Syaharuddin Alrif Dilantik Jadi Waketum APKASI 2025–2030, Bupati Sidrap Perkuat Kiprah Nasional di Bidang Pangan
- account_circle Iful -
- calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
- visibility 546
- comment 0 komentar

JAKARTA, KBK — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) untuk masa bakti 2025–2030. Pelantikan yang berlangsung di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (17/7/2025), dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Syaharuddin dipercaya menjabat sebagai Waketum Koordinator Bidang Pangan, sebuah posisi strategis yang menegaskan rekam jejaknya dalam memperjuangkan isu ketahanan pangan dan pertanian, baik di tingkat lokal maupun nasional. Ia hadir bersama istri sekaligus Ketua TP PKK Sidrap, Haslindah Syaharuddin.
“Ini amanah besar yang akan saya emban dengan sepenuh hati. Sidrap akan terus bersuara dan hadir dalam kebijakan nasional, khususnya di sektor pangan,” tegas Syaharuddin dalam sambutannya.
Menariknya, momen pelantikan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah kepala desa dari Kabupaten Sidrap yang secara khusus datang ke Jakarta sebagai bentuk dukungan moral dan kebanggaan kepada pemimpin mereka.
“Selamat dan sukses kepada Bapak Bupati Syaharuddin Alrif. Kami para kepala desa hadir langsung untuk memberikan semangat. Bapak adalah andalan kami di Sidrap dan inspirasi bagi seluruh Indonesia,” ungkap Andi Apris, Kepala Desa Kalosi Alau, melalui unggahan di media sosial, Kamis malam (17/7).
Kehadiran para kepala desa tersebut menambah suasana keakraban dan memperlihatkan solidaritas dari akar rumput, mencerminkan kuatnya dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Syaharuddin.
Momentum ini menjadi catatan bersejarah bagi Kabupaten Sidrap, yang kembali menempatkan salah satu putra daerahnya di panggung nasional. Dengan posisi strategis di tubuh APKASI, Syaharuddin diharapkan mampu mendorong kolaborasi antarkabupaten serta memperjuangkan isu-isu penting, khususnya dalam penguatan sektor pangan dan pertanian sebagai tulang punggung kedaulatan nasional.(GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar