Rutan Kelas IIB Malino Gelar Pembukaan Bimtek Rehabilitasi Pemasyarakatan: Dukung Pemulihan Warga Binaan
- account_circle Iful -
- calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
- visibility 168
- comment 0 komentar

MALINO, KBK — 2 September 2025 – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Malino kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pembinaan dan pendampingan bagi warga binaan melalui program rehabilitasi. Hal ini diwujudkan dengan digelarnya kegiatan Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Rehabilitasi Pemasyarakatan, yang resmi dibuka pada Selasa (2/9/2025).
Acara yang berlangsung di Masjid Rutan Kelas IIB Malino tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan, Dedy Sutriady Rijal, dengan menghadirkan konselor adiksi sebagai narasumber utama. Kehadiran konselor ini menjadi langkah penting dalam memberikan pengetahuan, pemahaman, sekaligus bimbingan kepada warga binaan yang tengah menjalani program rehabilitasi.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Andi Mapaewa, Manager Program Rehabilitasi sekaligus Konselor Lapas Narkotika Sungguminasa. Kehadiran beliau sekaligus memberikan pendampingan langsung kepada peserta, serta memperlihatkan sinergi kuat antarunit pemasyarakatan dalam menyukseskan program pembinaan berbasis rehabilitasi.
Bimtek ini diikuti oleh warga binaan penghuni kamar rehabilitasi. Antusiasme mereka terlihat jelas dalam setiap sesi, baik saat mendengarkan materi maupun ketika berinteraksi langsung dengan para konselor. Kehadiran Karutan dalam setiap rangkaian kegiatan juga menjadi bukti nyata komitmen pengawasan terhadap pelaksanaan program ini.
Dalam sambutannya, Kepala Rutan, Dedy Sutriady Rijal, menegaskan pentingnya program rehabilitasi pemasyarakatan bagi warga binaan.
“Rehabilitasi pemasyarakatan adalah salah satu wujud nyata komitmen kami dalam membantu warga binaan untuk pulih dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap melalui kegiatan ini, warga binaan dapat lebih siap menghadapi masa depan dengan keterampilan dan mental yang lebih kuat,” ungkapnya.
Program Bimtek Rehabilitasi Pemasyarakatan ini tidak hanya sekadar memberikan materi, tetapi juga menjadi sarana pendampingan bagi warga binaan agar dapat menjauhi perilaku adiktif. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu membekali mereka dengan pengetahuan serta pola pikir baru, sehingga siap kembali berintegrasi dengan masyarakat setelah bebas nanti.
Sebagai bagian dari akuntabilitas program, hasil dari kegiatan ini akan dilaporkan langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pemasyarakatan dan Imigrasi Sulawesi Selatan. Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penguatan program rehabilitasi ke depan.
Dengan adanya Bimtek ini, Rutan Kelas IIB Malino menegaskan bahwa pembinaan bukan hanya sebatas menjalani hukuman, melainkan juga menciptakan ruang pemulihan, pendidikan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar