Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Panen Perdana di Bila Riawa, Bupati Syaharuddin Tegaskan Komitmen Majukan Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan di Sidrap

Panen Perdana di Bila Riawa, Bupati Syaharuddin Tegaskan Komitmen Majukan Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan di Sidrap

  • account_circle Iful -
  • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
  • visibility 196
  • comment 0 komentar

SIDRAP, KBK – Suasana penuh kegembiraan menyelimuti Dusun Larumpu, Desa Bila Riawa, Kecamatan Dua Pitue, saat Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, memimpin panen perdana padi, Selasa (2/9/2025). Kehadiran orang nomor satu di Sidrap itu disambut antusias oleh para petani, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang ikut serta dalam kegiatan penuh makna tersebut.

Turut hadir mendampingi, Anggota DPRD Sidrap Kartini, Kadis PSDA Andi Safari Tenata, Camat Dua Pitue Andi Sammang, Kapolsek Dua Pitue AKP Amiruddin, Kabid Perkebunan DTPHPKP Gazali, Kabid Tanaman Pangan DTPHPKP Arif Gunawan, Kabid Sarana dan Prasarana DTPHPKP Suriyanto, kepala desa se-Kecamatan Dua Pitue, penyuluh pertanian, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IAIN dan UMS. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan semangat gotong royong dan dukungan kolektif terhadap kemajuan sektor pertanian di Sidrap.

Bupati: Syukur, Kebersamaan, dan Fokus Pertanian

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menegaskan pentingnya rasa syukur atas nikmat panen yang diperoleh masyarakat, sekaligus menjaga kebersamaan agar hasil pertanian dapat terus meningkat.

“Jumlah sawah di Kecamatan Dua Pitue kurang lebih 5.800 hektare, khusus Desa Bila Riawa sekitar 968 hektare. Ada sawah tadah hujan dan ada pula sawah irigasi. Alhamdulillah, padi kita di sini bagus sekali. Memang ada sedikit yang terkena wereng, tetapi jumlahnya kecil sekali. Itu sebabnya kita harus selalu bersyukur,” ujarnya.

Syaharuddin juga mengungkapkan momen istimewa dalam sejarah pengabdiannya. “Sejak 10 tahun menjadi anggota DPRD Sulawesi Selatan, saya belum pernah hadir di panen perdana di Bila. Biasanya hanya pesta panen. Hari ini cita-cita saya tercapai. Kalau dulu saya hadir sebagai petani, hari ini saya hadir sebagai Bupati Sidenreng Rappang,” katanya disambut tepuk tangan warga.

Lonjakan Produksi, Harga Gabah Tertinggi di Indonesia

Bupati menyebutkan bahwa fokus pemerintahannya saat ini adalah pada sektor pertanian. “Di Sidrap, 90 persen masyarakat bekerja di bidang pertanian. Maka konsentrasi saya setelah dilantik sebagai bupati adalah bagaimana meningkatkan pendapatan petani,” tegasnya.

Ia menyampaikan capaian menggembirakan. Tahun 2024 produksi padi di Sidrap sekitar 200 ribu ton, sementara tahun 2025 meningkat drastis menjadi 303 ribu ton, atau naik lebih dari 100 ribu ton. “Ini bukan angka kecil. Kenaikan ini kita capai dengan kerja bersama, mulai dari ketersediaan pupuk, irigasi yang lancar, hingga harga gabah yang kita jaga,” jelasnya.

Syaharuddin bahkan menegaskan bahwa harga gabah di Sidrap saat ini adalah yang tertinggi di Indonesia, yakni Rp6.800 per kilogram, lebih tinggi dibanding harga pemerintah Rp6.500. “Saya kontrol setiap bulan. Harga ditetapkan, pembayaran harus tunai, timbangan wajib milik kelompok tani, bukan pedagang. Potongan maksimal hanya 2 kilogram. Inilah cara kita melindungi petani agar sejahtera,” papar Syaharuddin.

Program Lanjutan: Benih Unggul, Cetak Sawah Baru, hingga Jaga Irigasi

Bupati juga menguraikan langkah strategis ke depan. Untuk musim tanam ketiga di Desa Bila Riawa, benih yang digunakan akan diseragamkan, berlabel, dan berumur 70 hari panen. Pemerintah menyiapkan pupuk, obat-obatan, dan memastikan ketersediaan air irigasi. Selain itu, program cetak sawah baru seluas 60 hektare sudah disurvei dan siap dijalankan.

“Kita ingin petani semakin mandiri, hasil panen meningkat, dan kualitas padi lebih baik. Semua kebijakan ini berpihak pada petani,” tandasnya.

Sentuhan Kesehatan dan Pendidikan

Tak hanya soal pertanian, Bupati Syaharuddin juga menyinggung komitmennya dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memperindah kawasan perumahan dengan pagar seragam warna putih-biru serta memastikan lampu teras menyala di malam hari.

“Saya ingin Sidrap bukan hanya maju di pertanian, tetapi juga sehat, bersih, dan rapi,” ujarnya.

Di bidang pendidikan, Syaharuddin menegaskan tidak boleh ada anak di Sidrap yang putus sekolah. “Kalau ada yang kurang mampu, datang bertanya langsung ke saya. Pendidikan adalah kunci masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Panen Perdana yang Penuh Makna

Acara panen perdana tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan pestisida kepada petani sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap kelangsungan usaha tani. Para petani pun menyambut penuh harapan agar kehadiran Bupati di tengah-tengah mereka menjadi motivasi untuk terus berproduksi, menjaga kebersamaan, dan memperkuat Sidrap sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan. (GnD)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Iful -

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less