Disnakkan Sidrap Gelar Pelatihan Budidaya Itik di Alesalewo untuk Dorong Peternakan Sukses
- account_circle Iful -
- calendar_month Senin, 1 Des 2025
- visibility 28
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) menggelar kegiatan sosialisasi serta peningkatan kapasitas bagi penerima bantuan budidaya itik di Desa Alesalewo, Kecamatan Panca Lautang, Senin (1/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, didampingi Kepala Disnakkan Ahmad Dollah, Camat Panca Lautang Muhammad Basri, Kepala Desa Alesalewo, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Pelatihan ini diselenggarakan untuk memastikan para penerima bantuan memahami kewajiban, teknik pemeliharaan, dan tata kelola bantuan itik yang diberikan kepada 148 rumah tangga. Para penerima terbagi dalam enam kelompok ternak dengan total bantuan mencapai 9.215 ekor itik.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nurkanaah menegaskan bahwa bantuan budidaya itik merupakan salah satu program prioritas SARKanaah, yang menjadi implementasi janji politik ke-6 yaitu Peternakan dan Perikanan Sukses.
“Harapan kita, masyarakat dapat serius memelihara itik serta memaksimalkan penggunaan pakan alternatif seperti ikan sapu-sapu, enceng gondok, kangkung, dan azolla untuk menekan biaya pakan,” ujar Nurkanaah.
Pada sesi selanjutnya, Kepala Disnakkan Ahmad Dollah memaparkan rencana pengembangan Desa Alesalewo sebagai ikon wisata peternakan melalui produk unggulan telur asin. Ia menyebut, desa tersebut berpotensi menjadi sentra telur konsumsi untuk memenuhi kebutuhan MBG, sekaligus penghasil telur tetas mengingat tingginya permintaan daging itik untuk kuliner palekko.
Untuk meningkatkan pemahaman teknis, peserta menerima materi budidaya itik dari Kabid Pembibitan dan Kesehatan Hewan Disnakkan, Haris Alimin. Materi meliputi manajemen pakan, pemberian vitamin, pencegahan penyakit, hingga estimasi produksi telur.
Menurut Haris, dengan pola pemeliharaan optimal, itik dapat mulai bertelur dalam waktu sekitar dua bulan.
“Penerima juga diimbau segera berkoordinasi dengan penyuluh apabila menemukan itik yang sakit, agar dapat memperoleh penanganan yang tepat,” pesannya. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar