Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cepuh atau Masuk Sel: Skandal Busuk Pemerasan Warga oleh Oknum Narkoba Polda Sulsel

Cepuh atau Masuk Sel: Skandal Busuk Pemerasan Warga oleh Oknum Narkoba Polda Sulsel

  • account_circle Uterus
  • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
  • visibility 386
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIDRAP — Ironi penegakan hukum kembali tersaji di hukum Ajatappareng. Bukannya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, sejumlah oknum dari salah satu satuan Direktorat Narkoba Polda Sulsel justru menjelma jadi predator lapangan yang menjadikan warga Sidrap sebagai “sapi perahan”.

Dalam modus operandi yang tak hanya kejam tapi juga licik, masyarakat yang tak bersalah dijebak, dikriminalisasi, lalu diperas dengan dalih penanganan narkoba.

Disebut-sebut sebagai “Tim Sapuratae”, julukan yang mulai menggema di tengah keresahan warga, para oknum ini diduga menjalankan modul operandi gelap dengan pola sistematis.

Mereka mencari target, memaksa warga menjadi informan atau “cepuh”, lalu menyuruh mereka menjual narkoba sebagai umpan.

Tak lama kemudian, skenario ditutup dengan penangkapan yang seolah sah padahal semua telah diatur. Korban? Dijebloskan atau dilepas tergantung negosiasi “mahar”.

Salah satu korban, yang identitasnya sengaja disamarkan demi keamanan, mengaku diperas hingga Rp15 juta.

Modusnya keji: dijebak di salah satu tempat hiburan malam di Sidrap, disuruh bertransaksi narkoba, lalu ditangkap bersama calon pembeli.

Padahal, warga tersebut sama sekali bukan pengguna, apalagi pengedar. “Saya bukan pengguna, saya dijebak, lalu dipaksa bayar Rp15 juta. Saya nginap dua malam di basecamp mereka di BTN WSB. Kalau tidak bayar, saya akan dijadikan tersangka dan dibawah ke Polda Sulsel. Ini murni pemerasan. Saya siap bertanggung jawab atas pengakuan ini,” ungkap korban dengan tegas, Selasa malam (3/6/2025) lewat via selulernya kepada media ini.

Tak hanya satu, kasus serupa disebut telah menjerat banyak warga Sidrap. Uang “tebusan” bervariasi, dari Rp10 juta hingga Rp100 juta.

Para korban, sebagian besar dari kalangan ekonomi lemah, terpaksa menggadaikan harta atau meminjam sana-sini hanya demi kebebasan yang tak seharusnya dirampas.

Yang lebih mencengangkan, transaksi pemerasan tidak dilakukan lewat transfer — semuanya tunai. Alasannya? Agar tak meninggalkan jejak digital. Seolah ini bukan lagi praktik oknum, tapi jaringan rapi yang tahu cara menyembunyikan bau busuk kejahatannya.

Basecamp yang disebut berada di sebuah perumahan di Watang Pulu Sidrap ini, menjadi markas tak resmi para oknum untuk menyusun jebakan demi jebakan dan skenario.

Di tempat inilah, diduga banyak warga ditahan diam-diam sebelum ‘dibanderol’ dengan harga kebebasan dan bervariatif.

Fenomena ini mencoreng institusi penegak hukum. Masyarakat mulai kehilangan kepercayaan.

Warga tak lagi takut pada narkoba, tapi lebih takut pada aparat yang katanya memberantasnya. Mereka tak tahu kapan akan jadi korban berikutnya.

Sebab, informasinya hingga malam ini masih banyak warga masyarakat ditangkap dan masih ditahan di base camp mereka sebelum uang tebusan dipenuhi.

“Informasinya masih banyak kasian masyarakat disana base camp ditangkap dan ditahan, mereka sama nasibnya seperti saya dua hari lalu saya ditangkap dan ditahan dua hari lalu,”tandasnya.

Kini, tekanan publik mulai menguat. Banyak korban yang mulai angkat suara perlahan namun pasti. Mereka tak hanya menuntut keadilan, tapi juga mendesak institusi Polda Sulsel untuk membersihkan diri.

Jika tidak, bukan hanya nama baik yang rusak, tapi juga nyawa warga tak bersalah yang menjadi tumbalnya. (Bm)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Uterus

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Sidrap Kawal Proyek Strategis Nasional Revitalisasi Pendidikan

    Kejari Sidrap Kawal Proyek Strategis Nasional Revitalisasi Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 322
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidenreng Rappang mengambil langkah strategis dalam mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang pendidikan. Selasa (12/8/2025) pagi, bertempat di Aula Kejari Sidrap, digelar Rapat Pendahuluan (Entry Meeting) sekaligus Penandatanganan Pakta Integritas Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) untuk program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan. Kegiatan dipimpin Kepala Kejari Sidrap, Sutikno, S.H., […]

  • Kapolres Enrekang Tekankan Komitmen Pelayanan Prima dan Kesiapan Personel di Awal Tahun 2026

    Kapolres Enrekang Tekankan Komitmen Pelayanan Prima dan Kesiapan Personel di Awal Tahun 2026

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 205
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID–Mengawali pekan pertama Tahun 2026, Kapolres Enrekang AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. memberikan arahan strategis kepada para Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran dalam kegiatan Arahan Awal Tahun yang digelar di Aula Aryaguna Mapolres, Senin (5/1/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Enrekang KOMPOL Ali Maksun, S.Sos., M.M., para Kabag, Kasat, Kapolsek jajaran, serta perwira staf […]

  • Sat lantas Polres Enrekang Laksanakan Dhuhur Keliling, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

    Sat lantas Polres Enrekang Laksanakan Dhuhur Keliling, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 54
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID-– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Enrekang  melaksanakan kegiatan ibadah shalat Dhuhur  Keliling di Masjid Al Kautsar lingkungan talaga kelurahan juppandang kecamatan Enrekang kabupaten Enrekang, Senin ( 26/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan rohani personel sekaligus upaya mempererat silaturahmi dan meningkatkan kedekatan antara Polri dengan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel Satlantas Polres Enrekang  […]

  • Mappadendang Jadi Ruang Warga Buae Bersyukur dan Merawat Kebersamaan

    Mappadendang Jadi Ruang Warga Buae Bersyukur dan Merawat Kebersamaan

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 40
    • 0Komentar

    SIDRAP — Suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan mewarnai pesta panen Mappadendang yang digelar di rumah Wa’ Dewe, Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, Ahad (4/10/2026). Tradisi Mappadendang menjadi momentum masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil panen, sekaligus menjaga tradisi dan kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif hadir langsung bersama masyarakat Desa […]

  • Gelar Rakor Forum Komunikasi Keselamatan Lalu Lintas, Satlantas Polres Enrekang, Ini Tujuannya.

    Gelar Rakor Forum Komunikasi Keselamatan Lalu Lintas, Satlantas Polres Enrekang, Ini Tujuannya.

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 53
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-— Satuan Lalu Lintas Polres Enrekang  memperkuat koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan  dinas pekerjaan Umum Daerah  ( PUD ) kabupaten Enrekang  serta PT Jasa Raharja melalui Forum komunikasi  Keselamatan Lalu Lintas <span;>untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Kegiatan tersebut digelar di Ruang Caffee Idiologi enrekang, Rabu (9/9/2026) Pertemuan difokuskan untuk memetakan akar persoalan sekaligus merumuskan […]

  • Lanjutkan Perjuangan Nenek Sebagai Seorang Pejuang Operasi Trikora Irian Barat, Takdir Mattanete Alumni Lulusan SESKO TNI LIII Tahun 2025 Kini Berpangkat Kombes Pol

    Lanjutkan Perjuangan Nenek Sebagai Seorang Pejuang Operasi Trikora Irian Barat, Takdir Mattanete Alumni Lulusan SESKO TNI LIII Tahun 2025 Kini Berpangkat Kombes Pol

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Haji Bintang
    • visibility 1.770
    • 0Komentar

    PINRANG, KABARKITA – Kombes Pol Takdir Mattanete, S.H, S,I.K, M.H adalah alumni berprestasi di SMA 3 Kecamatan Mattirosompe Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan tahun 1993/1994. Dimana pada masanya ada sebuah program berprestasi bagi siswa SMA program khusus dari Dikpora dan saat itu yang menjabat sebagai kepala Dinas adalah bapak Nurdin Didu. Semua siswa yang dianggap berprestasi […]

expand_less