Aparat Diminta Bertindak, Dugaan Penimbunan BBM oleh Pelangsir IL di Tanete Sidrap Picu Kelangkaan
- account_circle Uterus
- calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
- visibility 35
- comment 0 komentar

{"product":"lv","GeneratingTool":"Douyin_Jianying","Timestamp":"2026-04-09 21:29:00"}
SIDRAP — Aktivitas distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Tanete, Kabupaten Sidrap, kembali menuai sorotan tajam.
Seorang pelangsir berinisial IL diduga mengumpulkan BBM jenis solar dan pertalite dalam jumlah besar untuk kemudian dikirim ke Morowali.
Dugaan ini mencuat setelah warga setempat mengeluhkan semakin sulitnya memperoleh BBM subsidi di daerah mereka sendiri.
Masyarakat menyebut antrean panjang di SPBU kini menjadi pemandangan biasa, bahkan tidak sedikit yang pulang tanpa mendapatkan jatah.
“Sekarang sangat sulit mendapatkan solar ataupun pertalite. Kami harus antre lama, bahkan sering tidak kebagian,” ujar salah satu warga.
Menurut informasi yang dihimpun, aktivitas pengiriman BBM ke luar daerah tersebut diduga dilakukan secara berulang. Hal ini memicu kecurigaan warga bahwa praktik pelangsiran menjadi salah satu penyebab utama menipisnya stok BBM subsidi di Tanete.
Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat kecil, terutama pengguna kendaraan roda dua dan pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi.
Selain itu, distribusi BBM dalam jumlah besar ke luar daerah juga berpotensi melanggar aturan yang berlaku.
Warga pun mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan. Mereka berharap ada tindakan tegas guna memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pihak berwenang. Jangan sampai masyarakat kecil terus dirugikan,” tambah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan aktivitas tersebut. Masyarakat berharap pengawasan distribusi BBM di wilayah Tanete diperketat agar kelangkaan tidak terus berulang. (*)
- Penulis: Uterus

Saat ini belum ada komentar