SPBU Girian Permai Diduga Jadi Markas Mafia Solar: Satu Truk, Banyak Barkode, Harga Fantastis!
- account_circle Haji Bintang
- calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
- visibility 727
- comment 0 komentar

Truk-truk pengangkut Bio Solar hasil penjarahan ini langsung menuju lokasi penimbunan ilegal yang jaraknya hanya beberapa meter dari SPBU, tepatnya di belakang Gereja HKBP Girian. Solar disimpan dalam penampungan besar dan selanjutnya disalurkan ke perusahaan-perusahaan berkedok agen industri, terutama di kawasan Kelurahan Sagerat.
“Jangan heran kalau masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan tenaga surya. Mafia ambil lebih dulu, jual lebih mahal ke industri. Sistem mereka rapi, pengamanan pun ikut diatur,” tambah narasumber.
Dalam struktur jaringan ini, peran Clifford diduga lebih dari sekadar manajer SPBU. Ia disebut sebagai otak strategi distribusi barkode, pembuatan mobil truk, hingga pembagian hasil. NL alias Nando hanya bertugas sebagai “BUMPER” siap jadikan TAMENG sewaktu-waktu jika terjadi kebocoran kasus.
Redaksi Mendesak: Tindak Tegas! Tangkap Dalang, Bukan Hanya Kaki Tangannya. Skandal ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, ini kejahatan terhadap hak rakyat. Subsidi BBM yang diperuntukkan untuk kepentingan publik, justru dirampok secara terang-terangan dengan sistem yang rapi dan dilindungi dari dalam.
Pertamina didesak segera mencabut izin operasi SPBU Girian Permai. dan Polda Sulawesi Utara diminta mengungkap tuntas jaringan mafia solar ini hingga ke aktor intelektualnya. Bahkan Kejaksaan segera menentukan sikap untuk menjerat para pelaku dengan pasal berlapis, termasuk:
Pasal 55 jo 56 KUHP (turut serta dalam tindak pidana), Pasal 480 KUHP (penadahan), UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, UU Tipikor No. 31 Tahun 1999 (korupsi), serta kemungkinan pencucian uang (TPPU).
Negara tidak boleh kalah. Jika mafia BBM dibiarkan tumbuh subur, maka kelangkaan, inflasi, dan ketimpangan akan terus menjarah rakyat kecil, sementara para pelaku menari di atas penderita masyarakat (HBS).
- Penulis: Haji Bintang

Saat ini belum ada komentar