Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketua Yayasan As’adiyah Siap Usut Oknum Aparat yang Diduga Bekingi Mafia Tanah Wakaf

Ketua Yayasan As’adiyah Siap Usut Oknum Aparat yang Diduga Bekingi Mafia Tanah Wakaf

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP, KBK — Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Bunyamin M. Yapid, menegaskan pihaknya akan menelusuri dan mengusut oknum aparat yang diduga membekingi praktik mafia tanah terkait sengketa lahan milik pesantren tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Bunyamin yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Agama RI pada Kamis malam, 12 Maret 2026, usai keluarnya putusan perkara di Pengadilan Negeri Sengkang terkait gugatan atas lahan yang selama ini dikelola oleh Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah.

Menurutnya, putusan pengadilan tersebut menjadi bukti bahwa klaim pihak penggugat tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Ia menegaskan bahwa sejak puluhan tahun lalu lahan tersebut telah dikenal sebagai milik As’adiyah dan dikelola untuk kepentingan pesantren.

“Mafia tanah ini sebenarnya sudah mengetahui bahwa sejak tahun 1982 lahan tersebut adalah milik As’adiyah dan selama ini aman, tidak pernah ada yang mengganggu. Karena itu putusan ini sangat tepat,” tegas Bunyamin.

Dalam perkara tersebut, dua orang penggugat yakni Nafisa Binti Ballobo dan Jidek Bin Muhammad mengajukan gugatan terhadap Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah serta beberapa pihak lain terkait tanah sawah yang menjadi objek sengketa di wilayah Kecamatan Maniangpajo, Wajo.

Objek sengketa tersebut berupa puluhan petak sawah dengan luas sekitar 4,89 hektare yang diklaim oleh penggugat sebagai bagian dari harta peninggalan keluarga.

Namun setelah melalui proses persidangan, majelis hakim menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima karena dinilai cacat secara formil dan tidak memenuhi syarat-syarat hukum yang jelas.

Dalam dokumen persidangan juga disebutkan bahwa para penggugat sebenarnya telah lama mengetahui lahan tersebut berada dalam penguasaan Yayasan As’adiyah. Bahkan, hasil panen dari lahan itu telah diserahkan kepada pihak yayasan sejak tahun 1980-an.

Bunyamin menilai kemunculan klaim baru terhadap tanah wakaf tersebut merupakan bagian dari praktik mafia tanah yang mencoba memanfaatkan situasi dengan mengganggu aset lembaga pendidikan Islam yang telah lama berdiri di Sengkang.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras memperjuangkan hak yayasan di pengadilan, termasuk tim wakaf yang selama ini mengawal dokumen dan data kepemilikan tanah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Haji Herman yang menangani bagian wakaf bersama seluruh tim yang telah berjuang menjaga aset umat ini,” ujarnya.

Menurutnya, kemenangan tersebut bukan hanya kemenangan yayasan semata, tetapi juga kemenangan bagi umat dan para santri yang selama ini bergantung pada keberadaan aset wakaf tersebut untuk mendukung kegiatan pendidikan dan dakwah.

Ke depan, Yayasan As’adiyah yang telah lebih dari satu abad berkontribusi bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara memastikan akan terus menjaga serta mengamankan seluruh aset wakaf agar tidak kembali menjadi sasaran pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami akan telusuri siapa saja oknum yang bermain di belakang perkara ini. Jika ada aparat yang membekingi mafia tanah, tentu akan kami usut,” tegas Bunyamin.

“Hidup ini sudah banyak masalah, jangan cari masalah lagi, apalagi dengan pondok pesantren As’adiyah,” tambahnya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar menghormati tanah wakaf dan tidak mencoba mengambil hak lembaga pendidikan Islam yang selama puluhan tahun telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat. (Gnd)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakapolda Sulsel Pimpin Sidang Terbuka Kelulusan Akhir Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A. 2025 Panda Polda Sulsel

    Wakapolda Sulsel Pimpin Sidang Terbuka Kelulusan Akhir Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A. 2025 Panda Polda Sulsel

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 452
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Selatan, Brigjen Pol. Nasri, S.I.K., M.H., memimpin langsung Sidang Terbuka Kelulusan Akhir Tingkat Panda (Panitia Daerah) Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2025 di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Kamis (03/07/2025). Sidang terbuka ini meliputi kelulusan akhir untuk tiga kategori, yaitu Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama […]

  • Bupati Paparkan Keberhasilan Ekonomi Sidrap saat Tarawih Berjamaah di Tanru Tedong

    Bupati Paparkan Keberhasilan Ekonomi Sidrap saat Tarawih Berjamaah di Tanru Tedong

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 83
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, melaksanakan salat tarawih berjamaah di Masjid Raudhatul Jannah, Kelurahan Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue, Senin (2/3/2026). Agenda yang bertepatan dengan 12 Ramadan 1447 H tersebut menjadi momentum bagi orang nomor satu di Sidrap itu untuk memaparkan sejumlah capaian signifikan pemerintah daerah di hadapan jemaah. Turut hadir […]

  • Oknum Wartawan ‘Bodrex’ Cemari Dunia Pers di Sidrap, SMSI Tegaskan Perlu Tindakan Tegas

    Oknum Wartawan ‘Bodrex’ Cemari Dunia Pers di Sidrap, SMSI Tegaskan Perlu Tindakan Tegas

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 253
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Maraknya keberadaan oknum wartawan yang hanya bermodalkan kartu pers tanpa kompetensi semakin meresahkan masyarakat di Kabupaten Sidrap. Fenomena yang kerap disebut sebagai wartawan “bodrex” atau jurnalis abal-abal ini dinilai telah mencederai marwah pers dan merusak citra wartawan profesional. Dengan mengatasnamakan profesi jurnalis, oknum-oknum tersebut kerap berkeliaran di kantor pemerintahan, BUMN, bahkan perusahaan […]

  • Sambutan Haru Iringi Kedatangan Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia di Madinah

    Sambutan Haru Iringi Kedatangan Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia di Madinah

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 1446 H/2025 M resmi tiba di Madinah, Arab Saudi, Jumat (2/5/2025), dan disambut penuh haru dan sukacita oleh para pejabat dan petugas haji. Sebanyak 393 jemaah dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-01) mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) pukul 07.15 WAS menggunakan layanan Fast […]

  • Kapolsek Baranti Sampaikan Himbauan Kamtibmas Saat Pembukaan Gebyar Ramadhan FLOZHA Season 4

    Kapolsek Baranti Sampaikan Himbauan Kamtibmas Saat Pembukaan Gebyar Ramadhan FLOZHA Season 4

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 88
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Momen pembukaan Gebyar Ramadhan FLOZHA Season 4 di pelataran halaman Pasar Baranti, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan, berlangsung meriah pada Selasa malam (10 Maret 2026). Kegiatan Gebyar Ramadhan ini rencananya akan berlangsung mulai 10 Maret 2026 hingga 19 Maret 2026. Acara tersebut akan diikuti oleh 32 grup patrol dari berbagai […]

  • Dua Pendongeng Cilik Sidrap Raih Prestasi Nasional, Harumkan Daerah di Ajang KSBN 2025

    Dua Pendongeng Cilik Sidrap Raih Prestasi Nasional, Harumkan Daerah di Ajang KSBN 2025

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JAKARTA, KBK — Dua pendongeng cilik asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Tanawali Asis dan Ratu Arumi Radika, kembali mengharumkan nama daerah di panggung nasional. Keduanya berhasil meraih prestasi membanggakan pada Lomba Dongeng Karya Cipta Baru Tingkat Nasional 2025 bertema “Budaya dan Nilai Luhur Bangsaku” yang digelar Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) bekerja sama dengan Kemendikdasmen […]

expand_less