Dinkes Enrekang Sosialisasikan Optimalisasi ZIS, BAZNAS Dorong Kesadaran Berzakat
- account_circle Basir
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID — Dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang menggelar sosialisasi di Aula Kantor Dinas Kesehatan, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Kesehatan Enrekang Sabir, S.Kep., Ners., M.Adm.Kes. beserta jajaran, Ketua BAZNAS Kabupaten Enrekang dr. H. Siswandi Mazmur, M.Kes., Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Muh. Yusrifai Yunus, M.Si., serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Enrekang Ustaz Amir Mustafa.
Plt. Kadis Kesehatan Enrekang, Sabir, mengatakan bahwa sebagian harta yang dimiliki seseorang terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan melalui zakat, infak maupun sedekah.
“Sebagian harta kita ada hak orang lain. Justru pertimbangan inilah yang harus mendorong kita untuk melakukan pengumpulan zakat, infak dan sedekah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Enrekang, dr. H. Siswandi Mazmur, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki ikatan emosional dengan lingkungan pelayanan kesehatan di Enrekang. “Sebenarnya saya lahir di rumah sakit ini,” katanya.
Siswandi menekankan bahwa pengelolaan BAZNAS harus diisi dengan orang-orang yang memiliki pemahaman agama sekaligus kepedulian terhadap masyarakat.
Ia juga menyampaikan pengalaman pribadinya terkait kemampuan mengaji yang menurutnya menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Alhamdulillah saya pintar mengaji. Sampai saya pensiun, saya terus belajar dan semakin pintar mengaji, hingga akhirnya saya dipercaya menjadi Ketua BAZNAS Enrekang,” tuturnya.
Menurutnya, BAZNAS memiliki banyak program sosial yang perlu terus dijalankan, terutama membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia mencontohkan bantuan kepada masyarakat miskin hingga keterlibatan BAZNAS dalam pendistribusian air bersih di tengah musim kemarau.
“Orang miskin kalau tidak dibantu, siapa lagi yang bisa membantu? Banyak sekali program yang ada di BAZNAS yang harus kita selesaikan,” ungkapnya.
Siswandi juga mengajak masyarakat, khususnya para ASN dan pegawai di lingkungan pemerintah daerah, untuk meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat.
Ia berharap gerakan zakat tidak dipandang sebagai kepentingan politik, melainkan sebagai bentuk kepedulian sosial dan ibadah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Enrekang, Ustaz Amir Mustafa, turut memberikan penjelasan mengenai kewajiban zakat dan besaran zakat yang perlu dikeluarkan sesuai ketentuan syariat.
Ia menyinggung perhitungan zakat penghasilan serta pembahasan mengenai besaran 2,5 persen dan mekanisme pengumpulan zakat di lingkungan instansi.
“Bagaimana bisa menjadi Perbup, pemotongan 2,5 persen, setara dengan 85 gram emas. PDAM sudah sepakat 1 persen,” jelas Amir.
Ia menyebutkan, berdasarkan perhitungan tertentu, potensi zakat penghasilan dapat mencapai sekitar Rp7.640.000 per bulan, namun kewajiban dan besarannya tetap harus disesuaikan dengan ketentuan zakat serta kondisi masing-masing muzaki.
Sosialisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang mengenai pentingnya ZIS sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan.
BAZNAS Enrekang juga terus mendorong agar potensi zakat di Kabupaten Enrekang dapat dihimpun secara optimal dan disalurkan melalui berbagai program kemanusiaan, sosial, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. (Ombass)
- Penulis: Basir

Saat ini belum ada komentar