Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Masyarakat Pancasila, Teralienasi dari Nilai-Nilai Pancasila, Refleksi Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 1945 – 1 Juni 2025

Masyarakat Pancasila, Teralienasi dari Nilai-Nilai Pancasila, Refleksi Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 1945 – 1 Juni 2025

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
  • visibility 1.097
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Murni Parembai, SS.M.Ag

KABARKITA — Kerinduan akan kemerdekaan adalah cita-cita luhur yang muncul di setiap generasi bangsa yang terjajah. Semangat itulah yang membakar jiwa bangsa Indonesia sejak masa Kebangkitan Nasional tahun 1908 sebagai fase awal kebangkitan kolektif.

Disusul oleh momentum Sumpah Pemuda tahun 1928, di mana para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara menyatakan persatuan dalam semangat Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa: Indonesia.

Tahun 1945 menjadi babak penting dalam sejarah bangsa. Di tengah situasi Perang Dunia II, ketika Jepang menjanjikan kemerdekaan, para pendiri bangsa dengan cerdas memanfaatkannya untuk memikirkan arah berdirinya negara. Di sinilah terjadi dialektika, diskusi dan perdebatan tentang bentuk negara dan Ideologi yang akan memayungi kehidupan bangsa yang merdeka.

Bukan hal yang mudah, namun mengedepankan prinsip kesamaan nasib dalam penjajahan, sehingga diskusi itu berlangsung penuh heroik berhasil menemukan kesepakatan bersama.

Lahir dari semangat untuk keluar dari belenggu penjajahan, keterbelakangan, dan penindasa, para pendiri bangsa merumuskan nilai-nilai luhur sebagai penuntun hidup berbangsa dan bernegara.

Tanggal 1 Juni 1945, dalam sidang BPUPKI, menjadi tonggak kelahiran Pancasila. Ir. Soekarno dengan jernih dan mendalam menyampaikan nilai-nilai yang telah hidup sejak zaman Sriwijaya dan Majapahit: lima sila yang integral, holistik, dan dinamis, yang kemudian kita kenal sebagai Pancasila.

Pancasila bukan sekadar rumusan politik, melainkan nilai hidup bangsa Indonesia. Menurut Soekarno, Pancasila dalah bintang penuntun (leitstar), bukan hanya untuk membentuk negara, tetapi juga untuk membentuk manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya. Menyatukan anak bangsa dalam kemajemukaan kultur, budaya, agama dan bahasa.

Namun kini, setelah Indonesia merdeka selama delapan dekade, Pancasila tampak kehilangan daya ikatnya. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap silanya semakin menjauh dari kenyataan hidup masyarakat. Pancasila hadir hanya sebagai simbol formal, teks dalam pembukaan UUD, dan hafalan di ruang kelas, tetapi teralienasi dari perbuatan nyata.

Apa Reaksi Anda?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Babinsa 02 Enrekang  Bersama Poktan Bangun Pondasi Dudukan Mesin Pompa Air

    Babinsa 02 Enrekang  Bersama Poktan Bangun Pondasi Dudukan Mesin Pompa Air

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Basir
    • visibility 256
    • 0Komentar

    ENREKANG,KABAR KITA.CO.ID- Babinsa Koramil 1419-02/Enrekang Serma Bakri Melaksanakan pengecoran lantai dan dudukan mesin pompa dalam rangka optimasi lahan (Oplah) di Desa Buntu Batu Kec. Enrekang Kab. Enrekang. Selasa (02/09/2025) Kegiatan kerja bakti yang di lakukan babinsa dan warga poktan ini untuk membangun pondasi dudukan mesin pompa air agar mesin tidak pindah-pindah tempat dan kokoh, sehingga […]

  • Penandatanganan Kerjasama Pemerintah Kabupaten Enrekang Dan DPRD Enrekang  Dengan Kejaksaan Negeri Enrekang Tentang Pendampingan Hukum

    Penandatanganan Kerjasama Pemerintah Kabupaten Enrekang Dan DPRD Enrekang  Dengan Kejaksaan Negeri Enrekang Tentang Pendampingan Hukum

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 166
    • 0Komentar

    ENREKANG, KABAR KITA.CO.ID— Pemerintah Kabupaten Enrekang dan DPRD Kabupaten Enrekang melakukan penandatanganan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Enrekang tentang Pendampingan Hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang, Senin (5/1/2026) Acara ini diawali dengan penandatanganan Kerjasama oleh Kajari Enrekang A. Fajar Anugerah Setiawan, Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga […]

  • Bupati Syaharuddin Tinjau Progres Jalan Cor Beton di Amparita, Pastikan Pembangunan Sesuai Standar

    Bupati Syaharuddin Tinjau Progres Jalan Cor Beton di Amparita, Pastikan Pembangunan Sesuai Standar

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Iful -
    • visibility 263
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Bupati Sidenreng Rappang, H. Syaharuddin Alrif turun langsung meninjau progres pekerjaan peningkatan jalan berupa cor beton di Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Sabtu (22/11/2025). Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memastikan pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Didampingi Kadis Porapar Patriadi, Camat Tellu Limpoe […]

  • Pengerjaan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Maiwa Resmi Dimulai

    Pengerjaan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Maiwa Resmi Dimulai

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Basir
    • visibility 154
    • 0Komentar

    ENREKANG KABAR KITA.CO.ID – Pengerjaan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Dusun Salokaraja, Desa Pattondonsalu, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, kini mulai dilaksanakan. Pembangunan jembatan tersebut merupakan langkah nyata dalam meningkatkan akses transportasi masyarakat, khususnya yang menghubungkan Dusun Santunan dengan Dusun Salokaraja. Senin 06/07/2026 Sebelumnya, Komandan Kodim 1419/Enrekang telah meninjau langsung lokasi rencana pembangunan guna memastikan […]

  • Kodim 1420 Sidrap Tegaskan Tak Ada Penangkapan dan Permintaan Uang dalam Kasus Sobis Kadidi–Kanie

    Kodim 1420 Sidrap Tegaskan Tak Ada Penangkapan dan Permintaan Uang dalam Kasus Sobis Kadidi–Kanie

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 270
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Komando Distrik Militer (Kodim) 1420/Sidenreng Rappang menegaskan tidak pernah melakukan penangkapan, penahanan, maupun permintaan uang dalam peristiwa dugaan aktivitas sosial bisnis (sobis) di wilayah Kadidi–Kanie, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Klarifikasi resmi tersebut disampaikan Kodim 1420 Sidrap kepada sejumlah awak media saat pertemuan di Warkop Hadide, Minggu (4/1/2026), sekaligus meluruskan […]

  • Polres Sidrap Gelar Pasar Murah, Fantry: Tekan Lonjakan Harga Jelang Idul Fitri

    Polres Sidrap Gelar Pasar Murah, Fantry: Tekan Lonjakan Harga Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Iful -
    • visibility 97
    • 0Komentar

    SIDRAP, KBK — Untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Polres Sidrap menggelar kegiatan pasar murah di halaman Mapolres Sidrap, Jalan Bau Massepe No.1, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (13/3/2026) siang. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat, khususnya menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, di mana kebutuhan pokok biasanya mengalami peningkatan harga. […]

expand_less