Bupati Sidrap Pimpin Rakor Kawal IP300 di Padangloang, Dorong Produksi dan Kesejahteraan Petani
- account_circle Iful -
- calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
- visibility 194
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat langkah strategis untuk mewujudkan program Indeks Pertanaman 300 (IP300) atau pola tanam tiga kali setahun di lahan yang sama. Upaya ini kembali ditegaskan Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) di Desa Padangloang, Kecamatan Dua Pitue, Jumat (12/9/2025).
Rakor tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari Anggota DPRD Sidrap Hj. Kartini, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Camat Dua Pitue Andi Sammang, Kabid Sarana dan Prasarana DTPHPKP Suriyanto, Kepala Desa Padangloang Dais Labanci, unsur TNI melalui Babinsa, hingga perangkat desa setempat. Kehadiran mereka menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung kesuksesan program unggulan pertanian tersebut.
Bahas Infrastruktur Pertanian dan Sinergi Lintas Sektor
Dalam arahannya, Bupati Syaharuddin menekankan bahwa IP300 hanya bisa berjalan baik bila didukung ketersediaan sarana produksi yang memadai, terutama air irigasi, pupuk, dan benih genjah yang sesuai dengan kebutuhan lahan petani. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengawal setiap aspek tersebut agar tidak terjadi hambatan di lapangan.
“Saya bersama sejumlah bupati se-Sulsel baru saja rapat dengan Bapak Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Ada dua hal penting, pertama soal pajak, dan saya pastikan di Sidrap tidak ada kenaikan pajak. Kedua, terkait pelaksanaan IP300 yang menjadi prioritas kita bersama,” ungkap Syaharuddin.
Apresiasi Hasil Panen dan Kebijakan Harga Gabah
Bupati juga memberikan apresiasi atas keberhasilan petani Padangloang pada musim tanam kedua tahun ini. Ia menyebutkan bahwa tidak hanya produksi padi meningkat, tetapi harga gabah juga mengalami kenaikan signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
“Ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang mematok harga Rp6.500 per kilogram, didukung dengan kelancaran distribusi pupuk serta ketersediaan air yang terjaga baik. Seperti yang saya sampaikan sejak kampanye dulu, pemerintah hadir untuk memastikan petani kita tidak kesulitan,” tegasnya.
Dorong Peningkatan Produksi dan Lapangan Kerja
Menurut Syaharuddin, momentum keberhasilan panen ini harus menjadi landasan untuk melaksanakan IP300 secara konsisten. Ia optimis pola tanam tiga kali setahun akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pertanian, pendapatan petani, dan kesejahteraan masyarakat Sidrap secara umum.
“Kalau IP300 berjalan lancar, kita bukan hanya meningkatkan produksi padi, tetapi juga memperluas lapangan kerja. Apalagi sekitar 90 persen masyarakat Sidrap menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian,” jelasnya.
Bupati menutup arahannya dengan mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat tani, untuk bersatu padu menjaga keberlanjutan program ini. Dengan kerja sama yang solid, ia yakin Sidrap akan tetap menjadi salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan bahkan nasional. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar