Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMI dan Unhas Perkuat Ekosistem Ilmu Kepolisian Hadapi Kompleksitas Zaman*

UMI dan Unhas Perkuat Ekosistem Ilmu Kepolisian Hadapi Kompleksitas Zaman*

  • account_circle Basir
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MAKASSAR, KABAR KITA.CO.ID– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama perguruan tinggi terus membangun ekosistem ilmu kepolisian untuk merespons kompleksitas persoalan masyarakat dan perkembangan zaman. Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadi bagian dari penguatan ekosistem tersebut melalui pengembangan Pusat Studi Kepolisian dan kerja sama akademik dengan Polri.

Peresmian Pusat Studi Kepolisian Unhas berlangsung di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (9/9/2026). Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memberikan sambutan secara virtual dari Jakarta.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan penghargaan kepada Unhas dan UMI yang telah membuka ruang kolaborasi antara kepolisian dan dunia akademik.

“Bagi Polri, perguruan tinggi merupakan mitra penting dalam memperkaya perspektif dan mengembangkan ilmu kepolisian. Kami sangat menghargai keterbukaan kampus untuk bersama-sama membangun pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wakapolri.

Wakapolri menilai Pusat Studi Kepolisian perlu dikembangkan sesuai dengan karakter, kompetensi, dan keunggulan masing-masing perguruan tinggi. Dengan demikian, keberagaman fokus kajian justru menjadi kekuatan dalam membangun jejaring keilmuan kepolisian secara nasional.

Unhas: Menghubungkan Ilmu dengan Persoalan Masyarakat

Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa menilai kolaborasi dengan Polri memiliki makna strategis bagi dunia akademik maupun kepolisian.

“Polisi membutuhkan ilmu untuk menghadapi kompleksitas zaman, dan ilmu membutuhkan polisi untuk memastikan bahwa pengetahuan benar-benar hadir di tengah persoalan masyarakat,” ujar Jamaluddin.

Menurutnya, Pusat Studi Kepolisian harus menjadi ruang yang mempertemukan teori, penelitian, dan persoalan nyata di masyarakat.

“Pusat studi ini jangan hanya menjadi lembaga yang dibentuk secara administratif. Kita ingin menjadi ruang yang hidup untuk berdiskusi, melakukan penelitian, dan menghasilkan kajian yang dapat menjawab persoalan nyata di masyarakat,” katanya.

Ia menilai persoalan seperti destructive fishing membutuhkan keterlibatan berbagai bidang ilmu agar dapat dilihat secara komprehensif.

Unhas pun membuka peluang kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan kajian dan rekomendasi yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan institusi penegak hukum.

UMI: Kolaborasi yang Saling Menumbuhkan

Sementara itu, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib diwakili Wakil Rektor II Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.

Zakir menegaskan bahwa hubungan Polri dan UMI dibangun dengan semangat kemitraan dan saling memperkuat.

“Polri dan UMI saling menumbuhkan. Polri memiliki pengalaman dan pengetahuan dari berbagai persoalan nyata di lapangan, sedangkan UMI memiliki sumber daya manusia, kapasitas penelitian, teknologi, dan berbagai disiplin ilmu. Keduanya dapat dipertemukan untuk saling memperkuat,” ujar Zakir.

Ia menjelaskan, UMI memiliki kekuatan keilmuan yang beragam, termasuk hukum, teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber, ekonomi, energi, kesehatan, lingkungan, agama, dan ilmu sosial.

Keragaman tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan kajian kepolisian yang lebih komprehensif.

“Kita ingin Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang untuk menghasilkan kajian, inovasi, dan rekomendasi. Bukan hanya membicarakan persoalan setelah terjadi, tetapi juga membantu membaca risiko dan menyiapkan berbagai kemungkinan sejak dini,” katanya.

Memperkuat Evidence-Based Policing

Wakapolri menjelaskan bahwa pengembangan jejaring Pusat Studi Kepolisian juga menjadi bagian dari penguatan pendekatan evidence-based policing, yakni pengembangan praktik kepolisian yang didukung oleh data, penelitian, dan pengujian ilmiah.

Melalui pendekatan tersebut, pengalaman praktis kepolisian dapat dipertemukan dengan metodologi dan perspektif akademik untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan sekaligus dapat diterapkan.

“Kami berharap pusat studi ini dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pengalaman praktis kepolisian dengan kekayaan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi. Dari sana kita dapat saling belajar dan bersama-sama mencari solusi yang terbaik,” ungkap Wakapolri.

Menurutnya, mahasiswa juga memiliki posisi penting dalam ekosistem tersebut. Pemikiran kritis, kreativitas, dan perspektif generasi muda dapat menjadi bagian dari proses pengembangan ilmu kepolisian.

Jejaring Nasional Terus Diperluas

Hingga saat ini, Polri telah menjalin 79 MoU dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan 41 perguruan tinggi telah meresmikan dan mengoperasionalkan Pusat Studi Kepolisian.

Di lingkungan internal Polri juga telah dikembangkan 16 Pusat Studi Kepolisian dengan fokus keilmuan yang beragam, mulai dari Polmas, antikorupsi, terorisme, siber, SDM, teknologi kepolisian, forensik, keamanan nasional, keadilan restoratif dan transformasi konflik, hingga intelijen kepolisian.

Wakapolri berharap jejaring tersebut tidak sekadar menjadi jaringan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi jaringan pengetahuan yang saling terhubung.

“Ukuran keberhasilan kita bukan semata-mata berapa banyak kerja sama yang dibuat atau berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan. Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar pengetahuan, penelitian, dan kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat serta menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkas Wakapolri.(Ombass)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Sidrap Tahan Tiga Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI Senilai Rp728 Juta

    Kejari Sidrap Tahan Tiga Tersangka Korupsi Dana Hibah KONI Senilai Rp728 Juta

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 625
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Kejaksaan Negeri Sidenreng Rappang (Kejari Sidrap) resmi menahan tiga mantan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidrap terkait dugaan korupsi dana hibah tahun anggaran 2022–2024. Penahanan dilakukan tepat pada momentum peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia), Selasa (9/12/2025). Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap, Adhi Kusumo Wibowo, SH, MH, dalam rilis pers di kantor […]

  • Jemaah Haji Sidrap Kloter 40 Tiba di Kampung Halaman, Disambut Haru di Rujab Bupati

    Jemaah Haji Sidrap Kloter 40 Tiba di Kampung Halaman, Disambut Haru di Rujab Bupati

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 69
    • 0Komentar

    SIDRAP — Halaman Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sidrap dipenuhi suasana haru, syukur, dan kebahagiaan saat Bupati Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 40 asal Kabupaten Sidrap, Rabu (1/7/2026) subuh. Jemaah haji Kloter 40 sebelumnya tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Selasa petang (30/6/2026). Kloter tersebut membawa 361 jemaah asal […]

  • Polisi Ungkap Ladang Ganja di Bulukumba, Berawal dari Transaksi Lewat Instagram

    Polisi Ungkap Ladang Ganja di Bulukumba, Berawal dari Transaksi Lewat Instagram

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 296
    • 0Komentar

    BULUKUMBA, KBK – Satuan Reserse Narkoba Polres Bulukumba berhasil membongkar praktik peredaran sekaligus menemukan ladang ganja di Lingkungan Bangsalayya, Kelurahan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pengungkapan kasus ini bermula dari adanya transaksi mencurigakan di media sosial Instagram. Kasi Humas Polres Bulukumba, AKP H. Marala, menjelaskan bahwa pihak kepolisian awalnya memperoleh informasi terkait […]

  • Geger! Kasat Narkoba Polres Nunukan dan 6 Polisi Diciduk, Kapolda: Tak Ada Toleransi untuk Pengkhianat Seragam

    Geger! Kasat Narkoba Polres Nunukan dan 6 Polisi Diciduk, Kapolda: Tak Ada Toleransi untuk Pengkhianat Seragam

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Uterus
    • visibility 785
    • 0Komentar

    NUNUKAN — Penangkapan mengejutkan mengguncang jajaran Polri di Kalimantan Utara. Sebanyak tujuh anggota Polres Nunukan, termasuk Kasat Reserse Narkoba Iptu SH, diciduk Tim Kasubdit 4 Mabes Polri dalam sebuah operasi senyap di wilayah Aji Kuning, Pulau Sebatik, Rabu (9/7/2025). Penangkapan itu sontak menjadi perbincangan hangat publik dan memicu gelombang spekulasi di media sosial. Operasi ini […]

  • KPMP Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Penipuan oleh Oknum Pegawai BNI Pinrang

    KPMP Desak Penegakan Hukum atas Dugaan Penipuan oleh Oknum Pegawai BNI Pinrang

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Haji Bintang
    • visibility 390
    • 0Komentar

    PINRANG, KABARKITA – Kesatuan Pelajar Mahasiswa Pinrang (KPMP) secara resmi menyampaikan desakan kepada aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan tegas terhadap dugaan kasus penipuan yang melibatkan seorang oknum pegawai Bank Negara Indonesia (BNI) Pinrang. Ketua KPMP, Syamsul, menyatakan keprihatinan mendalam atas munculnya sejumlah korban yang diduga telah mengalami kerugian akibat tindakan oknum […]

  • Warga Tapong Maiwa Kompak Perbaiki Jalan Poros Desa Secara Swadaya

    Warga Tapong Maiwa Kompak Perbaiki Jalan Poros Desa Secara Swadaya

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 385
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID- Warga Desa Tapong, Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang,  menggelar kerja bakti massal untuk memperbaiki jalan poros  Desa yang menghubungkan sejumlah  Desa di wilayah tersebut, beberapa hari lalu, minggu, (10/5/2025) Kerusakan jalan yang cukup parah membuat warga berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya tanpa menunggu bantuan pemerintah. Material seperti semen dan pasir diperoleh dari hasil […]

expand_less