Arus Kematian di Sidrap: Benarkah Tiga Mayat Ini Terhubung oleh Satu Tragedi?
- account_circle Uterus
- calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
- visibility 783
- comment 0 komentar

SIDRAP — Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, diguncang ketakutan pada Kamis, 15 Mei 2025. Dalam rentang waktu kurang dari 24 jam, tiga jasad ditemukan mengambang di tiga lokasi berbeda, namun semuanya bermuara pada satu jalur saluran irigasi yang selama ini menjadi nadi kehidupan masyarakat.
Warga yang biasa bergantung pada aliran air untuk menghidupi sawah dan ladang, kini menatap arus itu dengan rasa takut. Harapan yang mengalir berganti menjadi horor sunyi, ketika tiga nyawa tak bersalah ditemukan tanpa penjelasan.
Penemuan pertama terjadi di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae. Lakuba, penjaga pintu irigasi, mengira melihat boneka tersangkut di pinggiran air.
Namun saat mendekat, kenyataan meremukkan tubuhnya yang ia temukan adalah mayat bayi laki-laki, diperkirakan baru berusia satu tahun. Tubuhnya membusuk, dikerubungi lalat, dan hanyut perlahan seperti ingin dilupakan.
Tak lama berselang, Desa Talumae di Kecamatan Watang Sidenreng bergetar oleh histeris warga. Di Wae Sellu’e, ditemukan jasad bocah lelaki berusia sekitar empat tahun.
Ia diam tak dikenal, terkapar di antara sampah dan rumput air. Suasana menjadi lebih mencekam, ketika warga menyadari bahwa aliran air yang sama menghubungkan dua lokasi penemuan.
Namun kengerian belum berakhir. Siang itu, di Sereang, Maritengngae, jasad ketiga ditemukan. Seorang gadis remaja, sekitar usia 10 tahun, tergeletak di tepian saluran irigasi. Tubuhnya sudah dingin, matanya kosong menatap langit yang mendung.
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar