Plafon TK Negeri Maritengngae Ambruk: Siswa Selamat, Warga Soroti Kualitas Renovasi
- account_circle Iful -
- calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
- visibility 177
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK – Suasana belajar di TK Negeri Pembina Maritengngae, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, mendadak berubah mencekam. Plafon ruang depan sekolah itu ambruk pada Selasa (26/8/2025) siang, meninggalkan tumpukan pecahan material yang berserakan di lantai.
Beruntung, saat kejadian para siswa tidak berada di dalam kelas. Namun insiden tersebut cukup membuat orang tua panik dan marah, sebab plafon yang runtuh baru saja selesai direnovasi dan diduga belum genap setahun digunakan.
Kekhawatiran Orang Tua: “Untung Tidak Ada Anak di Kelas”
Sejumlah orang tua yang mendengar kabar ini langsung mendatangi sekolah. Mereka khawatir keselamatan anak-anak terancam jika perbaikan dilakukan asal-asalan.
“Kami takut kalau sampai ada siswa yang tertimpa. Untung saja saat plafon runtuh tidak ada anak-anak di kelas. Kami minta perbaikan cepat dan pakai material yang kuat, jangan sampai terulang lagi,” ungkap salah seorang orang tua dengan nada gusar.
Pantauan di Lokasi: Pecahan Plafon Berserakan
Jurnalis Sidrap yang berada di lokasi mendapati plafon di ruang depan sekolah sudah runtuh total. Sisa material plafon berhamburan di lantai, menandakan besarnya potensi bahaya bila insiden itu terjadi saat jam belajar berlangsung.
Penjaga sekolah, Muh Rasid, yang pertama kali menemukan plafon ambruk, menduga faktor cuaca memperparah kondisi. “Materialnya memang kelihatan kurang kuat. Begitu hujan deras beberapa hari terakhir, plafon tidak mampu menahan beban,” jelasnya.
Pemerintah Angkat Bicara
Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Sidrap, Rahmat Hambali, membenarkan kejadian ini. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan berjanji akan menindaklanjuti masalah tersebut.
“Sudah saya konfirmasi dengan kepseknya. Kami akan menelusuri kontraktor yang mengerjakan renovasi kemarin agar bisa segera membantu proses perbaikan,” kata Rahmat melalui pesan singkat.
Namun, pernyataan itu tidak serta merta menenangkan keresahan warga. Mereka menuntut transparansi pemerintah soal penggunaan anggaran dan memastikan renovasi berikutnya sesuai standar teknis.
Warga Desak Audit Proyek
Bagi masyarakat Maritengngae, insiden ini menjadi bukti lemahnya pengawasan proyek publik, khususnya di sektor pendidikan. Mereka mendesak dilakukan audit teknis atas pekerjaan yang baru selesai beberapa bulan lalu.
“Sekolah itu tempat anak-anak menimba ilmu, bukan zona bahaya. Jangan tunggu ada korban dulu baru bertindak,” tegas seorang warga dengan nada kecewa.
Aktivitas Belajar Dipindahkan
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar di TK Negeri Pembina Maritengngae dialihkan ke ruang kelas lain yang dinilai lebih aman. Perbaikan darurat diharapkan segera dilakukan, sambil menunggu langkah evaluasi menyeluruh dari pemerintah.
Ambruknya plafon sekolah ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah dan kontraktor agar lebih serius mengutamakan keselamatan siswa. Anak-anak berhak belajar di ruang yang aman dan layak, bukan di bawah bayang-bayang ancaman bangunan yang rapuh. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar