Sidrap Catat Sejarah, Cetak Rekor Serapan Beras Tertinggi di Sulsel Sepanjang 57 Tahun
- account_circle Iful -
- calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
- visibility 107
- comment 0 komentar

SIDRAP, KBK — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) resmi menorehkan sejarah baru. Dalam momentum Panen Raya Musim Tanam II (April–September) yang dirangkaikan dengan Penyerahan Benih Program IP 300 Musim Tanam III (September–Desember), Sidrap mencatat serapan beras tertinggi sepanjang 57 tahun Bulog berdiri. Pencapaian ini dipusatkan di Kelurahan Majjelling, Kecamatan Maritengngae, Jumat (22/8/2025).
Pemimpin Wilayah Bulog Sulselbar, Fahrurozi, mengapresiasi capaian bersejarah tersebut. Menurutnya, keberhasilan Sidrap tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat yang mendukung penuh petani.
“Ini capaian tertinggi sepanjang sejarah, bahkan mendapat apresiasi langsung dari Dirut Bulog dan Kementerian. Sidrap memberikan contoh nyata bagaimana kerja sama bisa membuat petani tersenyum,” ujarnya.
Fahrurozi memperkirakan musim tanam September–Desember mendatang menghasilkan 125 ribu ton beras atau sekitar 225 ribu ton gabah. Bulog pun siap membeli dengan harga yang menguntungkan petani.
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa benih dan pupuk telah tersedia 100 persen untuk musim tanam berikutnya. Ia memastikan harga gabah di kisaran Rp6.500–Rp6.800 per kilogram dengan sistem penimbangan langsung di kelompok tani agar transparan dan adil.
“Bahkan kami turun langsung mengelola 1.000 hektare lahan dengan benih seragam. Satu hektare bisa menghasilkan hingga 9 ton. Targetnya, produksi tinggi, harga stabil, dan petani benar-benar sejahtera,” tegasnya.
Capaian ini juga didukung peran TNI, khususnya Kodim Sidrap yang dinobatkan sebagai salah satu Dandim terbaik di Indonesia. Kehadiran Babinsa mendampingi petani menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Presiden untuk menyejahterakan petani.
Dengan rekor ini, Sidrap kian menegaskan posisinya sebagai lumbung beras Sulawesi Selatan sekaligus teladan nasional dalam menjaga kedaulatan pangan. (GnD)
- Penulis: Iful -

Saat ini belum ada komentar