SPBU Girian Permai Diduga Jadi Markas Mafia Solar: Satu Truk, Banyak Barkode, Harga Fantastis!
- account_circle Haji Bintang
- calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
- visibility 725
- comment 0 komentar

BITUNG, KABAR KITA – SPBU Girian Permai di Kota Bitung kini menjadi sorotan tajam publik. Bukan karena pelayanan prima, melainkan karena diduga kuat menjadi pusat operasi mafia BBM bersubsidi. Modusnya Penjarahan sistematis Bio Solar dengan memanfaatkan celah pengawasan dan permainan barkode ganda. Selasa, (22/07/2025)
Satu mobil truk bisa mengisi BBM berulang kali secara seluler dalam sehari menggunakan barkode berbeda, praktik manipulatif yang diduga dijalankan oleh oknum berinisial NL alias Nando, namun semua jejak bermuara pada satu nama besar: Clifford Wurangian, manajer SPBU Girian Permai.
“Nando hanya pelaksana lapangan. Semua Arah, distribusi barkode, hingga jatah solar dikendalikan dari dalam oleh Clifford,” ungkap salah satu sumber internal kepada redaksi.
Setiap hari, SPBU Girian Permai menerima dua kali pengiriman Bio Solar, masing-masing sekitar 16.000 liter. Total 32.000 TON, Namun alih-alih disalurkan secara adil kepada masyarakat, BBM tersebut justru “dikuras” dan diperjualbelikan secara ilegal ke truk-truk binaan dengan harga Rp7.300 per liter—padahal harga subsidi hanya Rp6.800.
Artinya, selisih Rp500 per liter itu menjadi keuntungan gelap yang mengalir ke kantong oknum-oknum tanpa izin, tanpa pajak, dan tanpa rasa tanggung jawab.
“Jika satu truk mengisi 200 liter, dan ada puluhan truk setiap hari, maka tak kurang dari puluhan juta rupiah per hari dikantongi oleh jaringan mafia ini.
- Penulis: Haji Bintang

Saat ini belum ada komentar