Aksi Kemanusiaan Lintas Lembaga UMI, Jangkau Korban Bencana Desa Ranaka, NTT, Prof Zakir Sabara ; Bawa Angin Segar Warga Terdampat
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
kabarkita.co.id.Ranaka.NTT, – Isi mata air dan haru pecah di Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Suster Dinda, seorang tenaga kesehatan asal Puskesmas Timung yang juga menjadi korban terdampak bencana, tak sanggup menahan tangisnya saat menyambut kedatangan Tim Relawan Medis UMI, Kehadiran tim medis ini membawa angin segar dan tumpuan harapan baru bagi warga setempat yang sedang berjuang di tengah keterbatasan paska-bencana.
Bagi Suster Dinda, bantuan yang datang hari itu bukan sekadar perlengkapan fisik, melainkan bentuk kepedulian yang sangat dinantikan. Selama bertugas di lokasi pengungsian, ia harus berjuang melayani sesama penyintas sembari menanggung duka dan trauma yang sama. Isak tangisnya membuncah saat menyerahkan secara simbolis paket bantuan dasar dari para relawan untuk warga binaannya.
Kondisi pemukiman sementara para pengungsi di Desa Ranaka memang sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian mendesak. Di salah satu sudut area pengungsian, terlihat sebuah tenda darurat yang dihuni oleh 22 jiwa secara berdesakan. Ruang yang sangat terbatas itu harus memuat enam kepala keluarga yang saling bertumpuk untuk sekadar melindungim diri dari terik dan dinginnya malam.
Di dalam tenda yang penuh sesak tersebut, terdapat seorang bayi yang baru berusia tiga bulan. Bayi mungil itu harus bertahan hidup di tengah kepulan hawa lembap dan sanitasi pengungsian yang jauh dari kata layak. Keadaan ini memicu keprihatinan mendalam dari tim relawan yang menyaksikan langsung ketabahan keluarga tersebut dalam mempertahankan hidup.
Menjawab situasi kritis tersebut, Tim Relawan Medis UMI bergerak cepat menyalurkan logistik yang paling dibutuhkan. Logistik pokok berupa tambahan tenda keluarga, selimut tebal, popok bayi, hingga berbagai kebutuhan dasar pengungsian langsung dibagikan ke tiap-tiap titik tenda. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit mengurai sesaknya pemukiman darurat serta meningkatkan taraf kenyamanan warga.
Tak hanya menyalurkan bantuan barang, tim relawan juga menggelar aksi pelayanan kesehatan maraton di lokasi pengungsian. Dipimpin oleh dr. Berry Erida Hasbi, Sp.B. dan didampingi dr. Kirsan, tim medis bergerak sigap memeriksa satu per satu kondisi fisik para pengungsi yang mulai terserang berbagai penyakit pascabencana.
Dalam durasi waktu yang tergolong singkat, yakni sekitar tiga jam, tim dokter berhasil memberikan penanganan medis kepada 97 orang pasien. Banyak di antara warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan, demam, hingga penyakit kulit akibat buruknya kondisi lingkungan di tenda darurat. Pelayanan medis ini diberikan secara gratis demi menjaga kondisi kesehatan para penyintas.
Aksi kemanusiaan bertajuk kepedulian sesama ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga yang solid. Misi ini digerakkan secara bersama oleh Universitas Muslim Indonesia (UMI), Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran UMI, AMDA, AR7 Team, serta Pengurus Daerah KAHMI Manggarai yang bahu-membahu di lapangan.
Gerakan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor II UMI, Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW. Kehadiran jajaran pimpinan kampus di garis depan pengungsian menunjukkan komitmen moral yang kuat dari institusi pendidikan dalam merespons musibah kemanusiaan yang menimpa masyarakat di NTT.
Dalam keterangannya, Prof. Zakir Sabara menegaskan bahwa fokus utama aksi ini adalah memberi dorongan moral kepada para nakes lokal seperti Suster Dinda. Menurutnya, para nakes di lapangan merupakan pahlawan sejati yang tetap memprioritaskan keselamatan dan kesehatan warga pengungsi meskipun rumah dan keluarga mereka sendiri turut menjadi korban musibah.
”Mereka ini juga terdampak bencana, tetapi komitmennya luar biasa untuk tetap melayani masyarakat. Kita datang bukan hanya membawa obat dan tenda, tetapi untuk menguatkan mental dan membakar kembali semangat mereka,”
Hal tersebut di ungkapkan Wakil Rektor II UMI Prof. Zakir Sabara di sela-sela penyerahan bantuan di Desa Ranaka, Kabupaten Manggarai.
Melalui aksi nyata ini, kaa Prof Zakir diharapkan gelombang kepedulian dari berbagai pihak dapat terus mengalir deras ke Kabupaten Manggarai. Sinergi dan semangat gotong royong seluruh elemen bangsa sangat dibutuhkan agar para penyintas, terutama anak-anak dan bayi di pengungsian, dapat segera bangkit dari masa-masa sulit pascabencana, ungkap Prof Zakir Sabara. (Risal/Dso).
—-
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar