Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cepuh atau Masuk Sel: Skandal Busuk Pemerasan Warga oleh Oknum Narkoba Polda Sulsel

Cepuh atau Masuk Sel: Skandal Busuk Pemerasan Warga oleh Oknum Narkoba Polda Sulsel

  • account_circle Uterus
  • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
  • visibility 318
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP — Ironi penegakan hukum kembali tersaji di hukum Ajatappareng. Bukannya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, sejumlah oknum dari salah satu satuan Direktorat Narkoba Polda Sulsel justru menjelma jadi predator lapangan yang menjadikan warga Sidrap sebagai “sapi perahan”.

Dalam modus operandi yang tak hanya kejam tapi juga licik, masyarakat yang tak bersalah dijebak, dikriminalisasi, lalu diperas dengan dalih penanganan narkoba.

Disebut-sebut sebagai “Tim Sapuratae”, julukan yang mulai menggema di tengah keresahan warga, para oknum ini diduga menjalankan modul operandi gelap dengan pola sistematis.

Mereka mencari target, memaksa warga menjadi informan atau “cepuh”, lalu menyuruh mereka menjual narkoba sebagai umpan.

Tak lama kemudian, skenario ditutup dengan penangkapan yang seolah sah padahal semua telah diatur. Korban? Dijebloskan atau dilepas tergantung negosiasi “mahar”.

Salah satu korban, yang identitasnya sengaja disamarkan demi keamanan, mengaku diperas hingga Rp15 juta.

Modusnya keji: dijebak di salah satu tempat hiburan malam di Sidrap, disuruh bertransaksi narkoba, lalu ditangkap bersama calon pembeli.

Padahal, warga tersebut sama sekali bukan pengguna, apalagi pengedar. “Saya bukan pengguna, saya dijebak, lalu dipaksa bayar Rp15 juta. Saya nginap dua malam di basecamp mereka di BTN WSB. Kalau tidak bayar, saya akan dijadikan tersangka dan dibawah ke Polda Sulsel. Ini murni pemerasan. Saya siap bertanggung jawab atas pengakuan ini,” ungkap korban dengan tegas, Selasa malam (3/6/2025) lewat via selulernya kepada media ini.

Tak hanya satu, kasus serupa disebut telah menjerat banyak warga Sidrap. Uang “tebusan” bervariasi, dari Rp10 juta hingga Rp100 juta.

Para korban, sebagian besar dari kalangan ekonomi lemah, terpaksa menggadaikan harta atau meminjam sana-sini hanya demi kebebasan yang tak seharusnya dirampas.

Yang lebih mencengangkan, transaksi pemerasan tidak dilakukan lewat transfer — semuanya tunai. Alasannya? Agar tak meninggalkan jejak digital. Seolah ini bukan lagi praktik oknum, tapi jaringan rapi yang tahu cara menyembunyikan bau busuk kejahatannya.

Basecamp yang disebut berada di sebuah perumahan di Watang Pulu Sidrap ini, menjadi markas tak resmi para oknum untuk menyusun jebakan demi jebakan dan skenario.

Di tempat inilah, diduga banyak warga ditahan diam-diam sebelum ‘dibanderol’ dengan harga kebebasan dan bervariatif.

Fenomena ini mencoreng institusi penegak hukum. Masyarakat mulai kehilangan kepercayaan.

Warga tak lagi takut pada narkoba, tapi lebih takut pada aparat yang katanya memberantasnya. Mereka tak tahu kapan akan jadi korban berikutnya.

Sebab, informasinya hingga malam ini masih banyak warga masyarakat ditangkap dan masih ditahan di base camp mereka sebelum uang tebusan dipenuhi.

“Informasinya masih banyak kasian masyarakat disana base camp ditangkap dan ditahan, mereka sama nasibnya seperti saya dua hari lalu saya ditangkap dan ditahan dua hari lalu,”tandasnya.

Kini, tekanan publik mulai menguat. Banyak korban yang mulai angkat suara perlahan namun pasti. Mereka tak hanya menuntut keadilan, tapi juga mendesak institusi Polda Sulsel untuk membersihkan diri.

Jika tidak, bukan hanya nama baik yang rusak, tapi juga nyawa warga tak bersalah yang menjadi tumbalnya. (Bm)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Uterus

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rutan Kelas IIB Malino Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Lomba Tradisional, Pegawai dan DWP Kompak Berbaur

    Rutan Kelas IIB Malino Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Lomba Tradisional, Pegawai dan DWP Kompak Berbaur

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 203
    • 0Komentar

    MALINO, KBK 29 Agustus 2025 — Suasana penuh tawa dan keceriaan mewarnai halaman depan Kantor Rutan Kelas IIB Malino, Jumat (29/8), ketika jajaran pegawai bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar rangkaian lomba tradisional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Acara ini menghadirkan atmosfer yang hangat dan sarat kebersamaan. Sejak pagi, para peserta […]

  • Bupati Sidrap Bersama Dandim Tinjau Jalan Perbatasan dengan Motor Trail

    Bupati Sidrap Bersama Dandim Tinjau Jalan Perbatasan dengan Motor Trail

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 240
    • 0Komentar

    SIDRAP KBK — Menggunakan motor trail, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Dandim 1420 Sidrap Letkol Awaloeddin, meninjau kembali jalan perbatasan Sidrap-Wajo, Ahad (6/7/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk mencari solusi agar jalan tersebut bisa segera dilalui masyarakat, sesuai harapan warga saat program “Bermalam di Desa”. Di tengah perjalanan, Bupati Sidrap bertemu Kepala Desa Awo, Kecamatan Keera, […]

  • LSM PERKARA Gelar Aksi Kemanusiaan Terkait Nasib PPPK  2023. ini tuntutannya.

    LSM PERKARA Gelar Aksi Kemanusiaan Terkait Nasib PPPK  2023. ini tuntutannya.

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 503
    • 0Komentar

    LSM PERKARA Gelar Aksi Kemanusiaan Terkait Nasib PPPK  2023. ini tuntutannya. ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID– Pergerakan Koalisi Rakyat ( PERKARA ) menggelar aksi unjuk rasa terkait nasib dan penahanan gaji PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) angkatan 2023 di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Senin ( 04l08/2025) Aksi yang digelar oleh puluhan massa mengatasnamakan LSM PERKARA dengan […]

  • Polres Enrekang Gelar Kurvei Jumat Bersih, Wujud Nyata Dukung Gerakan Indonesia Asri

    Polres Enrekang Gelar Kurvei Jumat Bersih, Wujud Nyata Dukung Gerakan Indonesia Asri

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 93
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID––Sebagai bentuk komitmen menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia terkait pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, Polres Enrekang kembali melaksanakan Gerakan Indonesia Asri melalui kegiatan kurvei yang digelar secara serentak di lingkungan Mapolres Enrekang dan Polsek jajaran, Jumat (06/03/2026). Melalui Sihumas lebih lanjut dijelaskan bahwa Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program […]

  • Iuran Rp1 Juta di Mogan Food Court Diprotes Pedagang, Pengelola Janji Evaluasi Bulanan

    Iuran Rp1 Juta di Mogan Food Court Diprotes Pedagang, Pengelola Janji Evaluasi Bulanan

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 306
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK— Kebijakan iuran bulanan sebesar Rp1 juta yang diterapkan di kawasan Mogan Food Court, pelataran Monumen Ganggawa Sidrap (Pangker), menuai protes dari salah satu pedagang. Pedagang tersebut mengeluhkan ketidakadilan sistem iuran yang dianggap tidak memperhatikan perbedaan lokasi dan potensi penghasilan setiap tenant. “Jelas berat bagi kami yang berada jauh dari panggung hiburan. Penghasilan kami […]

  • Uji Ketahanan Fisik Prajurit, Kodim 1419/Enrekang Gelar Garjas Periodik I Tahun 2026

    Uji Ketahanan Fisik Prajurit, Kodim 1419/Enrekang Gelar Garjas Periodik I Tahun 2026

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 34
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID – Personel Kodim 1419/Enrekang tampak semangat melaksanakan rangkaian tes Kesegaran Jasmani (Garjas) Periodik I Tahun 2026 yang diselenggarakan di lapangan Abubakar Lambogo, Kel. Galonta, Kec. Enrekang Kab. Enrekang. Sabtu (23/05/2026). Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran fisik prajurit, sekaligus mengukur kemampuan kesamaptaan jasmani seorang prajurit secara berkala. […]

expand_less