Bupati Enrekang Hadiri Grand Opening SPPD Tomenawa Baraka .
- account_circle Basir
- calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
- visibility 50
- comment 0 komentar

ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID— Badan Gizi Nasional secara resmi membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Daerah (SPPD) di Kelurahan Tomenawa, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang.
Kegiatan grand opening ini dihadiri oleh Bupati Enrekang H. Yusuf Ritangnga dan Wakil Bupati H. Andi Tenri Liwang Latinro, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Kamis(6/11/2025) kemarin.
Tampak hadir Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Enrekang A. Fajar Anugrah, Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, serta Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan H. Saharuddin.
Sejumlah pimpinan perangkat daerah juga turut mendampingi, antara lain Kepala BPS Enrekang A. Makmur Jaya, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Ikbar Ashadi, Plt. Kadinsos Subiyanto S., dan Plt. Kadis Ketahanan Pangan drg. Sri Siswaty Zainal.
Dalam sambutannya, Bupati Enrekang H. Yusuf Ritangnga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Badan Gizi Nasional dalam memperkuat pelayanan gizi di daerah.
Menurutnya, hadirnya SPPD Tomenawa Baraka akan memberikan dampak besar terhadap penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Program MBG ini adalah amanat nasional. Pemerintah daerah harus menindaklanjutinya melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap wilayah,” jelasnya.
Yusuf Ritangnga juga menyoroti bahwa Kabupaten Enrekang masih tergolong lamban dalam membentuk SPPG.
Dari total 26 titik yang direncanakan, baru 8 titik yang terbangun dan mulai beroperasi.
“Ini menjadi catatan bagi kita semua untuk mempercepat pembentukan SPPG di seluruh titik agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembentukan SPPD merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat dalam mendekatkan pelayanan gizi kepada masyarakat, terutama di daerah pedesaan.
“SPPD menjadi ujung tombak pelayanan gizi di daerah.
Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat berjalan optimal untuk menekan kasus kekurangan gizi dan stunting,” ujarnya.
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar