
LMP hanya meminta agar keberadaannya dihargai sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Pinrang dan bagian dari anak bangsa Indonesia.

Jika ketidakhadiran undangan itu memang merupakan tindakan yang disengaja dan diskriminatif, maka kami menyebutnya sebagai pelecehan terhadap eksistensi organisasi.

Tetapi jika itu semata-mata akibat persoalan administratif atau keterbatasan teknis, maka pihak penyelenggara tentu memiliki kesempatan untuk memberikan klarifikasi.

Yang paling penting adalah jangan sampai persoalan kecil mengenai undangan berubah menjadi persoalan besar mengenai keadilan, kesetaraan dan penghormatan terhadap masyarakat sipil.

Sebab kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya bebas dari penjajahan.

Kemerdekaan juga berarti setiap anak bangsa memiliki kedudukan yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dan pada HUT Proklamasi ke-81 ini, pertanyaan kita adalah:

Apakah semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” benar-benar telah hadir sampai ke tingkat daerah, atau baru menjadi slogan yang terpampang di baliho?

MERAH PUTIH MILIK RAKYAT.
KEMERDEKAAN MILIK RAKYAT.
DAN KEADILAN HARUS DIRASAKAN OLEH SELURUH RAKYAT.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tipu Korban Hingga Ratusan Juta, Polres Sidrap Tangkap Pelaku Sobis di Balikpapan

    Tipu Korban Hingga Ratusan Juta, Polres Sidrap Tangkap Pelaku Sobis di Balikpapan

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
    • account_circle kabarkita
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SIDRAP — Janji manis berujung petaka. Polres Sidrap mengungkap kasus penipuan online dengan modus asmara yang menjerat sedikitnya 11 korban. Para korban dijanjikan akan dilamar dan dinikahi oleh pelaku yang berkenalan melalui media sosial. Kasus tersebut disampaikan Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yudha melalui Wakapolres Sidrap Sumardi, Selasa, 6 Oktober 2026. Dalam pengungkapan ini, polisi […]

  • Dinkes Enrekang Sosialisasikan Optimalisasi ZIS, BAZNAS Dorong Kesadaran Berzakat

    Dinkes Enrekang Sosialisasikan Optimalisasi ZIS, BAZNAS Dorong Kesadaran Berzakat

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 56
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID — Dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang menggelar sosialisasi di Aula Kantor Dinas Kesehatan, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Kesehatan Enrekang Sabir, S.Kep., Ners., M.Adm.Kes. beserta jajaran, Ketua BAZNAS Kabupaten Enrekang dr. H. Siswandi Mazmur, M.Kes., Wakil Ketua I […]

  • Danramil 1419-01/Maiwa Hadiri Rapat Pembentukan Panitia HUT ke-66 Kabupaten Enrekang

    Danramil 1419-01/Maiwa Hadiri Rapat Pembentukan Panitia HUT ke-66 Kabupaten Enrekang

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 182
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID- Danramil 1419-01/Maiwa, Letda Inf Amrullah menghadiri undangan rapat pembentukan panitia dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Enrekang tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Serba Guna Kantor Camat Maiwa, Kabupaten Enrekang, pada Senin (06/04/2026). Rapat ini digelar sebagai langkah awal dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan peringatan HUT Kabupaten Enrekang agar dapat […]

  • The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 2.730
    • 0Komentar

    At Microsoft Ignite 2023, we are announcing Copilot in Microsoft Dynamics 365 Guides, which combines the power of generative AI with mixed reality to help frontline workers complete complex tasks and resolve issues faster with less disruption to the flow of work. Copilot in Dynamics 365 Guides assists workers in industrial settings who deal with complex […]

  • Personel Polres Enrekang Gelar Apel Pengecekan Kesiapan Pengamanan Eksekusi Obyek Sengketa, Dipimpin Wakapolres Enrekang.

    Personel Polres Enrekang Gelar Apel Pengecekan Kesiapan Pengamanan Eksekusi Obyek Sengketa, Dipimpin Wakapolres Enrekang.

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 486
    • 0Komentar

    ENREKANG- KABAR KITA.CO.ID-Dalam rangka menjaga stabilitas kamtibmas serta mendukung pelaksanaan eksekusi putusan hukum secara aman dan humanis, Polres Enrekang menggelar apel pengecekan kesiapan pengamanan eksekusi dengan Objek sengketa berlokasi di Kelurahan Tanete, kegiatan apel pengecekan dilaksanakan di Halaman kantor Mapolsek Anggeraja. Pada Senin malam (07/07/2025). Apel pengecekan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Enrekang Kompol Ali […]

  • Dari Gerbang Benteng hingga Batu Sitodo’, Menelusuri Jejak Budaya yang Dijaga Masyarakat Benteng Alla’

    Dari Gerbang Benteng hingga Batu Sitodo’, Menelusuri Jejak Budaya yang Dijaga Masyarakat Benteng Alla’

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 30
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-, Sejarah Benteng Alla’ di Kabupaten Enrekang tidak hanya tersimpan pada gerbang dan benda-benda peninggalan masa lalu. Ada pengetahuan lokal, cerita masyarakat, dan ingatan kolektif yang perlu diselamatkan agar tidak terputus dari generasi berikutnya. Upaya merawat warisan itu dilakukan melalui pameran dokumentasi budaya, pemutaran film dokumenter, dan diskusi budaya yang digelar di Villa Lasharan […]

expand_less