Rumah 2×2 Meter di Belokka, Keluarga Amir Bertahan Hidup dalam Keterbatasan
- account_circle Iful -
- calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
- visibility 107
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK – Di sudut kecil Kelurahan Belokka, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), hidup sebuah keluarga yang menjalani hari-hari mereka dalam kondisi serba terbatas dan jauh dari kata layak.
Amir (50), bersama istri dan anaknya, terpaksa tinggal di sebuah rumah reot yang hanya berukuran sekitar 2 x 2 meter. Bangunan itu berdinding potongan bambu rapuh, sementara atapnya hanya ditutup terpal tipis yang kapan saja bisa bocor. Tangga menuju pintu pun dibuat dari potongan kayu hutan yang disusun ala kadarnya.
Di ruang sempit dan ringkih itulah Amir sekeluarga bertahan hidup selama bertahun-tahun.
Bagi Amir, tinggal di bangunan mirip bekas kandang ayam itu bukan pilihan, tetapi keterbatasan. Setiap malam ia dihantui rasa takut, khawatir hewan liar masuk dan membahayakan keluarganya.
“Takut tinggal di bangunan bekas kandang ayam, tapi mau bagaimana lagi,” ucap Amir lirih saat ditemui wartawan.
Kondisi tersebut membuat salah satu wartawan, Wawan, yang mendatangi lokasi tak kuasa menahan haru. Ia menggambarkan rumah Amir sebagai potret nyata keluarga yang hidup jauh di bawah standar kelayakan.
Dinding bambu yang ditempel terpal, atap mudah bocor, serta kondisi lantai dan tangga yang rapuh menunjukkan betapa beratnya kehidupan keluarga kecil itu.
Menurut Wawan, keadaan yang dialami Amir membutuhkan perhatian serius. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan rumah layak huni bagi keluarga tersebut.
“Orang seperti Pak Amir inilah yang betul-betul membutuhkan uluran tangan kita,” tuturnya.
Lurah Belokka, H. Alimuddin, membenarkan bahwa Amir telah lama tinggal di tempat tersebut. Ia mengatakan Amir memang sudah menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), namun belum pernah tersentuh program bedah rumah.
“Pernah kami coba usulkan bantuan bedah rumah, tapi terkendala akses jalan masuk ke rumahnya yang sulit ditempuh,” jelas Alimuddin.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidrap, Wahida Alwi, saat dikonfirmasi Jumat (14/11/2025), mengaku belum mengetahui secara detail kondisi Amir. Namun ia meminta agar data lengkap keluarga tersebut segera dikirimkan agar pihaknya dapat menurunkan tim asesmen.
“Mohon dibantu datanya, supaya anggota kami bisa segera turun melakukan asesmen,” ujarnya melalui WhatsApp.
Warga sekitar berharap Amir dan keluarganya dapat segera mendapatkan perhatian lebih, terutama hunian yang layak, demi keselamatan dan masa depan mereka. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar