Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cepuh atau Masuk Sel: Skandal Busuk Pemerasan Warga oleh Oknum Narkoba Polda Sulsel

Cepuh atau Masuk Sel: Skandal Busuk Pemerasan Warga oleh Oknum Narkoba Polda Sulsel

  • account_circle Uterus
  • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
  • visibility 359
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP — Ironi penegakan hukum kembali tersaji di hukum Ajatappareng. Bukannya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, sejumlah oknum dari salah satu satuan Direktorat Narkoba Polda Sulsel justru menjelma jadi predator lapangan yang menjadikan warga Sidrap sebagai “sapi perahan”.

Dalam modus operandi yang tak hanya kejam tapi juga licik, masyarakat yang tak bersalah dijebak, dikriminalisasi, lalu diperas dengan dalih penanganan narkoba.

Disebut-sebut sebagai “Tim Sapuratae”, julukan yang mulai menggema di tengah keresahan warga, para oknum ini diduga menjalankan modul operandi gelap dengan pola sistematis.

Mereka mencari target, memaksa warga menjadi informan atau “cepuh”, lalu menyuruh mereka menjual narkoba sebagai umpan.

Tak lama kemudian, skenario ditutup dengan penangkapan yang seolah sah padahal semua telah diatur. Korban? Dijebloskan atau dilepas tergantung negosiasi “mahar”.

Salah satu korban, yang identitasnya sengaja disamarkan demi keamanan, mengaku diperas hingga Rp15 juta.

Modusnya keji: dijebak di salah satu tempat hiburan malam di Sidrap, disuruh bertransaksi narkoba, lalu ditangkap bersama calon pembeli.

Padahal, warga tersebut sama sekali bukan pengguna, apalagi pengedar. “Saya bukan pengguna, saya dijebak, lalu dipaksa bayar Rp15 juta. Saya nginap dua malam di basecamp mereka di BTN WSB. Kalau tidak bayar, saya akan dijadikan tersangka dan dibawah ke Polda Sulsel. Ini murni pemerasan. Saya siap bertanggung jawab atas pengakuan ini,” ungkap korban dengan tegas, Selasa malam (3/6/2025) lewat via selulernya kepada media ini.

Tak hanya satu, kasus serupa disebut telah menjerat banyak warga Sidrap. Uang “tebusan” bervariasi, dari Rp10 juta hingga Rp100 juta.

Para korban, sebagian besar dari kalangan ekonomi lemah, terpaksa menggadaikan harta atau meminjam sana-sini hanya demi kebebasan yang tak seharusnya dirampas.

Yang lebih mencengangkan, transaksi pemerasan tidak dilakukan lewat transfer — semuanya tunai. Alasannya? Agar tak meninggalkan jejak digital. Seolah ini bukan lagi praktik oknum, tapi jaringan rapi yang tahu cara menyembunyikan bau busuk kejahatannya.

Basecamp yang disebut berada di sebuah perumahan di Watang Pulu Sidrap ini, menjadi markas tak resmi para oknum untuk menyusun jebakan demi jebakan dan skenario.

Di tempat inilah, diduga banyak warga ditahan diam-diam sebelum ‘dibanderol’ dengan harga kebebasan dan bervariatif.

Fenomena ini mencoreng institusi penegak hukum. Masyarakat mulai kehilangan kepercayaan.

Warga tak lagi takut pada narkoba, tapi lebih takut pada aparat yang katanya memberantasnya. Mereka tak tahu kapan akan jadi korban berikutnya.

Sebab, informasinya hingga malam ini masih banyak warga masyarakat ditangkap dan masih ditahan di base camp mereka sebelum uang tebusan dipenuhi.

“Informasinya masih banyak kasian masyarakat disana base camp ditangkap dan ditahan, mereka sama nasibnya seperti saya dua hari lalu saya ditangkap dan ditahan dua hari lalu,”tandasnya.

Kini, tekanan publik mulai menguat. Banyak korban yang mulai angkat suara perlahan namun pasti. Mereka tak hanya menuntut keadilan, tapi juga mendesak institusi Polda Sulsel untuk membersihkan diri.

Jika tidak, bukan hanya nama baik yang rusak, tapi juga nyawa warga tak bersalah yang menjadi tumbalnya. (Bm)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Uterus

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan Hari Ibu 2025, Pemkab Enrekang Serahkan Tabungan Beasiswa ke Paskibraka

    Peringatan Hari Ibu 2025, Pemkab Enrekang Serahkan Tabungan Beasiswa ke Paskibraka

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 212
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-Pemerintah Kab. Enrekang memberikan penghargaan berupa piagam dan buku rekening tabungan beasiswa kepada 70 Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) pada upacara peringatan Hari Ibu, 24 Desember 2025 di Halaman Kantor Bupati Enrekang. PLT. Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Lukman Badi mengatakan masing-masing orang mendapat beasiswa sebesar Rp. 1.500.000. ”  Pemberian Beasiswa ini adalah yang kali […]

  • Anggaran Kegiatan Bimtek Aparat Desa di Enrekang Sekitar Rp560 Juta Hanya Satu Hari, Lapak Sulsel: Minta APH Periksa

    Anggaran Kegiatan Bimtek Aparat Desa di Enrekang Sekitar Rp560 Juta Hanya Satu Hari, Lapak Sulsel: Minta APH Periksa

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Haji Bintang
    • visibility 590
    • 0Komentar

    MAKASSAR, KABAR KITA – Lingkaran Pemuda Anti Korupsi (LAPAK SulSel) menilai adanya kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis ( BIMTEK) untuk 112 aparatur desa se-Kabupaten Enrekang yang di selenggarakan oleh Forum Pemerintah Dalam Negri ( FPDN) Di Hotel Swiss Belinn, jalan Boulevard Raya, Kota Makassar Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut mendapat sorotan dari Hafis Pengurus Lapak […]

  • BHABINKAMTIBMAS MENGHADIRI ACARA RESES ANGGOTA DPRD PROVINSI SULAWESI SELATAN Dr.Ir.H SAHARUDDIN.ST.MM di desa Tangru Kec.Malua

    BHABINKAMTIBMAS MENGHADIRI ACARA RESES ANGGOTA DPRD PROVINSI SULAWESI SELATAN Dr.Ir.H SAHARUDDIN.ST.MM di desa Tangru Kec.Malua

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 73
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-Bhabinkamtibmas polsek malua Aiptu Robby Sugiono menghadiri RESES anggota DPRD Provinsi Sulsel Dr.Ir.HSaharuddin ST.MM Dari fraksi PPP “Dalam rangka” PELAKSANAAN PENGAWASAN APBD PROVINSI SULSEL Tahun 2026″, yang bertempat di gedung serba guna Tangru, jumat (22/05/2026). Reses tersebut dilaksanakan sebagai wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, hukum, keamanan, dan ketertiban umum yang […]

  • Jejak Emas dari Papua Terdeteksi di Samarinda, Legalitas Sumbernya Dipertanyakan

    Jejak Emas dari Papua Terdeteksi di Samarinda, Legalitas Sumbernya Dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 56
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Peredaran emas yang disebut berasal dari wilayah Papua mulai menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai dugaan masuknya komoditas tersebut ke pasar perdagangan emas di Samarinda, Kalimantan Timur. Informasi yang beredar menyebutkan, emas tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan tanpa izin di Papua. Namun, hingga kini belum ada keterangan terverifikasi mengenai jumlah emas yang […]

  • Kapolres Enrekang Pimpin Apel Jam Pimpinan, Tekankan Marwah Institusi, Integritas dan Soliditas Personel Menjelang HUT Bhayangkara

    Kapolres Enrekang Pimpin Apel Jam Pimpinan, Tekankan Marwah Institusi, Integritas dan Soliditas Personel Menjelang HUT Bhayangkara

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 55
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID-Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. memimpin langsung pelaksanaan apel pagi jam pimpinan yang diikuti seluruh personel bersama para Pejabat Utama Polres Enrekang di lapangan apel Mapolres Enrekang, Rabu (10/06/2026). Apel jam pimpinan tersebut menjadi momentum bagi Kapolres untuk menyampaikan penekanan terkait pembinaan personel, penguatan kedisiplinan, serta peningkatan kualitas pelaksanaan tugas […]

  • Kemenag Cirebon–Indramayu Bongkar Praktik Mahram Abal-Abal Haji 2025

    Kemenag Cirebon–Indramayu Bongkar Praktik Mahram Abal-Abal Haji 2025

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Uterus
    • visibility 646
    • 0Komentar

    CIREBON – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon dan Indramayu berhasil menggagalkan praktik pendampingan mahram ilegal dalam proses pemberangkatan calon jamaah haji tahun 2025. Kasus ini mencuat setelah ditemukan dugaan manipulasi data oleh oknum dari salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Upaya pengungkapan ini bermula dari pengajuan dokumen penggabungan mahram oleh pegawai KBIHU […]

expand_less