Menag RI Nasaruddin Umar Ajak Doakan Bangsa Tetap Kondusif, Transit di Makassar Perkuat Ulama & ASN UIN Alauddin
- account_circle Iful -
- calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
- visibility 185
- comment 0 komentar

MAKASSAR, KBK — Dalam perjalanan menuju Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menyempatkan diri transit di Kota Makassar. Kesempatan singkat itu tak disia-siakan Anregurutta Nasaruddin untuk bersilaturahmi dengan para ulama, tokoh agama, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sabtu (30/8).
Di sela pertemuan hangat dengan para ulama, Menag RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mendoakan agar Indonesia tetap damai dan kondusif, meski di tengah derasnya dinamika sosial dan beragam aspirasi masyarakat. “Kita semua punya tanggung jawab menjaga negeri ini. Mari kita panjatkan doa agar bangsa Indonesia tetap aman, damai, dan terhindar dari perpecahan,” ucapnya.
Pesan Kebangsaan dan Silaturahmi dengan Ulama
Pertemuan yang berlangsung di Makassar ini menjadi momen refleksi bersama. Para tokoh agama hadir memberikan dukungan moral dan spiritual, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kerukunan di tengah kehidupan berbangsa. Menag menekankan, doa kolektif dari para ulama memiliki kekuatan spiritual yang besar dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Doa dari para alim ulama adalah energi yang mampu meneduhkan hati masyarakat. Karenanya, silaturahmi ini kita isi dengan doa bersama untuk Indonesia,” ujar Menag RI.
Pembinaan ASN UIN Alauddin: Soliditas Jadi Kunci
Usai bersilaturahmi, Menag RI melanjutkan agenda menghadiri kegiatan Pembinaan ASN lingkup UIN Alauddin Makassar yang dilaksanakan di Hotel UIN. Kegiatan bertema “Glokalisasi Perguruan Tinggi Berwawasan Ekoteologi” itu turut dihadiri Rektor UIN Alauddin Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, M.A., Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid, serta Tenaga Ahli Menag RI Dr. H. Bunyamin M. Yapid.
Dalam arahannya, Prof. Nasaruddin menegaskan pentingnya soliditas civitas akademika. Menurutnya, universitas harus menjadi rumah bersama bagi pengembangan ilmu pengetahuan, nilai, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Universitas bukan hanya tempat mencari ilmu, tapi juga wadah untuk membangun peradaban. Kompak, satu visi, satu misi, itulah yang kita butuhkan demi bangsa,” tegasnya di hadapan ASN UIN Alauddin.
Soroti Program Pendidikan Nasional
Dalam kesempatan itu, Menag RI juga menggarisbawahi program pendidikan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Kedua program ini menurutnya merupakan langkah progresif pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda, khususnya di daerah-daerah.
“Pemerintah terus berupaya menghadirkan pendidikan yang inklusif. Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda adalah bukti negara hadir untuk mencerdaskan bangsa. Mari kita dukung bersama demi masa depan anak-anak kita,” jelasnya.
Harapan untuk UIN Alauddin
Lebih jauh, Prof. Nasaruddin berharap agar UIN Alauddin Makassar tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia, melainkan juga tampil sebagai episentrum pendidikan modern yang berdaya saing nasional bahkan internasional.
“UIN Alauddin punya potensi besar. Dengan sumber daya manusia yang dimiliki, kampus ini bisa menjadi motor penggerak lahirnya pemikiran modern yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman,” tuturnya.
Doa di Tengah Dinamika Aspirasi
Menutup arahannya, Menag RI kembali mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mendoakan bangsa agar senantiasa damai di tengah beragam aspirasi masyarakat yang muncul belakangan ini.
“Dinamika aspirasi itu wajar, tapi kita berharap semuanya berjalan dengan cara yang baik. Semoga bangsa kita tetap diberkahi kedamaian,” pungkasnya.
Setelah agenda pembinaan ASN, Menag RI langsung bertolak menuju Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, untuk melanjutkan agenda kunjungan kerja berikutnya. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar