Puskesmas Kulo Perkuat Pencegahan Kaki Diabetik Lewat Inovasi “Sahabat Kaki”
- account_circle Iful -
- calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
- visibility 42
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK – UPT Puskesmas Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), terus memperkuat upaya pencegahan komplikasi diabetes melitus melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang dirangkaikan dengan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan layanan kesehatan promotif dan preventif, khususnya dalam menekan risiko kaki diabetik yang kerap menjadi komplikasi serius bagi penderita diabetes.
Tak sekadar penyuluhan, kegiatan tersebut juga menjadi implementasi inovasi layanan bertajuk “Sahabat Kaki” (Sahabat Edukasi dan Deteksi Dini Kaki Diabetik). Program ini menggabungkan edukasi kesehatan dengan pemeriksaan langsung guna mendeteksi risiko komplikasi sejak dini.
Peserta tidak hanya menerima materi edukasi, tetapi juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan serta skrining kondisi kaki. Antusiasme terlihat saat sesi interaktif berlangsung, terutama dalam tanya jawab seputar perawatan mandiri.
Dokter UPT Puskesmas Kulo sekaligus inovator program, dr. Nursang, menekankan pentingnya perawatan kaki bagi pasien diabetes sebagai langkah krusial mencegah komplikasi.
“Perawatan kaki yang rutin dan tepat dapat mencegah risiko serius seperti luka kronis hingga amputasi,” ujarnya.
Materi edukasi yang diberikan mencakup cara menjaga kebersihan kaki, mengenali tanda-tanda awal kaki diabetik, serta langkah perawatan mandiri yang dapat dilakukan di rumah.
Melalui program ini, Puskesmas Kulo berharap pasien tidak hanya memahami pengelolaan diabetes secara umum, tetapi juga mampu menerapkan perawatan kaki secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup pasien meningkat.
UPT Puskesmas Kulo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi layanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.(GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar