Inspiratif! Syaharuddin Alrif Bagikan Perjalanan dari Santri hingga Bupati
- account_circle Iful -
- calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
- visibility 62
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK — Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Aula Saromase, Kompleks SKPD Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (31/3/2026), dalam gelaran Halalbihalal Gabungan santri asal Ajatappareng, Sawerigading, dan Toraja.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Pondok Pesantren DDI Mangkoso ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum memperkuat karakter dan visi masa depan para santri.
Acara tersebut turut dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Organisasi Daerah Asal Santri Gabungan masa bakti 2026–2027.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif—yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso—hadir memberikan motivasi inspiratif kepada para santri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa latar belakang pesantren bukanlah batas, melainkan modal besar untuk meraih berbagai posisi strategis, termasuk kepemimpinan.
“Santri itu bukan hanya menjadi ulama, tahfidz, dai, dosen, atau pegawai Kementerian Agama. Santri juga bisa menjadi pemimpin, bahkan menjadi bupati,” tegasnya.
Syaharuddin kemudian membagikan perjalanan hidupnya. Ia mengaku pernah bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Kairo, namun jalan hidup membawanya aktif di dunia organisasi. Dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, hingga Sekjen Pemuda Indonesia, langkahnya berujung pada amanah sebagai Bupati Sidrap.
Dalam menjalankan pemerintahan, Syaharuddin mengungkapkan prinsip utama yang ia pegang, yakni sinergi antara umaro (pemerintah), ulama (tokoh agama), dan agnia (dermawan).
“Semua keputusan yang saya ambil harus ada ulama dulu memutuskan dan para guru pesantren,” ujarnya.
Sinergi tersebut, lanjutnya, telah memberikan dampak nyata terhadap kemajuan daerah. Dalam satu tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Sidrap melonjak dari 4 persen menjadi 7,1 persen, tertinggi di Sulawesi Selatan.
Tak hanya itu, Pemkab Sidrap juga menargetkan diri sebagai lumbung nasional di berbagai sektor, mulai dari beras, telur, hingga energi terbarukan. Bahkan, sektor keagamaan turut menjadi prioritas dengan target menjadikan Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an dan ulama di Indonesia.
Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah daerah memperkuat 18 pondok pesantren dan 198 rumah tahfiz Al-Qur’an. Indikator keberhasilan nilai religius juga tercermin dari tingginya partisipasi masyarakat, dengan total infak dan sedekah masjid selama Ramadan mencapai Rp16 miliar.
Program “Sidrap Berkah” pun terus digalakkan melalui kegiatan yasinan dan pengajian rutin setiap malam Jumat di 680 masjid yang tersebar di seluruh wilayah.
Di akhir sambutannya, Syaharuddin memberikan pesan penuh optimisme kepada para santri.
“Adik-adik harus optimis. Pelajar hari ini, insyaallah akan menjadi pemimpin di masa depan,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso Prof. Faried Wadjedy yang menyampaikan tausiah, Kabag Kesra Syamsuddin, Kabag Tata Pemerintahan Fandy Anshary, Sekretaris Dinas Pendidikan Nurhidayah, Imam Masjid Agung Irwan Ali, perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Haji, Danramil Maritengngae, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar