Sidrap Perkuat Kolaborasi Antar Daerah, Tindak Lanjuti Kerja Sama dengan Kota Tarakan
- account_circle Iful -
- calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
- visibility 250
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIDRAP, KBK – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui kerja sama lintas daerah. Hal itu ditandai dengan keikutsertaan Sidrap pada rapat koordinasi (Rakor) tindak lanjut kerja sama antar daerah (KAD) dengan Kota Tarakan, Selasa (9/9/2025).
Rakor yang berlangsung secara virtual tersebut digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan turut diikuti Pemerintah Kabupaten Enrekang serta Pinrang. Dari Sidrap, hadir langsung Wakil Bupati Nurkanaah didampingi Kabag Kerja Sama Andi Besse, Kabag Ekonomi Rimba, Kabid Perdagangan Disdagrin Akbar, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Dalam pemaparannya, perwakilan Kemenko Perekonomian, Dara, menyampaikan bahwa nota kesepahaman (MoU) kerja sama antar daerah antara Tarakan, Enrekang, Sidrap, dan Pinrang telah selesai ditandatangani. Saat ini, tahapan kerja sama memasuki fase perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih teknis dan implementatif.
“Kerja sama ini mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia. Tujuannya untuk mendorong swasembada pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus menekan biaya logistik. Kami juga berharap peran BUMN logistik dapat membantu memperlancar distribusi pangan antar daerah,” ujarnya.
Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, menegaskan bahwa kerja sama dengan Tarakan sejatinya bukan hal baru. Selama ini, hubungan perdagangan antara kedua daerah telah berjalan melalui mekanisme business to business (B2B).
“Pada 10 Juli lalu, Pemkot Tarakan berkunjung langsung ke Sidrap dan bertemu Bupati beserta para pedagang. Pengiriman beras selama ini sudah dilakukan oleh pengusaha Sidrap ke Tarakan, salah satunya oleh H. Rasman,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Nurkanaah juga memaparkan potensi produksi beras Sidrap. Berdasarkan data tahun 2024, produksi gabah mencapai 447.856 ton atau setara dengan 264.459 ton beras. Dengan kebutuhan konsumsi lokal sekitar 348 ton, Sidrap masih menyisakan surplus hingga 229.111 ton beras.
“Bupati Sidrap telah mencanangkan program intensifikasi pertanian dengan target tiga kali panen setahun. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan, bahkan di Indonesia,” tambahnya.
Kerja sama ini diyakini menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain memperlancar distribusi beras dan komoditas lain, sinergi antar daerah juga diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan petani serta stabilitas harga di tingkat konsumen. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar