Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Keluarga Korban Soroti Kejanggalan Pembunuhan Rustam, Dugaan Pelaku Lebih dari Satu Menguat

Keluarga Korban Soroti Kejanggalan Pembunuhan Rustam, Dugaan Pelaku Lebih dari Satu Menguat

  • account_circle Basir
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 200
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID – Kasus pembunuhan yang menewaskan Rustam (21) di Desa Kendenan, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan.

Saat persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri Enrekang, Rabu, 10 Juni 2026 keluarga korban mengungkap sejumlah kejanggalan yang dinilai belum terjawab dalam proses hukum yang berjalan.

Hamzah, perwakilan keluarga korban, menyampaikan kekecewaannya hasil berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik di depan Kantor Pengadilan Negeri Enrekang, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, luka yang dialami korban menimbulkan dugaan bahwa peristiwa tersebut tidak dilakukan oleh satu orang pelaku saja.

“Kami melihat ada banyak kejanggalan. Dugaan kami, pelaku lebih dari satu orang dan kemungkinan peristiwa ini sudah direncanakan sebelumnya,” ujar Hamzah dengan nada penuh harap agar majelis hakim memberikan hukuman seberat-beratnya kepada terdakwa Joni.

Ia menyoroti luka parah yang ditemukan pada tubuh korban, khususnya luka tusuk tembus di paha kiri yang menyebabkan pendarahan hebat hingga merenggut nyawa Rustam.

“Yang menjadi pertanyaan bagi keluarga, bagaimana mungkin korban tidak melakukan perlawanan berarti jika hanya berhadapan dengan satu orang pelaku. Kenapa tidak ada teriakan minta tolong saat kejadian berlangsung,” katanya.

Selain itu, keluarga korban juga mempertanyakan keberadaan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Menurut Hamzah, terdapat beberapa orang yang berada di sekitar tempat kejadian namun tidak mampu mencegah ataupun memberikan pertolongan kepada korban.

“Kami berharap jaksa dan hakim benar-benar jeli melihat seluruh fakta persidangan. Banyak hal yang menurut kami masih sangat ganjal,” tegasnya.

Keluarga korban juga menduga adanya unsur perencanaan sebelum peristiwa berdarah itu terjadi. Dugaan tersebut muncul karena senjata tajam berupa parang yang digunakan dalam kejadian disebut berasal dari salah seorang saksi yang berada di lokasi.

“Kami menduga ada unsur perencanaan. Apalagi sebelumnya korban dan pelaku memiliki persoalan hutang piutang,” tambah Hamzah.

Dalam persidangan, saksi Anca mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban, terdakwa, dan beberapa saksi lainnya sempat duduk bersama sambil mengonsumsi minuman tradisional jenis ballo.

Menurut Anca, saat peristiwa terjadi dirinya sedang berada sekitar 30 meter dari lokasi untuk buang air besar. Ketika kembali, ia melihat korban sudah tergeletak dengan kondisi luka serius dan terdakwa masih berada di sekitar lokasi kejadian.

“Saya kembali dan melihat korban sudah bersimbah darah. Saat itu pelaku juga masih ada di lokasi,” ungkap Anca dalam keterangannya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Enrekang, peristiwa bermula saat terdakwa Joni alias Bapak Najwa bersama korban dan sejumlah saksi berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras tradisional pada 18 Februari 2026.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa cekcok terjadi setelah terdakwa menanyakan sosok perempuan dalam sebuah video yang ditonton korban. Jawaban korban yang menyebut “anakmu” sebanyak dua kali memicu emosi terdakwa hingga terjadi perkelahian.

Jaksa menguraikan bahwa setelah sempat dilerai, terdakwa diam-diam mengambil parang milik salah seorang saksi dan kembali mendekati korban. Dalam kondisi emosi dan dipengaruhi minuman keras, terdakwa kemudian menusukkan parang tersebut ke paha kiri korban.

Hasil Visum Et Repertum yang dilakukan UPT Puskesmas Baraka menunjukkan korban mengalami luka tusuk tembus pada paha kiri dengan kedalaman mencapai 12 sentimeter.

Luka tersebut menyebabkan pendarahan hebat hingga korban mengalami syok hipovolemik dan meninggal dunia.

Meski demikian, keluarga korban tetap berharap majelis hakim dapat mengungkap seluruh fakta yang terungkap selama persidangan, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain yang dianggap mengetahui atau memiliki peran dalam peristiwa tragis tersebut.

Kasus yang menyita perhatian masyarakat Enrekang ini masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Enrekang dan menjadi harapan keluarga korban untuk memperoleh keadilan yang seadil-adilnya. (Ombass)

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
  • Penulis: Basir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reses Disambut Meriah, Andi Insan P Tanri Serap Aspirasi Petani di Lainungan Sidrap

    Reses Disambut Meriah, Andi Insan P Tanri Serap Aspirasi Petani di Lainungan Sidrap

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 377
    • 0Komentar

     SIDRAP,KBK – Suasana hangat dan penuh antusiasme menyambut kehadiran Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Insan P Tanri, dalam agenda reses temu konstituen di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis malam, 24 Juli 2025. Lebih dari 200 warga memadati lokasi kegiatan untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan persoalan, terutama yang berkaitan dengan […]

  • UNIMEN Resmi Bentuk PGRI Cabang Khusus, Siap Bersinergi Majukan Mutu Pendidikan Di Enrekang

    UNIMEN Resmi Bentuk PGRI Cabang Khusus, Siap Bersinergi Majukan Mutu Pendidikan Di Enrekang

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 46
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID-– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Khusus resmi terbentuk di Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN). Momentum pembentukan ditandai dengan digelarnya musyawarah dan pemilihan calon pengurus PGRI di Aula Kampus I UNIMEN, Kamis (13/8/2026). Pada kesempatan tersebut, sejumlah dosen dan pimpinan serta kepala sekolah dan madrasah hadir menyaksikan proses pemilihan yang sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan […]

  • Sahrul Ramadhan Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Ang 69 Gelar Penyuluhan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Duampanua

    Sahrul Ramadhan Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas Ang 69 Gelar Penyuluhan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Duampanua

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Kabarkita.co.id.Sidrap. – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 melaksanakan program kerja individu berupa Penyuluhan Peningkatan Kesadaran dan Perubahan Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga melalui Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik serta Pengenalan Pengolahan Sampah Rumah Tangga Sabtu, 18 Juli 2026. Kegiatan yang di Laksanakan di salah satu rumah […]

  • Rentenir Berkedok Penolong Resahkan Warga Sidrap, Bunga Mencekik Jadi Jerat

    Rentenir Berkedok Penolong Resahkan Warga Sidrap, Bunga Mencekik Jadi Jerat

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    SIDRAP – Warga Kabupaten Sidrap kembali dibuat gelisah oleh maraknya praktik rentenir yang berkedok pemberi bantuan keuangan cepat. Alih-alih menjadi solusi, tawaran pinjaman tanpa agunan justru menjerat warga dalam lingkaran utang berbunga tinggi yang mencekik. Kemudahan proses tanpa syarat ribet menjadi daya tarik utama. Namun di baliknya, bunga pinjaman yang tidak masuk akal jadi bom […]

  • Bupati Syaharuddin Alrif Duduk Bersama Gapoktan Talumae, Bahas Strategi Sukses Musim Tanam Okmar 2025/2026

    Bupati Syaharuddin Alrif Duduk Bersama Gapoktan Talumae, Bahas Strategi Sukses Musim Tanam Okmar 2025/2026

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 226
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK – Suasana penuh keakraban dan semangat gotong royong mewarnai kegiatan Tudang Sipulung yang digelar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Talumae di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Selasa (7/10/2025). Dalam tradisi Tudang Sipulung yang berarti “duduk bersama untuk bermusyawarah”, para petani, penyuluh, dan pemerintah saling bertukar pandangan untuk menentukan langkah terbaik menghadapi musim tanam Oktober–Maret […]

  • Sekda Sidrap Ikuti Rakor Pengusulan Calon Penerima BSPS Bersama Kemendagri

    Sekda Sidrap Ikuti Rakor Pengusulan Calon Penerima BSPS Bersama Kemendagri

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Uterus
    • visibility 48
    • 0Komentar

    TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Sekretaris Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Andi Rahmat Saleh, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pengusulan Calon Penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), Rabu (15/7/2026). Andi Rahmat didampingi Inspektur Kabupaten Sidrap, Mustari Kadir, saat mengikuti rakor yang digelar secara daring oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri tersebut. Acara berlangsung di Ruang Rapat […]

expand_less