Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Petani Resah, Koperasi KIM Desak PT TWP Jelaskan Dasar Kenaikan Potongan TBS

Petani Resah, Koperasi KIM Desak PT TWP Jelaskan Dasar Kenaikan Potongan TBS

  • account_circle Basir
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 163
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LUWU TIMUR, KABAR KITA.CO.ID– Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.(Ombass)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catat Rekor, UNIMEN Teken Kontrak Penelitian dan Pengabdian 1,1 M Tahun 2025

    Catat Rekor, UNIMEN Teken Kontrak Penelitian dan Pengabdian 1,1 M Tahun 2025

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 601
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) menunjukkan komitmennya dalam mendukung Catur Dharma Perguruan Tinggi dengan menghadiri kegiatan Penandatanganan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Ridwan Saleh Mattayang, Kantor LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Makassar – Kamis, 19 Juni 2025. […]

  • Bukan Sekadar Kewajiban, BAZNAS Enrekang Pilih Paham Pajak Lebih Dalam

    Bukan Sekadar Kewajiban, BAZNAS Enrekang Pilih Paham Pajak Lebih Dalam

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 67
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-Bendahara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang, Nur Utari, mengunjungi Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Enrekang untuk mengikuti kegiatan asistensi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Unifikasi di Kabupaten Enrekang (Rabu, 22/4). Kunjungan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Kabupaten Enrekang dalam memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam […]

  • Pastikan Kesiapan Kontingen Menuju Penas XVII, Sekda Sidrap Pimpin Rapat Pemantapan

    Pastikan Kesiapan Kontingen Menuju Penas XVII, Sekda Sidrap Pimpin Rapat Pemantapan

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 52
    • 0Komentar

    SIDRAP — Sekretaris Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Rahmat Saleh, memimpin rapat pemantapan guna memastikan kesiapan teknis kontingen daerah jelang Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026, Jumat (12/6/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Lantai III Kantor Bupati Sidrap tersebut, dibahas detail keberangkatan kontingen yang dijadwalkan pada 17 Juni mendatang. […]

  • Lapas Parepare Gelar Pemberian Remisi HUT RI ke-80 dan Dasawarsa, Dua Warga Binaan Langsung Bebas

    Lapas Parepare Gelar Pemberian Remisi HUT RI ke-80 dan Dasawarsa, Dua Warga Binaan Langsung Bebas

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 379
    • 0Komentar

     PAREPARE, KBK 17 Agustus 2025 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menggelar upacara pemberian remisi umum (RU) dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus pemberian remisi dasawarsa (RD). Kegiatan berlangsung di Lapangan Upacara Lapas Parepare dan dihadiri Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid, S.E., M.H., Wakil Wali Kota, jajaran SKPD, […]

  • Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW, Polres Sidrap Gelar Maulid 1447 H

    Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW, Polres Sidrap Gelar Maulid 1447 H

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 303
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Kepolisian Resor (Polres) Sidrap menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Al-Ikhlas Polres Sidrap, Jumat (19/9/2025) siang. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, Wakapolres Kompol Sulkarnain, para pejabat utama, personel Polres, Bhayangkari, hingga ASN. Dalam kesempatan itu, Kapolres Sidrap mengajak seluruh jajarannya untuk menjadikan akhlak […]

  • Awali Aktivitas, Satgas TMMD ke-129 Kodim 1404/Pinrang Rutin Laksanakan Apel Pagi

    Awali Aktivitas, Satgas TMMD ke-129 Kodim 1404/Pinrang Rutin Laksanakan Apel Pagi

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 46
    • 0Komentar

    PINRANG,KABAR KITA.CO.ID —Sebelum memulai pekerjaan di lokasi sasaran fisik, personel Satgas TMMD ke-129 Kodim 1404/Pinrang rutin melaksanakan apel pagi di Desa Tanratuo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sabtu (18/07/2026). Apel pagi dipimpin oleh Komandan SSK TMMD ke-129 Kodim 1404/Pinrang Kapten Inf Alimuddin Cappa sebagai sarana pengecekan kekuatan personel, penyampaian pembagian tugas, serta penekanan terkait faktor keamanan […]

expand_less