Pemkab Sidrap Salurkan 70 Ribu Bibit Kakao untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
- account_circle Iful -
- calendar_month Kamis, 25 Des 2025
- visibility 92
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menyalurkan sebanyak 70 ribu bibit kakao kepada petani di Kecamatan Pitu Riase sebagai upaya memperkuat sektor perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kamis (25/12/2025).
Bantuan bibit kakao tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif kepada kelompok tani dalam kegiatan yang dipusatkan di kediaman Agus Laugu, Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riase.
Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif serta membuka peluang pengembangan komoditas perkebunan bernilai ekonomi tinggi bagi petani.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan bahwa pengembangan kakao menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam menggerakkan perekonomian masyarakat desa. Saat ini, luas tanaman kakao di Kabupaten Sidrap tercatat sekitar 6.200 hektare dan ditargetkan meningkat hingga 20.000 hektare dalam lima tahun ke depan.
Ia menegaskan bahwa setiap bibit yang disalurkan harus benar-benar ditanam oleh petani yang memiliki komitmen untuk mengelola kebun secara berkelanjutan.
“Dalam satu hektare lahan, idealnya ditanami sekitar 400 pohon kakao, yang diperkirakan mulai berbuah dalam jangka waktu dua tahun,” jelas Syaharuddin.
Syaharuddin juga mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah seperti Wette’e, Lajonga, dan Wanio Timoreng telah lebih dulu ditanami sekitar 30 ribu pohon kakao, bahkan sebagian telah memasuki masa berbuah dengan total sekitar 50 ribu pohon.
“Ke depan, masing-masing desa akan diarahkan menjadi desa tematik dengan ciri khas komoditas unggulan,” tambahnya.
Menurutnya, pemerintah daerah ingin memastikan setiap jengkal tanah yang subur mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Jika target pengembangan kakao mencapai 20.000 hektare dan telah memasuki masa panen, Pemkab Sidrap berencana membangun pabrik cokelat sebagai bagian dari penguatan program hilirisasi di daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Sidrap yang diwakili Kepala Bidang Perkebunan, Gasali, melaporkan bahwa luas tanaman kakao di Sidrap saat ini berada di angka 6.200 hektare, terdiri dari tanaman muda, tanaman menghasilkan, serta tanaman rusak atau tidak menghasilkan.
Ia menjelaskan, berdasarkan pengamatan lapangan, sekitar 50 persen tanaman kakao mengalami penurunan produktivitas, bahkan sekitar 3.000 hektare lahan kakao telah beralih fungsi ke komoditas lain serta masuk dalam program nasional percetakan sawah.
Meski demikian, Dinas TPHPKP terus berupaya mempertahankan Sidrap sebagai salah satu dari lima besar sentra kakao melalui program peremajaan tanaman serta pembentukan kawasan pengembangan kakao baru.
“Selain peremajaan, pengembangan kawasan kakao baru juga difokuskan di wilayah Lajonga, Wette’e, dan Kelurahan Batu,” terang Gasali.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas TPHPKP juga menyosialisasikan peluang pengembangan komoditas lain, termasuk hilirisasi kelapa yang diusulkan Kementerian Pertanian untuk tahun 2026–2027. Sidrap sendiri mendapat kuota pengembangan kelapa seluas 500 hektare, dengan realisasi sementara sekitar 300 hektare.
Gasali menambahkan, tanaman kelapa dinilai fleksibel dan dapat dikembangkan dengan pola tumpang sari bersama kakao maupun komoditas lainnya, dengan tetap memperhatikan jarak tanam dan teknis budidaya.
Sementara itu, tuan rumah kegiatan Agus Laugu menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung petani. Ia mengatakan, bantuan 70 ribu bibit kakao tersebut disambut antusias oleh masyarakat Kelurahan Batu karena kakao merupakan tanaman jangka panjang yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Ia berharap program ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan petani ke depan, seiring dengan berbagai bantuan pertanian lain yang mulai dirasakan kelompok tani setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Sidrap Kasman, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas Pemdes PPA Abbas Aras, Camat Pitu Riase Andi Ali Mukti Ali, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. (Gnd)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar